Berita 2010-2 (Mei-Agt)

Juni 2010

Danau Limboto Meluap, Ribuan Warga Mengungsi

Sumber:  http://www.antaranews.com/ Rabu, 23 Juni 2010

Gorontalo (ANTARA News) – Sedikitnya 262 rumah di kawasan bantaran Danau Limboto, Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, Gorontalo, tergenang akibat meluapnya danau terbesar di provinsi itu, Rabu.

Ribuan warga masih mengungsi ke kantor kelurahan dan sejumlah posko darurat, sebagian lainnya memilih tingal di rumah sanak saudaranya yang lebih aman, sejak danau tersebut meluap Sabtu (19/6) lalu.

“Biasanya, genangan air akibat luapan danau ini akan berlangsung lama, bisa mencapai satu bulan,” kata Sekretaris Kelurahan, Daud T. Hau, saat ditemui sejumlah wartawan.

Rumah-rumah penduduk terendam sedalam 1,5 meter dan 1.236 warganya mengungsi, sebagian dari mereka balita dan usia lanjut, bahkan wanita hamil.

“Jumlah balita tercatat 130 orang, dan orang lanjut usia 96 orang, serta empat orang ibu hamil,” Ujarnya.

Mereka yang berada di empat posko darurat yang didirikan pemerintah, selama ini hanya mendapatkan bantuan nasi bungkus dari dinas sosial setempat.

“Itu pun hanya satu kali, setelah itu tidak ada lagi,” ujarnya.

Luapan Danau Limboto Diperkirakan Berlangsung Sebulan

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/ 23 Juni 2010

TEMPO Interaktif, Gorontolo – Banjir yang melanda Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, merendam 262 rumah. Hingga kini banjir akibat luapan danau Limboto itu juga tak kunjung surut.

Luapan danau itu terjadi sejak hari Sabtu, 19 Juni lalu. Akibat luapan danau terbesar di Gorontalo itu, warga mengungsi ke kantor kelurahan setempat dan rumah-rumah yang lebih tinggi. ”Luapan air danau ini akan berlangsung cukup lama. Bahkan hingga sebulan,” kata sekretaris kelurahan, Daud T. Hau, kepada Tempo, Rabu (23/6).

Selain ratusan rumah yang terendam, sebanyak 232 kepala keluarga atau 1236 jiwa, ikut menjadi korban. Saat ini, korban luapan danau Limboto mengungsi diempat titik posko yang dibangun pemerintah kelurahan. ”Selain itu, ada 130 balita, 96 lanjut usia, serta empat orang ibu hamil dan saat ini masih tinggal dipengungsian,” kata Daud.

Menurutnya, warga korban luapan hingga satu pekan ini belum mendapatkan bantuan dari dinas sosial. ”Pernah ada bantuan dari pemerintah kota, tapi itupun hanya nasi bungkus. Setelah itu tak ada lagi,” kata Daud.

Nixon Ahmad, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Gorontalo, saat dikonfirmasi mengaku belum menerima data korban luapan danau Limboto dari kelurahan. ”Kami sudah memberikan bantuan nasi bungkus siap saji, tapi belum ada data jumlah korban,” ujarnya.

CHRISTOPEL PAINO

Danau Limboto Meluap 262 Rumah Terendam

Sumber: http://www.surya.co.id/ 23 Juni 2010

GORONTALO – SURYA – Sebanyak 262 rumah di kawasan bantaran Danau Limboto, Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, hingga Rabu (23/6/2010) siang masih terendam air akibat luapan danau terbesar di provinsi itu.

Ribuan warga setempat juga masih mengungsi ke kantor kelurahan setempat dan sejumlah posko darurat, sementara sebagian lainnya memilih tingal di rumah sanak saudaranya yang lebih aman, sejak danau tersebut pertama kali meluap, pada Sabtu lalu.

“Biasanya, genangan air akibat luapan danau ini akan berlangsung lama, bisa mencapai satu bulan,” kata Sekretaris Kelurahan, Daud T. Hau, saat ditemui sejumlah wartawan.

Ketinggian air rata-rata yang menggenangi rumah warga tersebut, sekitar 1,5 meter. Saat ini jumlah warga yang menjadi pengungsi di wilayah itu mencapai 1.236 orang, yang kebanyakan adalah balita, orang tua lanjut usia dan ibu hamil.

“Jumlah balita tercatat 130 orang, dan orang tua lanjut usia sebanyak 96 orang, serta empat orang ibu hamil,” ujarnya.

Mereka bertahan pada empat posko darurat yang didirikan oleh pemerintah setempat.

Dia menambahkan, ribuan pengungsi, sejauh ini hanya mendapatkan bantuan nasi bungkus dari Dinas Sosial Kota Gorontalo. “Itupun hanya satu kali, setelah itu tidak ada lagi,” ujarnya.
bnj/ant/kcm

Banjir di Bantaran Danau Limboto Meluas

Sumber: http://regional.kompas.com/ 24 Juni 2010

GORONTALO, KOMPAS.com – Banjir akibat luapan air Danau Limboto di wilayah Kabupaten Gorontalo yang telah berlangsung sejak hampir dua pekan terakhir semakin meluas. Berdasarkan pantauan, Kamis (24/6/2010), di bantaran Danau Limboto, banjir yang tadinya merendam ratusan rumah warga Desa Tabumela, kini meluas hingga ke desa tetangga, yakni Desa Tilote, Kecamatan Tilango.

Ketinggian air yang meluas hingga di desa tersebut, berkisar antara tiga centimeter hingga setengah meter. “Rumah yang letaknya lebih dekat batasnya dengan Desa Tabumela, lebih duluan terendam banjir,” kata Irfan, salah seorang warga Desa Tilote.

Kini warga setempat mulai bersiap-siap mendirikan panggung di beranda rumah mereka, sebagai tempat tinggal darurat.

Sebelumnya, luapan air Danau Limboto menggenangi Desa Tabumela, yang jaraknya sekitar satu kilometer dari tepi Danau Limboto. Sebagian besar dari 1.361 penduduk setempat, hingga kini memilih bertahan di rumah mereka. Luapan air danau terbesar di Gorontalo itu mulai menyambangi rumah mereka sejak Rabu (16/6/2010) lalu.

Luapan juga merendam 262 rumah di Kelurahan Lekobalo, yang juga masih berada di kawasan Danau Limboto. Karena minimnya bantuan makanan dan obat-obatan, banyak warga setempat terutama balita dan orang lanjut usia, yang dikabarkan mulai diserang penyakit batuk, diare dan gatal-gatal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: