Berita 2008-2 (Jul-Des)

Juli

Pergub Pengelolaan Danau Limboto Segera Diterbitkan

Sumber: http://balihristi.gorontaloprov.go.id/Kamis, 03 Juli 2008

Batas waktu sebulan, yang diberikan Aleg Deprov Gorontalo kepada pihak Balihristi Provinsi untuk merampungkan Peraturan Gubernur ( Pergub ), sebagai peraturan teknis dalam penerapan Perda pengelolaan danau Limboto, disahuti oleh Kepala Balihristi Provinsi Gorontalo, Rusthamrin Akuba.

Pergub tentang pengelolaan danau Limboto dan akan segera rampung, paling lambat tanggal 16 Juli nanti. Karena waktu yang diberikan oleh Pansus saat menjelang pengesahan Perda Pengelolaan danau Limboto, hanya satu bulan terhitung sejak disahkan 16 juni lalu,’ ungkap Rusthamrin.

Menurut Rusthamrin, pada tahapan perampungan Pergub ini, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan dinas dan instansi terkait lainnya. Pergub memang harus ada. Dan secepatnya Pergub yang nantinya akan memuat hal-hal teknis penerapan Perda pengelolaan danau Limboto ini akan segera dirampungkan. Dan untuk itu, kita terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait lainnya,’ kata Rusthamrin.

Sebelumnya, sejumlah Aleg Deprov Gorontalo, termasuk Rustam Akili, yang juga ketua Pansus yang menalangi pembahasan dan perancangan Perda pengoloaan danau Limboto, pernah menegaskan bahwa Balihristi dan dinas terkait lainnya harus secepatnya merampungkan Pergub tersebut. Karena Pergub itu akan menjadi cantolan teknis pelaksanaan dan penerapan Perda pengololaan danau Limboto. Begatu peraturan daerah ini disahkan, Balihristi harus segera menyusun Pergub.

Karena Pergub ini akan mengatur hal-hal teknis pelaksanaan dan penerapan pengololaan dan pemanfatan danau Limboto. Dan paling lambat 1 bulan setelah disahkan, regulasi yang mengatur soal pengololaan dan pemanfaatan danau Limboto sudah harus punya Pergub,’ Kata Rustham. Bukan apa, menurut Rustham, biasanya Pergub baru diterbitkan oleh pihak eksekutif setelah enam bulan begitu sebuah rancangan regulasi ditetapkan jadi perda. Bahkan sampai saat ini, ada Perda yang tidak memiliki Pergub. Dan kita tidak ingin, jika Perda pengololaan danau Limboto ini, bernasib sama dengan Perda lainnya yang tidak memiliki Pergub,’ tegas Rustham waktu itu.

Agustus

Jumat, 29 Agustus 2008 | 08:07:24

EMIL SALIM: 25 TAHUN MENDATANG, DANAU LIMBOTO GORONTALO RUSAK

Sumber: http://formatnews.com/

Emil Salim menyampaikan hal tersebut, pada sebuah orasi ilmiah, di hadapan 1.349 wisudawan/wati Universitas Negeri Gorontalo, Kamis.

Guru besar Fakultas Ekonomi di Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan, saat ini, danau Limboto yang luasnya 1.900 – 3.000 hektare tersebut, kian dangkal dan mengalami penyusutan air.

“Ancaman kepunahan ini juga ditunjang oleh cara berbudi daya ikan warga setempat yang merusak, serta tidak terkendalinya pertumbuhan eceng gondok di danau Limboto,” ujarnya.

Padahal menurutnya, para ilmuwan serta pemerintah di wilayah itu, setidaknya bisa belajar dari keberadaan danau di provinsi lainnya, yang meski mengalami permasalahan serupa namun dapat mengatasinya.

Sebagai contoh, dia menyebutkan sejumlah danau dengan permasalahan serupa, di antaranya Danau Ranau, Sumatera Selatan, atau Danau Maninjau di Sumatera Barat.

“Gorontalo seharusnya belajar di daerah lainnya, yang sudah berhasil menyelamatkan keberadaan ekosistem danaunya,” tandasnya.

Selain itu, dia juga mengemukakan sejumlah potensi alam setempat, yang unik namun belum dikembangkan sepenuhnya.

Keunikan alam tropis Gorontalo, menurutnya, karena berada pada garis khatulistiwa serta garis “Wallace”, yang mampu menumbuhkan mega diversitas kekayaan hayati tropis daratan dan lautan tertinggi di dunia, yang hanya bisa disaingi oleh negara Brazil.

Kepada ribuan wisudawan dan wisudawati tersebut, Emil berpesan agar Gorontalo berani mengeksplorasi kekayaan alamnya, untuk memberikan nilai tambah berbagai dimensi pembangunan di wilayah itu. *

Oktober

Sekda: “Bersama Kita Selamatkan Danau Limboto”

Written by Nurchalis

Sumber: http://humas.gorontaloprov.go.id/ Rabu, 15 Oktober 2008

Danau limboto yang merupakan salah satu aset dari Provinsi Gorontalo, tiap tahun terus mengalami pendangkalan dan terancam lenyap dari permukaan bumi yang akhirnya hanya akan menjadi cerita untuk generasi yang akan datang. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Drs. H. Idris Rahim, MM, saat membuka Pertemuan Konsultasi Masyarakat yang diselenggarakan oleh Balai Sungai Sulawesi II, di Hotel Quality, Rabu, (15/10), yang turut dihadiri oleh para Kepala Desa yang berada disekitar danau limboto, LSM, Dinas PU, tokoh masyarakat, Komisi III DPR Provinsi Gorontalo, serta pihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya Sekda mengatakan bahwa penyebab pendangkalan danau limboto bukan hanya dari faktor alam semata seperti sedimentasi yang tiap tahun semakin tinggi, tetapi faktor manusia turut berperan serta dalam proses tersebut, seperti pembuatan karamba yang sudah melewati ambang bataskemampuan danau dan bahkan beberapa bagian dari danau limboto telah berubah menjadi pemukiman permanen dengan banyaknya rumah-rumah yang telah dibangun yang dahulu merupakan bagian dari danau itu sendiri.

Ditambahkan pula bahwa peran danau limboto adalah sebagai penyedia / sumber air bagi pengelolaan air bersih, sebagai habitat tumbuhan dan satwa, dan juga sebagai pengatur fungsi hidrologis. Sehingga harus disadari bahwa munculnya enomena bencana banjir, longsor, kekeringan merupakan akibat dari ketidakseimbangan serta kerusakan sumber daya alam dikawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) akibat manusia. Untuk itu melalui pertemuan ini diharapkan dapat ditemukan kesepahaman dan kesepakatan antara pemerintah dan masyarakat khususnya yang bermukim disekitar danau limboto bagaiman cara menyelematkan danau yang kian hari semakin kristis, dan terancam lenyap dari peta Gorontalo. karean berdasarkan data dan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa kedalaman awal danau limboto mencapai 12 meter, dan saat ini hanya tersisa 1 – 2 meter, yang merupakan suatu kondisi yang sangat mengkwatirkan.

Sebelumnya Kepala Balai Sungai Sungai Sulawesi II, Ir. Ferdinan Pakpahan mengatakan bahwa Balai Sungai Sungai Sulawesi II telah melakukan sejumlah konsultasi dan penelitian tentang bagaimana dan rencana penyelamatan danau limboto dengan mengadakan konservasi lingkungan perairan yang tentunya peran aktif masyarakat sangat diharapkan. Adapun renacana yang akan dilakukan yaitu dengan melalui pembangunan penangkap sedimen, beserta dengan tanggul dan saluran, pembangunan embung dan bendung, konservasi lahan secara tehnis, serta yang paling penting adalah pengerukan danau sehingga akan diperoleh kedalaman danau yang ideal untuk keseimbangan lingkungan disekitar danau. (Nurchalis – Humas)

November 2008

Danau Limboto Meluap, Banjiri Sejumlah Kelurahan

Sumber: http://www.antara.co.id/ Senin, 10 November 2008

Gorontalo (ANTARA News) – Akibat hujan deras yang mengguyur Gorontalo dalam beberapa hari terakhir, Danau Limboto kini mulai meluap dan membanjiri sejumlah kelurahan di Kota Gorontalo.

Berdasarkan pantauan, sejumlah rumah di Kelurahan Lekobalo dan Dembe yang terletak di bantaran danau tersebut dilanda banjir setinggi 30 sentimeter hingga setengah meter sejak Sabtu (7/11).

Meski demikian warga yang tinggal di bantaran tersebut tidak mengungsi dan memilih menunggu air danau menyurut.

“Biar kami menunggu banjir surut di rumah saja, lagipula kalau mengungsi harus kemana,” ujar Meri, salah seorang warga Lekobalo.

Sementara itu, banjir juga melanda kelurahan lain seperti Siendeng dan Biawu akibat meluapnya Sungai Bulango yang merupakan terusan dari Danau Limboto menuju ke perairan Teluk Tomini.

Sungai Bulango yang biasanya jarang meluap tersebut, hingga kini menelan dua korban akibat terseret arus sungai yang deras dalam dua minggu terakhir.

“Kami melarang anak-anak bermain di sungai lagi, karena arusnya terlalu deras,” ujar Wati, warga lainnya.

Menurutnya, sejauh ini pemerintah belum memberikan perhatian pada kondisi Sungai Bulango, yang hingga kini mengalami penyempitan akibat serangan enceng gondok yang berasal dari Danau Limboto.

Sebelumnya, Kota Gorontalo juga dilanda banjir akibat meluapnya satu sungai besar lainnya yakni Bone pada akhir Oktober, sehingga memaksa puluhan ribu jiwa mengungsi ke 73 titik pengungsian yang disediakan pemerintah.(*)

Desember 2008

Balihristi Mulai Action Sikapi Perda Danau

Sumber: http://www.gorontaloprov.go.id/Kamis, 04 Desember 2008

Peraturan Daerah ( Perda ) yang mengatur mengenai penyelamatan danau limboto yang telah ditetapkan DPRD Provinsi Gorontalo, beberapa waktu lalu mulai ditindak lanjuti oleh Balihiristi Provinsi Gorontalo.Tindak lanjut ini dalam bentuk aksi pengangkatan enceng gondok yang kini nyaris menutupi seluruh permukaan Danau Limboto.

Menurut Rugaya Biki salah salah Kepala Bidang pada Balihiristi Provinsi Gorontalo, aksi pengangkatan enceng gondok dilaksanakan semenjak dan akan berlangsung selama enam hari mendatang. “Kegiatan ini melibatkan unsur TNI, masyarakat di sekitar danau dan

Pemerintah Kabupaten Gorontalo,” terangnya. Titik pengangkatan enceng gondok dilakukan di Kelurahan Hutuo, Kayubulan dan Desa Pentadio.Menurut Rugaya, setelah enceng gondok diangkat selanjutnya akan diangkut menuju TPA Talumelito untuk selanjutnya diolah menjadi pupuk organik. “Untuk pengolahan pupuk organik nanti akan dilaksanakna oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo,” terangnya.

Pupuk organik yang berbahan baku enceng gondok ini kata Rugaya, memiliki harga jual yang cukup tinggi, sehingga sebenarnya masyarakat sekitar danau bisa memanfaatkan potensi yang ada, pasalnya hari pupuk organik tersebut adalah Rp 20 ribu untuk lima puluh kilogram.Dalam aksi pengangkatan enceng godok yang dimulai kemarin, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Rustam Akili turut mengambil bagian. Rustam bahkan sampai rela turun bersama masyarakat dan TNI untuk mengangkat enceng gondok. “Saya kira aksi seperti ini memang menjadi bagian yang harus dilakukan sehubungan penyelamatan danau limboto. Rustam juga memberikan apresiasi positifnya terhadap antusias masyarakat dalam membantu aksi yang digagas oleh Balihiristi Provinsi Gorontalo dan Anggota TNI AD dari Yonif 713 / Satyatama Gorontalo.

Ratusan Rumah di Bantaran Danau Limboto Terendam

Sumber: http://m.kompas.com/ Jumat, 5 Desember 2008 |

GORONTALO, KAMIS – Ratusan rumah yang tersebar di sepanjang bantaran danau Limboto, terendam banjir selama sekitar dua bulan.

Banjir akibat meluapnya danau terbesar di Gorontalo pada musim penghujan, yang terus melanda sejak pertengahan November tersebut, sedikitnya merendam ratusan rumah di dua kelurahan, Kota Gorontalo, yakni Lekobalo dan Dembe II.

Darwin Ibrahim (54), salah seorang korban banjir di Kelurahan Lekobalo, mengungkapkan, akibat musibah tersebut, warga lainnya yang menjadi korban, terpaksa meninggalkan rumahnya yang tergenang air hingga pinggang orang dewasa, dan mengungsi pada rumah sanak keluarganya yang lebih aman.

Sedang sebagian besar warga setempat, yang tidak mempunyai kerabat terdekat, terpaksa menginap di posko-posko pengungsian yang dibangun secara swadaya.

“Sampai saat ini belum ada satupun bantuan kami terima dari pemerintah daerah, meski sudah dilanda banjir selama kurang lebih dua bulan lamanya.

Sedang di Kelurahan Dembe I, yang bersebelahan dengan kelurahan Lekobalo, ratusan warga juga terpaksa mengungsi di sejumlah posko, serta kerabat terdekatnya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari kantor kelurahan setempat, hingga kini tercatat 280 Kepala keluarga, atau 944 jiwa, yang menjadi korban banjir di wilayah itu.

“Mereka tersebar di sembilan RW, dan jumlah itu bisa saja bertambah, mengingat hujan yang masih kerap turun, hingga menambah luas genangan air di pemukiman warga,? Kata Lurah setempat, Sutami Suratinoyo.

Sebagian besar warga setempat, mengaku terakhir kalinya menerima bantuan dari pemerintah daerah setempat, pada satu bulan yang lalu, berupa beras untuk masing-masing KK sebanyak empat liter dan mie instan.

“Padahal sudah sejak satu bulan lamanya, warga di sini kehilangan mata pencariannya akibat banjir,” Ungkap Ibrahim, salah seorang warga setempat.
ABD.  Sumber : Antara

Danau Limboto Butuh Rp 520 Miliar

Sumber:  http://memobisnis.tempointeraktif.com/ 14 Desember 2008

TEMPO Interaktif, Gorontalo: Guna menyelamatkan Danau Limboto dibutuhkan dana sebesar Rp 520 miliar. Dana ini antara lain akan digunakan untuk mengeruk lumpur dan mengurangi sedimen yang masuk ke danau. “Sedimen makin hari makin bertambah,” kata Bupati Kabupaten Gorontalo David Bobihoe, Minggu (14/12).

Menurut David upaya menyelamatkan Danau Limboto harus dilakukan bersama. Bukan hanya pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Kotamadya Gorontalo. Pemerintah Provinsi Gorontalo juga sedang menggodok peraturan daerah tentang pengelolaan danau.

Akibat meluapnya Danau Limboto, sudah sebulan lebih warga yang ada di sekitar kawasan tersebut terendam banjir. Sebagian warga yang berada di lokasi yang terendam banjir ini tidak ingin dipindahkan. “Di Telaga ada 700 rumah yang terendam,” kata David.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Gorontalo Syafrudin mengatakan pemerintah telah membuat rumah panggung. Rumah panggung ini berfungsi untuk menampung pengungsi.

Verrianto Madjowa

Banjir di Dekat Danau Limboto Meluas

Sumber:http://www.antara.co.id/ 28 Desember 2008

Gorontalo (ANTARA News) – Banjir yang melanda pemukiman di bantaran Danau Limboto, Minggu, meluas dan sudah menggenangi sebagaian wilayah Kota Gorontalo.

Dua kelurahan di Kota Gorontalo yakni Dembe dan Lekobalo tergenang antara 50 centimeter sampai dengan 1,5 meter setelah hujan mengguyur sepanjang Sabtu (27/12) kemarin.

“Kami terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang letaknya lebih tinggi, karena kemungkinan ketinggian air akan terus bertambah,” kata Meri, warga Lekobalo.

Menurut dia, dalam beberapa bulan terakhir Danau Limboto lebih cepat meluap dan air tidak kunjung surut.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh warga Desa Tabumela dan Tualango,Kabupaten Gorontalo yang tak luput dari banjir dalam dua bulan terakhir.

Warga terserang berbagai penyakit seperti gatal-gatal dan diare, karena cukup lama hidup dalam banjir yang tidak kunjung surut.

Ratusan warga yang sebagian besar adalah nelayan tersebut juga mengaku kesulitan mencukupi kebutuhan hidupnya karena tangkapan ikan berkurang sejak banjir terjadi.

“Kami kian sulit untuk cari nafkah dan sakit-sakitan, semoga pemerintah segera mencari solusi dari banjir berkepanjangan ini,” kata Abdul, warga yang menjadi korban banjir. (*)

Banjir di Limboto Meluas ke Gorontalo

Kompas. Monday, 29 December 2008

Sumber: http://rapi-nusantara.net/latest/

GORONTALO, SENIN — Banjir yang melanda permukiman di bantaran Danau Limboto, Minggu (28/12), meluas dan sudah menggenangi sebagaian wilayah Kota Gorontalo.Dua kelurahan di Kota Gorontalo yakni Dembe dan Lekobalo tergenang antara 50 sentimeter sampai dengan 1,5 meter setelah hujan mengguyur sepanjang Sabtu. “Kami terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang letaknya lebih tinggi, karena kemungkinan ketinggian air akan terus bertambah,” kata Meri, warga Lekobalo.

Menurut dia, dalam beberapa bulan terakhir Danau Limboto lebih cepat meluap dan air tidak kunjung surut.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh warga Desa Tabumela dan Tualango, Kabupaten Gorontalo, yang tak luput dari banjir dalam dua bulan terakhir. Warga terserang berbagai penyakit seperti gatal-gatal dan diare karena cukup lama hidup dalam banjir yang tidak kunjung surut.

Ratusan warga yang sebagian besar adalah nelayan tersebut juga mengaku kesulitan mencukupi kebutuhan hidupnya karena tangkapan ikan berkurang sejak banjir terjadi.

“Kami kian sulit untuk cari nafkah dan sakit-sakitan, semoga pemerintah segera mencari solusi dari banjir berkepanjangan ini,” kata Abdul, warga yang menjadi korban banjir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: