Berita 2011-2 (Juli-Des)

Juli 2011

Pemprov Gorontalo Siapkan Rp. 250 M Selamatkan Danau Limboto dari Enceng Gondok

Sumber:  http://www.manadotoday.com/ 21 Juli 2011 

Gorontalo Today – Untuk mengatasi pendangkalan yang terjadi di danau Limboto, akibat serangan Enceng Gondok, Pemprov Gorontalo siapkan dana sekitar Rp. 250 miliar, untuk pemulihan kondisi tersebut, selama beberapa tahun ke depan.

Menurut Wakil Gubernur Gorontalo, Tony Uloli, pihaknya akan berusaha agar danau limboto tak akan kering. Sebab, data dari Badan Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi Informasi Gorontalo, menyatakan kedalaman Danau Limboto saat ini, tinggal satu hingga dua meter.

“Dari anggaran tersebut, sekitar Rp. 50 miliar, akan kami gunakan untuk biaya pengerukan danau,” jelas Uloli.

Lanjutnya mengatakan, pihaknya juga akan berusaha untuk membatasi pembukaan areal pemukiman di pesisir danau. (ann/ton)

Danau Limboto Gorontalo Dipenuhi Eceng Gondok

Sumber: http://gorontalo.tribunnews.com/ 25 Juli 2011 

GORONTALO, TRIBUNGORONTALO.COM – Danau Limboto yang dijadikan tempat wisata oleh pemerintah Gorontalo telah dipenuhi eceng gondok. Danau ini nyaris tertutupi oleh eceng gondok.

“Memang tinggal beberapa titik saja yang kelihatan airnya. Sebagian sudah dipenuhi eceng gondok dan rumput liar,” ujar Nani, warga yang tinggal di sekitar danau Limboto, Senin (25/07/2011).

Dikatakan selain ditumbuhi eceng gondok dan rumput liar, sebagian warga setempat memanfaatkan lokasi danau yang sudah dangkal untuk menanam kangkung.

“Ada juga yang sengaja tanam kangkung untuk dijual di daerah yang sudah dangkal,” lanjutnya.(*/Tribungorontalo.com)

Oktober 2011

Pemprov Bantu 160 Nelayan Danau Limboto

Sumber:http://infogorontalo.com/  12 October 2011 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo terus memberikan perhatian terhadap pembangunan sektor perikanan dan kelautan sebagai salah satu program unggulan daerah ini. Hal itu dilakukan dengan dua tujuan utama yaitu peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat, khususnya kalangan nelayan. Perhatian Pemprov Gorontalo terhadap pembangunan sektor perikanan dan kelautan ini diberikan baik untuk perikanan tangkap, budidaya perikanan/rumput laut hingga pemberdayaan nelayan perairan umum daratan danau. Perhatian tersebut ditandai dengan disalurkannya bantuan alat tangkap landra/buili kepada 160 rumah tangga nelayan Danau Limboto di Kecamatan Telaga Biru dan Telaga Jaya, Sabtu (8/10). Secara simbolis bantuan tersebut diserahkan langsung Gubernur Gorontalo Dr.Ir.Gusnar Ismail,MM kepada perwakilan rumah tangga nelayan di Kecamatan Telaga dan Telaga Jaya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo Sutrisno,APi.,MSi menjelaskan, penyaluran bantuan peralatan tangkap berupa landra/buili dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas tangkapan, khususnya bagi rumah tangga nelayan di kawasan Danau Limboto. “Bantuan ini merupakan program pemberdayaan perairan umum daratan danau,” ujar Sutrisno.

Lebih lanjut Sutrisno menjelaskan, landra/buili ini merupakan alat tangkap yang bersifat ramah lingkungan. Sehingga dengan penggunaan alat tangkap landra/buili ini baik secara langsung maupun tidak langsung para rumah tangga nelayan turut membantu kelestarian ekosistem di Danau Limboto.

Sementara itu Gubernur Gusnar Ismail mengemukakan, Pemprov Gorontalo dalam beberapa tahun terakhir telah mengambil langkah-langkah untuk penyelamatan Danau Limboto. Salah satunya berupa penetapan Perda kawasan Danau Limboto dan memperjuangkan Danau Limboto untuk menjadi prioritas nasional. Menindaklanjuti hal itu, maka kedepannya Pemprov Gorontalo akan mengupayakan pengerukan Danau Limboto. “Sedimen dari pengerukan itu nantinya akan dibuat tanggul sebagai ring belt kawasan Danau Limboto,” ujar Gubernur Gusnar Ismail.

Sejalan dengan pengerukan Danau Limboto, akan dilakukan pula penataan aliran sungai yang masuk ke Danau Limboto. Antara lain berupa pembuatan penampungan sedimen sehingga sedimen dari aliran sungai tidak masuk ke areal Danau Limboto.

“Penanganan Danau Limboto ini telah menjadi prioritas Pemprov Gorontalo. Insya Allah pada 2012 mendatang penanganan Danau Limboto ini akan mulai action,” tandas Gubernur Gusnar Ismail. (gorontaloprov.go.id)

Gubernur Gorontalo : Danau Limboto Harus Diselamatkan

Sumber: http://gorontalo.tribunnews.com/  14 Oktober 2011 

GORONTALO, TRIBUNGORONTTALO.COM- Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengatakan, Danau Limboto yang menjadi kebanggaan daerah itu, harus segera diselamatkan dari ancaman kekeringan.

Menurut Gusnar pemerintah daerah terus berupaya untuk segera menyelamatkan kelestarian Danau Limboto, yang saat ini sudah semakin dangkal karena kondisi debit air tinggal 1,5 meter. “Jika kita tidak segera menyelamatkan danau yang menjadi andalan masyarakat Gorontalo, maka dalam waktu dekat tinggal menjadi kenangan,” katanya, Jumat (14/10/2011).

Dia menjelas danau Limboto merupakan potensi alam yang dimiliki Gorontalo, namun saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, selain terjadi pendangkalan juga banyak tumbuhan liar yang tumbuh.

Dia mengatakan, beberapa tahun lalu kedalaman Danau Limboto masih mencapai lima meter, namun berdasarkan survei dan hasil evaluasi yang dilakukan, saat ini hanya tinggal 1,5 meter dan banyak lumpur yang ada di dasar kolam danau tersebut.

Selain lumpur berasal dari pegunungan di sekitar danau yang terbawa erosi setiap kali hujan turun, juga banyak tumbuhan liar seperti enceng gondok menutupi air yang ada di Danau Limboto.

“Pemerintah provinsi akan segera mengalokasi dana untuk menyelamatan danau Limboto,” kata Gusnar, namun tidak menyebutkan secara rinci besarnya dana.

Selain itu, berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah semakin perkembangannya tanaman liar enceng gondok, dengan mendatang mesin yang bisa mengolah menjadi bahan baku untuk kerajinan.

Warga Pesisir Danau Limboto Waspada Banjir

Sumber:  http://gorontalo.tribunnews.com/ 8 November 2011 

GORONTALO, TRIBUNGORONTALO.COM- Puluhan kepala keluarga (KK) yang tinggal di pesisir Danau Limboto, Gorontalo, kini waspada banjir menyusul hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.

Koja, salah seorang warga Desa Tabumela, Kabupaten Gorontalo, mengatakan, sejumlah desa yang ada di pesisir Danau Limboto selalu menjadi langganan banjir pada musim hujan karena wilayahnya lebih rendah dari danau.

Selain itu, sejumlah sungai yang memasok air ke Danau Limboto sudah dangkal, sehingga bila hujan turun selama beberapa hari maka tidak lagi bisa menampung air sehingga merendam rumah warga di sekitarnya.
“Jika hujan turun deras selama tiga hari berturut-turut, maka sudah dapat dipastikan puluhan rumah terendam,” kata Koja, Selasa,(7/11/2011)

Mudin salah seorang warga Lekobalo Kota Barat, Kota Gorontalo, mengatakan, setelah hujan menguyur wilayah ini selama beberapa hari terakhir, banyak warga yang bersiap-siap mengungsi.

Sebagian besar rumah di pesisir Danau Limboto akan terendam selama beberapa bulan bila hujan terus menerus menguyur wilayah ini, sebab sungai tidak berfungsi sebagai mestinya dalam menampung air. “Tahun lalu, wilayah pesisir Danau Limboto terendam banjir selama tujuh bulan,” kata Mudin.

Dia menambahkan, sejumlah warga juga waspada terjadinya wabah penyakit terutama gatal-gatal serta diare yang sering diderita anak-anak kecil saat banjir.

Warga minta Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk membantu mereka terutama menyediakan obat-obatan, air bersih serta mendirikan posko penanggulangan bencana, sebab wilayah ini pasti lama terendam banjir. (*/tribungorontalo.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: