Berita 2009-3 (Agt-Okt)

Agustus 2009

Wagub Paparkan Kondisi Danau Limboto

Tribun Gorontalo, Jumat, 14 Agustus 2009

Sumber:http: www.gorontaloprov.go.id/

Danau Limboto di pilih oleh Kementerian Lingkungan Hidup ( KLH ) sebagai salah satu danau prioritas nasional, Berkaitan hal tersebut Wagub Gorontalo Gusnar Ismail diundang khusus untuk memaparkan kebijakan Pemprov Gorontalo dalam pemulihan ekosisten danau limboto pada Konferensi Nasional Danau Indonesia di Sanur Plaza Bali. Pemaparan dilakukan bersama Gubernur Bali, Wagub Sumatera Utara dan Staf Khusus KLH Amanda Katili.Wagub yang di dampingi Kepala Balihristi Provinsi Gorontalo Herman Paneo mengatakan bahwa luas area Danau Limboto pada tahun 1932 adalah 8 ribu hektar dengan kedalaman 30 meter namun akibat sedimentasi dan pertumbuhan gulma air ( eceng gondok ) yang sangat tinggi sehingga menyebabkan areal dan kedalaman Danau Limboto menyusut hingga 2008 luas areal Danau Limboto tinggal 2,537 meter dengan kedalaman 2,5 meter.Danau Limboto ini mempunyai banyak potensi seperti potensi perikanan, wisata, industri dan riset. Menyikapi kondisi Danau Limboto yang sudah semakin kritis dan Pemprov Gorontalo sejak 2008 sudah melakukan berbagai upaya penanggulangan seperti studi penanganan danau yang dilakukan bekerjasama lembaga donor dan penelitian, konservasi daerah bagian hulu, master plan Danau Limboto serta pengawasan illegal loging bahkan Pemprov Gorontalo telah membuat Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Danau Limboto.

Menurut Wagub Gorontalo untuk langkah selanjutnya yang dilakukan Pemprov Gorontalo dalam penanggulangan Danau Limboto adalah penyusunan action plan 2010-2014. Ada tiga action plan yang di susun Pemprov Gorontalo yaitu pembuatan Green Belt ( jalur hijau ) pada daerah sempadan danau, pembangunan jalan lingkar danau sekitar 22 kilometer dan pemanfaatan gulma air Danau Limboto.

KNDI Prioritaskan Bahas Danau Limboto

Sumber: http://www.kapanlagi.com/ Jum’at, 14 Agustus 2009

Kapanlagi.com – Danau Limboto merupakan salah satu danau yang menjadi prioritas dalam pembahasan Konferensi Nasional Danau Indonesia (KNDI), yang digelar di Bali 13 hingga 15 Agustus 2009.

Pasalnya, danau yang menjadi landmark Gorontalo tersebut merupakan salah satu danau di Indonesia yang mengalami kondisi terparah dibanding puluhan danau lainnya.

“Danau Limboto mengalami sedimentasi yang cukup parah, sehingga dalam KDNI danau ini menjadi prioritas pengelolaan mula tahun 2010,” kata Wakil Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail saat dihubungi di Bali.

Dari data terakhir, pada tahun 1972-2002 Danau Limboto mengalami penyusutan luas dengan laju mencapai 50 hektare per tahun dan laju sedimentasi sampai 1,5-50 cm per tahun.

Pada tahun 2008, luas areal danau tersebut hanya sekitar dua ribu hektare dengan kedalaman tak lebih dari tiga meter, akibat serangan gulma air yakni enceng gondok yang tak terkendali.

Menurut Gusnar, kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan mengingat luas areal Danau Limboto pada tahun 1930an mencapai delapan ribu hektare dengan kedalaman 30 meter.

Luas danau itu terus berkurang pada tahun 1950an menjadi tiga ribu hektare dan memiliki kedalaman tinggal delapan meter.

Jika tak segera ditangani, danau tersebut dikhawatirkan akan berubah menjadi kawasan rawa dan hanya menjadi danau legenda pada 2034, karena penyusutan luas dana juga disertai oleh penggunaan kawasan danau sebagai pemukiman oleh warga setempat.

Wagub menjelaskan, selain pengerukan yang direkomendasikan dalam KNDI, pihaknya juga telah menetapkan tiga strategi penanganan yakni pembuatan jalur hijau, pembuatan jalan lingkar danau serta pemanfaatan enceng gondok sebagai bahan kerajinan. (kpl/cax)

Danau Limboto Terancam Jadi Rawa

Sumber: http://regional.kompas.com/ Jumat, 14 Agustus 2009

Kompas Sumbagut/ndy

GORONTALO, KOMPAS.com – Danau Limboto merupakan salah satu danau yang menjadi prioritas dalam pembahasan Konferensi Nasional Danau Indonesia (KNDI), yang digelar di Bali 13 hingga 15 Agustus 2009.

Pasalnya, danau yang menjadi “landmark” Gorontalo tersebut merupakan salah satu danau di Indonesia yang mengalami kondisi terparah dibanding puluhan danau lainnya.

“Danau Limboto mengalami sedimentasi (pendangkalan) yang cukup parah, sehingga dalam KDNI danau ini menjadi prioritas pengelolaan mula tahun 2010,” kata Wakil Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail saat dihubungi di Bali.

Dari data terakhir, pada tahun 1972-2002 Danau Limboto mengalami penyusutan luas dengan laju mencapai 50 hektare per tahun dan laju sedimentasi sampai 1,5-50 cm per tahun.

Pada tahun 2008, luas areal danau tersebut hanya sekitar dua ribu hektare dengan kedalaman tak lebih dari tiga meter, akibat serangan gulma air yakni enceng gondok yang tak terkendali.

Menurut Gusnar, kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan mengingat luas Danau Limboto pada tahun 1930an mencapai delapan ribu hektare dengan kedalaman 30 meter. Luas danau itu terus berkurang pada tahun 1950an menjadi tiga ribu hektare dan memiliki kedalaman tinggal delapan meter.

Jika tak segera ditangani, danau tersebut dikahwatirkan akan berubah menjadi kawasan rawa dan hanya menjadi danau legenda pada 2034, karena penyusutan luas dana juga disertai oleh penggunaaan kawasan danau sebagai pemukiman oleh warga setempat.

Selamatkan Danau Limboto

Tribun GorontaloRabu, 19 Agustus 2009

Sumber : http://www.gorontaloprov.go.id/

Banyak hal sebenarnya yang bisa di ambil dari kondisi Danau Limboto saat ini dan belum lama SMP 14 Kota Gorontalo yang mewakili Provinsi Gorontalo ke Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Nasional menjadi juara 6 bidang IPS dengan tema Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Danau.

Di Gorontalo banyak potensi generasi muda namun hampir di pastikan tidak memiliki kesempatan dan peluang karena persoalan danau adalah merupakan persoalan kita bersama dengan berbagai perubahan sosial yang terjadi di lingkungan danau.

Mengenai danau di satu sisi kita memiliki ilmuwan yang bergelar Doktor bahkan Profesor di bidang lingkungan tapi belum kita rasakan agenda-agenda jangka panjang yang mereka tawarkan.

Danau juga merupakan satu hal yang sangat rumit untuk di hadapi di Provinsi Gorontalo dan harus kita benahi bersama mulai dari sekarang sehingga dapat merumuskan agenda kebangsaan Gorontalo. Dan bukan saja menjadi tempat lahir serta tempat tinggal tetapi adalah sebuah amanah bagi rakyat Gorontalo.

Semua pihak harus mencari solusi yang terbaik untuk penanganan krisis danau limboto dengan upaya mengendalikan lumpur di sekitar danau dan waktu itu tercetus bagaimana kalau di jadikan bahan baku industri semen Portland, sebagai campuran silika yang bisa diambil dari perbukitan sebelah Selatan.

Ini sudah menjadi salah satu agenda anggota DPRD pada saat itu tapi entah bagaimana sekarang yang penting rekomendasi dan hasil analisis laboratorium sudah di serahkan ke Dinas untuk di teruskan ke Gubernur.

Diskusi Danau Limboto

Written by Didi Hermawan

Sumber: http://humas.gorontaloprov.go.id/ Senin, 31 Agustus 2009

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan serta rapat maupun diskusi sebelumnya yang membahas tentang Kelestarian dan Pengelolaan Danau Limboto, bertempat di Ruang Oval, Kantor Gubernur Gorontalo diadakan diskusi yang membahas mengenai pengelolaan danau Limboto yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo Ir. Hi. Gusnar Ismail, MM (31/08)

Dalam arahannya Wagub mengatakan bahwa ada beberapa langkah yang akan diambil oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo yang berhubungan dengan Danau Limboto yang menyangkut pekerjaan sipil, yang mana bahwa untuk saat ini memang sudah ada Peraturan Daerah (Perda) tentang danau Limboto yang intinya bahwa Danau tersebut harus diselamatkan. Menurut Wagub tidak ada cara lain selain harus segera ditetapkannya Sonasi Danau (Batas Danau) yang mempunyai Implikasi Hukum. Hal ini dimaksudkan agar dapat dibuat Green Belt yang dapat menjadi batas hukum wilayah danau sebagai upaya untuk menjaga Danau Limboto dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang mana pembuatan Green Belt tersebut dibuat untuk mengimplementasikan Perda tersebut, ujar Wagub. Wagub berharap agar pertemuan kali ini akan ada hasil positif untuk segera ditindaklanjuti bersama. Sebelumnya Kepala Badan Lingkungan Hidup Riset dan Teknologi Provinsi Gorontalo DR. Herman Paneo, M.Pd mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya diskusi yang melibatkan para insinyur serta para enginerring adalah untuk bagaimana danau limboto agar bisa dipertahankan karena danau yang mempunyai luas 2.537,2 ha serta kedalaman 2-2,5 m ini mempunyai potensi seperti potensi Perikanan, potensi Wisata, Potensi industri serta potensi Riset. Beliau merinci bahwa permasalahan danau Limboto adalah pendangkalan, tutupan enceng gondok dan tanaman air lainnya yang mencapai 70% dari perairan danau, penurunan populasi dan jenis biota perairan serta Okupasi tanah timbul di seputaran danau Limboto. Dalam acara ini turut hadir Wakil dari Badan Pertanahan Nasional, Unsur Dinas yang terkait serta pemerhati masalah lingkungan hidup. (Didi – Humas)

September 2009

Danau Limboto Harus Jadi Perhatian

Sumber: Tribun Gorontalo, Selasa, 01 September 2009

Persoalan pengelolaan Danau Limboto yang kondisinya sangat memprihatinkan dan di butuhkan keseriusan semua pihak baik antar Departemen maupun antar Pemerintah.

Wagub Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan bahwa saat ini luas areal Danau Limboto semakin menyempit dari 8 ribu hektar pada tahun 1932 dengan kedalaman 30 meter dan sekarang hanya tinggal 2.537 hektar dengan kedalaman tidak lebih dari 2.5 meter saja. Ini akibat sedimentasi dan pertumbuhan gulma air yang sangat tinggi sehingga menyebabkan areal dan kedalaman Danau Limboto ini mempunyai banyak potensi seperti potensi perikanan, wisata, industri dan riset.

Menyikapi kondisi danau limboto yang sudah semakin kritis Pemprov Gorontalo sejak tahun 2008 sudah melakukan berbagai upaya penanggulangan seperti studi penanganan danau yang dilakukan bekerjasama dengan lembaga donor dan peneitian, konservasi daerah bagian hulu, master plan danau limboto serta pengawasan illegal logging.

Bahkan Pemprov Gorontalo telah membuat Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Danau Limboto dan langkah selanjutnya yang di lakukan Pemprov Gorontalo dalam penanggulangan danau limboto adalah penyusunan action plan 2010-1014. Ada tiga action plan yang di susun Pemprov Gorontalo yakni pembuatan Green Belt (jalur hijau) pada daerah sempadan danau, pembangunan jalan lingkar danau sekitar 22 kilometer dan pemanfaatan gulma air di danau limboto.

Kepala Balihristi Provinsi Gorontalo Herman Paneo mengatakan bahwa pihaknya memang fokus untuk membenahi kondisi danau limboto yang di nilai sebagai danau terkritis nasional. Dan Pemprov Gorontalo tidak ingin keberadaan danau tersebut di masa yang akan datang justru menjadi penyebab berbagai persoalan sosial seperti banjir sehingga banyak sektor yang harus di kembangkan dari danau limboto tersebut.

Lestarikan Danau Limboto

Tribun Gorontalo, Rabu, 02 September 2009

Sumber: http://www.gorontaloprov.go.id

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan serta rapat maupun diskusi sebelumnya yang membahas tentang Kelestarian dan Pengelolaan Danau Limboto yang di pimpin langsung oleh Wagub Gorontalo Gusnar Ismail.Wagub mengatakan bahwa ada beberapa langkah yang akan di ambil oleh Pemprov Gorontalo yang berhubungan dengan danau limboto yang menyangkut pekerjaan sipil yang mana untuk saat ini memang sudah ada Perda tentang danau limboto yang intinya danau limboto harus di selamatkan.

Menurut Wagub tidak ada cara lain yang harus di lakukan selain batas danau yang mempunyai Implikasi Hukum, hal ini dimaksudkan agar dapat di buat Green Belt yang dapat menjadi batas hukum wilayah danau sebagai upaya untuk menjaga danau limboto dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang mana dalam pembuatan green belt tersebut di buat untuk mengimplementasikan Perda tersebut sehingga Wagub berharap dalam pertemuan kali ini akan ada hasil positif untuk di tindak lanjuti bersama.

Kepala Balihristi Provinsi Gorontalo Herman Paneo mengatakan bahwa tujuan dari di adakannya diskusi yang melibatkan para insiyur serta para enginerring adalah untuk bagaimana danau limboto agar bisa di pertahankan karena danau yang mempunyai luas 2.537,2 hektar serta kedalaman 2-2.5 meter ini akan mempunyai potensi dalam bidang perikanan, wisata, industri dan riset.

Permasalahan danau limboto adalah pendangkalan, tutupan eceng gondok dan tanaman air lainnya yang mencapai 70 % dari perairan danau, penurunan populasi dan jenis biota perairan serta okupasi tanah yang timbul di seputaran danau limboto. Dalam acara ini turut hadir Wakil dari BPN dan unsur terkait serta pemerhati masalah lingkungan.

REHABILITASI DANAU LIMBOTO HARUS LIBATKAN PUTRA DAERAH

Sumber: http://docs.google.com/ 03 September 2009

Gorontalo, 2/9 (Antara/FINROLL News) – Proses rehabilitasi Danau Limboto di Gorontalo harus melibatkan pakar yang merupakan putra daerah setempat, agar penanganannya bisa menyentuh berbagai dimensi.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Menteri Riset dan Teknologi, Prof Dr Ir Benyamin Lakitan, di Gorontalo, Rabu.

“Kalau hanya dari segi fisik ekologisnya, bisa dilibatkan konsultan dari luar, namun kalau sudah masuk pada dimensi sosio-kultural, maka mutlak dibutuhkan putra daerah, yang memahami betul hal tersebut,” katnya.

Benyamin mengatakan, berbagai dimensi yang terkait dengan rehabilitasi Danau Limboto merupakan hal yang krusial, dibandingkan dengan penanganan dari segi teknis.

“Diperlukan orang yang benar-benar memahami bagaimana kondisi mental masyarakat yang tinggal di pesisir danau, dan menggantungkan hidupnya dari sana,” kata dia.
Sejauh ini, menurutnya proses rehabilitasi danau-danau d seluruh Indonesia, masih cenderung mengutamakan dimensi-dimensi teknis, serta banyak melibatkan pakar atau tim ahli dari luar daerah.

Akibatnya, proses rehabilitasi yang diupayakan oleh pemerintah daerah, tidak sampai menyentuh atau dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

“Yang jelas, proses rehabilitasi tidak boleh hanya dilakukan secara sesaat atau hanya sebatas proyek, namun harus terprogram dan berkesinambungan,” lanjutnya.

Danau Limboto merupakan salah satu danau yang menjadi prioritas dalam pembahasan Konferensi Nasional Danau Indonesia (KNDI), yang digelar di Bali 13 hingga 15 Agustus 2009 yang lalu.

Dari data terakhir, pada tahun 1972-2002 Danau Limboto mengalami penyusutan luas dengan laju mencapai 50 hektare per tahun dan laju sedimentasi sampai 1,5-50 cm per tahun. B/Z003

Pusatkan Perhatian ke Danau Limboto

Tribun Gorontalo, Jumat, 18 September 2009

Sumber : http://www.gorontaloprov.go.id/

Pemerintah Provinsi dan Kab. Gorontalo sangat di harapkan untuk dapat memusatkan perhatian kepada pembenahan danau limboto karena kondisi danau limboto saat ini sangat memprihatinkan dan sebahagian besar sudah tertutup dengan eceng gondok.Kondisi danau limboto yang sudah sangat memprihatinkan ini sudah berlangsung puluhan tahun dan tidak pernah ada penanganan secara serius dari pemerintah terkait. Pemerintah kan bisa saja membuat eceng gondok menjadi salah satu bahan baku komersil yang bisa di buat pupuk atau kompos bahkan bisa juga di jadikan makanan karena bijinya yang banyak mengandung protein tapi harus di kelola terlebih dahulu.Aleg Deprov Ahmad Bagulu mengatakan bahwa jika ada semacam pusat pengelolaan eceng gondok di Gorontalo dimana di situ di jelaskan mengenai apa dan bagaimana manfaat dari eceng gondok maka di pastikan banyak masyarakat yang akan menggunakan eceng gondok sebagai bahan baku, dan kalau sudah ada itu maka tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk membersihkan eceng gondok yang sudah menutupi danau limboto karena dengan sendirinya masyarakat setempat akan mencari eceng gondok yang akhirnya bermanfaat bagi mereka karena bahan baku tersebut gratis dan tidak perlu dibeli dan harus ada sosialisasi kepada masyarakat di sekitar danau limboto.Perlu juga adanya keterlibatan perguruan tinggi misalnya saat KKN bisa di tempatkan di bantaran danau. Danau limboto ini jika di kelola dengan baik maka bisa saja jadi objek wisata hanya saja kondisinya sudah sangat memprihatinkan bahkan sudah ada karamba, sampah rumah tangga dll.


Pusatkan Perhatian Ke Danau Limboto

Tribun Gorontalo, Rabu, 21 Oktober 2009

Sumber:http://www.gorontaloprov.go.id/

Pemprov Gorontalo dan Kab. Gorontalo sangat di harapkan untuk dapat memusatkan perhatian kepada pembenahan danau limboto karena kondisi danau limboto saat ini sangat memprihatinkan dan sebagian besar sudah tertutup dengan eceng gondok.

Kondisi danau limboto yang sudah sangat memprihatinkan ini telah berlangsung puluhan tahun dan tidak pernah ada penanganan secara serius dari pemerintah terkait. Pemerintah kan bisa saja membuat eceng gondok menjadi salah satu bahan baku komersil yang bisa di buat pupuk atau kompos bahkan bisa di jadikan makanan karena bijinya mengandung banyak protein yang harus di kelola lebih dahulu.

Jika ada semacam pusat pengelolaan eceng gondok di Gorontalo maka bisa di jelaskan mengenai apa dan bagaimana manfaat dari eceng gondok sehingga dapat di pastikan banyak masyarakat yang akan menggunakan eceng gondok sebagai bahan baku, tetapi kalau sudah ada itu maka tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk membersihkan eceng gondok yang sudah menutupi danau limboto karena masyarakat akan dengan sendirinya mencari eceng gondok untuk di gunakan sebagai bahan baku apalagi banhan bakunya gratis dan tidak perlu di beli lagi.

Anggota Deprov Ahmad Bagulu berharap ada sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di bantaran danau limboto agar mereka bisa ikut menjaga danau itu dan perlu juga ada keterlibatan perguruan tinggi misalnya saat KKN bisa di tempatkan di bantaran danau sehingga jika di kelola dengan baik maka bisa saja jadi objek wisata hanya saja memprihatinkan kondisinya karena sudah ada karamba, sampah rumah tangga dan limbah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: