Berita 2011-2 (Jul-Des)

Juli 2011

Pemprov Gorontalo Siapkan Rp. 250 M Selamatkan Danau Limboto dari Enceng Gondok

Sumber: http://www.manadotoday.com/  21 Juli 2011 

Gorontalo Today – Untuk mengatasi pendangkalan yang terjadi di danau Limboto, akibat serangan Enceng Gondok, Pemprov Gorontalo siapkan dana sekitar Rp. 250 miliar, untuk pemulihan kondisi tersebut, selama beberapa tahun ke depan.

Menurut Wakil Gubernur Gorontalo, Tony Uloli, pihaknya akan berusaha agar danau limboto tak akan kering. Sebab, data dari Badan Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi Informasi Gorontalo, menyatakan kedalaman Danau Limboto saat ini, tinggal satu hingga dua meter.

“Dari anggaran tersebut, sekitar Rp. 50 miliar, akan kami gunakan untuk biaya pengerukan danau,” jelas Uloli.

Lanjutnya mengatakan, pihaknya juga akan berusaha untuk membatasi pembukaan areal pemukiman di pesisir danau. (ann/ton)

Oktober 2011

Wagub Tegaskan Pembenahan Danau Limboto Saat Sholat Jumaat di Baiturahman

Sumber: http://gorontaloonline.com/ 7 Oktober 2011

GORONTALO (go!) – Wakil Gubernur Gorontalo H. Tonny Uloli, SE, MM tidak henti-hentinya memberikan perhatian kepada masyarakat Gorontalo untuk bisa mandiri, ini di buktikan dengan program – program yang terus dilakukan oleh pemerintah provinsi Gorontalo salah satunya adalah dana bergulir, dimana dana bergulir ini akan di salurkan kepada masyarakat terutama pedangan kecil dan menengah dan dana bergulir ini mempunyai suku bunga yang sangat kecil yaitu 4 % pertahun kata wakil Gubenur pada saat sholat Jum’at di mesjid Nurul Iman Limboto (07/10).

Pada kesempatan tersebut pula Wakil Gubernur Gorontalo memaparkan program – program unggulan selama 5 tahun kedepan diantaranya yaitu perbaikan infrastruktur daerah, terutama danau limboto, karena danau limboto ini merupakan kebangaan bagi masyarakat Gorontalo khususnya masyarakat Limboto, khusus danau Limboto ini mendapat kucuran dana pertahunnya 50 Miliyar, jadi selama 5 tahun untuk perbaikan danau Limboto sebanyak 250 Miliar kata Wagub.

Tidak hanya itu di kepemimpin Gusnar Ismail dan Tonny Uloli ini mengedepankan penyerapan tenaga kerja yang banyak sehingga bisa menekan angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo, kemudian untuk embar kasih juga menjadi prioritas utama bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kata Wagub

“Ini sangat penting, agar para jama’ah haji yang ada akan naik haji tidak sibuk-sibuk lagi harus kemakasar, serta jama’ah haji pun bisa berhemat karena tidak perlu lagi membayar ongkos lokalan Transportasi dan dengan adanya Embar Kasih Haji ini juga bisa mengerakkan perkonomian yang ada di Provinsi Gorontalo, karena secara otomatis pedagang kecil dan menegan akan mendapatkan tambahan pendapatan di mana jualan mereka pasti akan laris”. imbuhnya.

Dan di akhir sambutannya beliau menghimbau kepada masyakat untuk ikut serta mensukseskan pemilhan Gubernur yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 November 2011, dan mengunakan hak pilihnya sebaik-baik mungkin untuk memilih pemimpinnya. (PR*)

Gubernur Gorontalo : Danau Limboto Harus Diselamatkan

Sumber: http://gorontalo.tribunnews.com/ 14 Oktober 2011 

GORONTALO, TRIBUNGORONTTALO.COM- Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengatakan, Danau Limboto yang menjadi kebanggaan daerah itu, harus segera diselamatkan dari ancaman kekeringan.

Menurut Gusnar pemerintah daerah terus berupaya untuk segera menyelamatkan kelestarian Danau Limboto, yang saat ini sudah semakin dangkal karena kondisi debit air tinggal 1,5 meter. “Jika kita tidak segera menyelamatkan danau yang menjadi andalan masyarakat Gorontalo, maka dalam waktu dekat tinggal menjadi kenangan,” katanya, Jumat (14/10/2011).

Dia menjelas danau Limboto merupakan potensi alam yang dimiliki Gorontalo, namun saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, selain terjadi pendangkalan juga banyak tumbuhan liar yang tumbuh.

Dia mengatakan, beberapa tahun lalu kedalaman Danau Limboto masih mencapai lima meter, namun berdasarkan survei dan hasil evaluasi yang dilakukan, saat ini hanya tinggal 1,5 meter dan banyak lumpur yang ada di dasar kolam danau tersebut.

Selain lumpur berasal dari pegunungan di sekitar danau yang terbawa erosi setiap kali hujan turun, juga banyak tumbuhan liar seperti enceng gondok menutupi air yang ada di Danau Limboto.
“Pemerintah provinsi akan segera mengalokasi dana untuk menyelamatan danau Limboto,” kata Gusnar, namun tidak menyebutkan secara rinci besarnya dana.

Selain itu, berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah semakin perkembangannya tanaman liar enceng gondok, dengan mendatang mesin yang bisa mengolah menjadi bahan baku untuk kerajinan.

“Kami juga sudah mendatangkan sejumlah jenis ikan yang punya ciri khas memakan tanaman enceng gondok, untuk dilepas pada kolam danau,” kata Gusnar.

Sejumlah warga dipesisir Danau Limboto ketika ditemui mengatakan, jika ingin menyelamatkan kelestariannya, pemerintah harus menertibkan dulu jaring dan karamba yang ada. Selain itu melarang penebangan liar yang dilakukan warga di areal sekitar pegunungan yang ada disekitar danau Limboto, sehingga bila terjadi hujan tidak akan mengakibatkan erosi yang membawa material berupa pasir dan tanah, yang selama ini menimbun kolam danau. (*/tribungorontalo.com)

Debit air Danau Limboto Tinggal 1,5 Meter

Sumber: http://www.manadotoday.com/14 Oktober 2011 

Manadotoday.com, Gorontalo – Kondisi debit air Danau Limboto, danau kebanggaan daerah Gorontalo tinggal 1,5 meter. Atas dasar itu, pemerintah daerah terus berupaya untuk menyelamat kelestarian danau ini.

Hal ini ditegaskan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, Jumat hari ini. “Bila kita tidak segera menyelamatkan danau yang menjadi andalan masyarakat Gorontalo, maka dalam waktu dekat danau ini tinggal menjadi kenangan,” katanya.

Gusnar menguraikan, Danau Limboto merupakan potensi alam yang dimiliki Gorontalo, namun saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, selain terjadi pendangkalan juga banyak tumbuhan liar yang tumbuh. Beberapa tahun lalu kedalaman Danau Limboto masih mencapai lima meter. Tapi berdasarkan survei dan hasil evaluasi yang dilakukan, saat ini hanya tinggal 1,5 meter dan banyak lumpur yang ada di dasar danau tersebut.

Bukan hanya lumpur yang berasal dari pegunungan di sekitar danau yang terbawa erosi setiap kali hujan turun, namun banyak tumbuhan liar seperti enceng gondok menutupi air yang ada di Danau Limboto. “Pemerintah provinsi akan segera mengalokasi dana untuk menyelamatan danau Limboto,” kata Gusnar, namun tidak menyebutkan secara rinci besarnya dana.

Lebih lanjut ujarnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah semakin perkembangannya tanaman liar enceng gondok, dengan mendatang mesin yang bisa mengolah menjadi bahan baku untuk kerajinan. “Kami juga sudah mendatangkan sejumlah jenis ikan yang punya ciri khas memakan tanaman enceng gondok, untuk dilepas pada kolam danau,” kata Gusnar. (ant/hma)

Danau Kebanggaan Gorontalo Terancam Kekeringan

Sumber:http://www.republika.co.id/  14 Oktober 2011 

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengatakan, Danau Limboto yang menjadi kebanggaan daerah itu, harus segera diselamatkan dari ancaman kekeringan.

Menurut Gubernur, Jumat, bahwa pemerintah daerah terus berupaya untuk segera menyelamatkan kelestarian Danau Limboto, yang saat ini sudah semakin dangkal karena kondisi debit air tinggal 1,5 meter.

“Jika kita tidak segera menyelamatkan danau yang menjadi andalan masyarakat Gorontalo, maka dalam waktu dekat tinggal menjadi kenangan,” katanya.

Dia menjelas bahwa, Danau Limboto merupakan potensi alam yang dimiliki Gorontalo, namun saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, selain terjadi pendangkalan juga banyak tumbuhan liar yang tumbuh.

Dia mengatakan, beberapa tahun lalu kedalaman Danau Limboto masih mencapai lima meter, namun berdasarkan survei dan hasil evaluasi yang dilakukan, saat ini hanya tinggal 1,5 meter dan banyak lumpur yang ada di dasar kolam danau tersebut.

Selain lumpur berasal dari pegunungan di sekitar danau yang terbawa erosi setiap kali hujan turun, juga banyak tumbuhan liar seperti enceng gondok menutupi air yang ada di Danau Limboto. “Pemerintah provinsi akan segera mengalokasi dana untuk menyelamatan danau Limboto,” kata Gusnar, namun tidak menyebutkan secara rinci besarnya dana.

Selain itu, berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah semakin perkembangannya tanaman liar enceng gondok, dengan mendatang mesin yang bisa mengolah menjadi bahan baku untuk kerajinan. “Kami juga sudah mendatangkan sejumlah jenis ikan yang punya ciri khas memakan tanaman enceng gondok, untuk dilepas pada kolam danau,” kata Gusnar. Sejumlah warga dipesisir Danau Limboto ketika ditemui mengatakan, jika ingin menyelamatkan kelestariannya, pemerintah harus menertibkan dulu jaring dan karamba yang ada.

Selain itu melarang penebangan liar yang dilakukan warga di areal sekitar pegunungan yang ada disekitar danau Limboto, sehingga bila terjadi hujan tidak akan mengakibatkan erosi yang membawa material berupa pasir dan tanah, yang selama ini menimbun kolam danau.
Redaktur: Siwi Tri Puji B, Sumber: Antara

November 2011

Calon Gubernur Gorontalo Gusnar Pertanyakan Cara Penyelamatan Danau Limboto

Sumber:   http://infogorontalo.com/ 3 November 2011 

GORONTALO, TRIBUNGORONTALO.COM – Sebagai Bupati Gorontalo yang daerahnya memiliki kekayaan besar seperti Danau Limboto, Gusnar mempertanyakan cara bupati Gorontalo dua periode tersebut menyelamatkan Danau Limboto.

“Banyak studi, seminar, dan penelitian terkait dengan penyelamatan Danau Limboto yang sudah dilakukan, tetapi semua tidak cukup. Maka langkah yang perlu dilakukan sebaiknya kita pembinaan terlebih dahulu,” jawab David, Rabu (2/11/2011).

Masih kata David, bahwa pembinaan yang harus dilakukan diutamakan kepada masyarakat di lingkungan Danau Limboto, dengan tidak melakukan pengerukan dan memasang pondasi.

Menurut David pengerukan dan pembangunan pondasi hanya akan mengakibatkan Kota Gorontalo tenggelam. Mengingat dari hasil pengerukan banyak pasir yang akan lari sungai dan sungai akan semakin dangkal.(*/Tribungorontalo.com)

Bupati Gorontalo Ajak Selamatkan Danau Limboto 

Sumber:  http://cahayamanado.com/2011/11/02/

GORONTALO, CAHAYAMANADO – Penyelamatan Danau Limboto di Provinsi Gorontalo, menjadi isu sentral yang memerlukan perhatian serius pemerintah daerah (pemda) setempat, kata Bupati Kabupaten Gorontalo, David Bobihoe Akib.

“Pendangkalan yang terjadi di Danau Limboto, sudah menjadi masalah internasional,” kata David Bobihoe Akib pada debat kandidat calon gubernur dan calon wakil gubernur Provinsi Gorontalo, Rabu.

Sebagai pasangan satu-satunya yang memilih jalur independen menuju kursi Gubernur periode tahun 2012-2017, David mengaku akan membuat langkah konkrit terkait penyelamatan Danau Limboto.

Olehnya, pemerintah daerah secara terpadu, harus merancang program konkrit untuk menyelamatkan Danau Limboto.

Diantaranya, memberi pembinaan secara intensif pada masyarakat yang tinggal di area sepanjang Danau Limboto.

Tidak hanya itu, kata David, program perlambatan proses pendangkalan harus menjadi prioritas penting dalam upaya penyelamatan danau tersebut.

Dimana sesuai data dari Badan Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi Informasi (Balihristi) Provinsi Gorontalo, selang tahun 1990 – 2008 kedalamannya tinggal 2,5 meter dan luasnya hanya tersisa 3.000 hektare.

Banyak masukan yang disampaikan lembaga swadaya masyarakat (LSM), pemerhati konservasi sungai dan danau, lewat berbagai seminar, diskusi ilmiah bagi Pemerintah Kabupaten Gorontalo.

Namun, upaya pengerukan danau dengan membangun tanggul keliling, dinilai bukan langkah konkrit yang harus ditempuh pemerintah.
“Gorontalo hanya akan tinggal kenangan jika konservasi Danau Limboto tidak segera dilakukan,” ungkapnya.

Memang anggaran yang digunakan untuk penyelamatan Danau Limboto tidaklah sedikit, namun dengan pembinaan secara intensif pada masyarakat, diharapkan akan memperlambat proses pendangkalan danau yang telah menjadi ikon Provinsi Gorontalo.

Debat kandidat sebagai rangkaian tahapan Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Gorontalo, diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum setempat.

Tiga pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur tersebut, pasangan nomor urut 1 yaitu Rusli Habibie dan Idris Rahim, nomor urut 2 Gusnar Ismail dan Toni Uloli serta nomor urut 3 David Bobihoe Akib dan Nelson Pomalingo.(ant/rcm2)

Warga Pesisir Danau Limboto Waspada Banjir

Sumber:http://gorontalo.tribunnews.com/  8 November 2011 

GORONTALO, TRIBUNGORONTALO.COM- Puluhan kepala keluarga (KK) yang tinggal di pesisir Danau Limboto, Gorontalo, kini waspada banjir menyusul hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.

Koja, salah seorang warga Desa Tabumela, Kabupaten Gorontalo, mengatakan, sejumlah desa yang ada di pesisir Danau Limboto selalu menjadi langganan banjir pada musim hujan karena wilayahnya lebih rendah dari danau.

Selain itu, sejumlah sungai yang memasok air ke Danau Limboto sudah dangkal, sehingga bila hujan turun selama beberapa hari maka tidak lagi bisa menampung air sehingga merendam rumah warga di sekitarnya.

“Jika hujan turun deras selama tiga hari berturut-turut, maka sudah dapat dipastikan puluhan rumah terendam,” kata Koja, Selasa,(7/11/2011)

Mudin salah seorang warga Lekobalo Kota Barat, Kota Gorontalo, mengatakan, setelah hujan menguyur wilayah ini selama beberapa hari terakhir, banyak warga yang bersiap-siap mengungsi.

Sebagian besar rumah di pesisir Danau Limboto akan terendam selama beberapa bulan bila hujan terus menerus menguyur wilayah ini, sebab sungai tidak berfungsi sebagai mestinya dalam menampung air. “Tahun lalu, wilayah pesisir Danau Limboto terendam banjir selama tujuh bulan,” kata Mudin.

Dia menambahkan, sejumlah warga juga waspada terjadinya wabah penyakit terutama gatal-gatal serta diare yang sering diderita anak-anak kecil saat banjir.

Warga minta Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk membantu mereka terutama menyediakan obat-obatan, air bersih serta mendirikan posko penanggulangan bencana, sebab wilayah ini pasti lama terendam banjir. (*/tribungorontalo.com)

Sampai 2014, Pemerintah Akan Fokus Penyelamatan 15 Danau

Sumber:  http://www.tempo.co/ 10 November 2011

TEMPO.CO, Jakarta:- Sebanyak 15 danau di Indonesia saat ini masuk dalam prioritas dalam proses penyelamatan lingkungan oleh Kementrian Lingkungan Hidup.

Deputi Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup, Arief Yuwono menuturkan 15 danau yang jadi prioritas. Sebanyak 15 danau itu diantaranya meliputi Danau Toba (Sumatera Utara), Danau Maninjau (Sumatera Barat), Danau Singkarak (Sumatera Barat), Danau Kerinci (Jambi), Rawa Danau (Banten), Danau Rawapening (Jawa Tengah), Danau Batur (Bali), Danau Tempe (Sulawesi Selatan), Danau Matano (Sulawesi Selatan), Danau Poso (Sulawesi Tengah), Danau Tondano (Sulawesi Utara), Danau Limboto (Gorontalo), Danau Sentarum (Kalimantan Barat), Danau Semayang, Melintang, dan Jempang (Kalimantan Timur), dan Danau Sentani (Papua).

“Targetnya sampai 2014 program penyelematan lingkungan untuk 15 danau itu selesai,” kata Arief kepada Tempo usai menghadiri The 10th Asia Pasific Roundtable for Sustainable Consumption and Production (APRSCP) di Hotel Sheraton Yogyakarta Rabu 9 November. Turut hadir dalam acara itu Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya dan Gubernur DIY Sultan HB X.

Dikatakan Arief, untuk pilot project penyelamatan pihak kementrian pada 2010-2011 ini telah mengambil satu sampel yakni Rawa Pening di Kabupaten Semarang Jawa Tengah. “Di Rawa Pening sejumlah program penyelematan sudah dilakukan pemerintah daerah, namun justru kondisinya semakin parah. Ini yang masih kami cari tahu sebabnya,” kata dia.

Kerusakan di Rawa Pening, akibat suburnya tanaman enceng gondok yang menutupi hampir 70 persen danau dengan luas sekitar 2.670 hektar itu.

Contoh lain, di Danau Limboto, dari kajian kementrian lingkungan hidup, disebutkan danau itu sudah mengalami kerusakan berupa pendangkalan secara tajam. Tercatat pada 1932 luasnya sekitar 7 ribu hektar dengan kedalaman 14 meter tapi kini tersisa 3 ribu hektar dengan kedalaman sekitar 3-4 meter saja. “Sebentar lagi Limboto bisa jadi lapangan sepakbola itu kalau terus dibiarkan,” kata dia.

Sementara di Danau Toba, Arief menyebut kerusakan lebih pada kegiatan masyarakat yang terjadi didaerah hulu yang akhirnya mengubah fungsi peruntukan seperti pemukiman dan aktivitas petanian sehingga mengganggu kondisi tanah. “Kalau ada hujan akan langsung meluncur saja, dn membahayakan masyarakat,” kata dia.

Proses penyelamatan ini dimaksudkan untuk mengembalikan fungsi danau. “Juga untuk mengantisipasi dan adaptasi perubahan iklim saat ini dan masa datang,” kata dia. Setelah 15 danau itu, maka ada 840 danau lain yang akan menjadi fokus penyelamatan.

Sementara itu, dalam pembukaan konferensi lingkungan bertema Leading to Green Bussines From Local Initiative to Global Winner yang akan melibatkan 125 narasumber dan dihadiri sekitar 300 peserta dari 28 negara itu, Kambuaya menuturkan untuk perlindungan lingkungan hidup perlu adanya perbaikan kualitas kehidupan melalui penerapan konsumsi dan produksi secara berkelanjutan.

Warga Bantaran Danau Limboto Cemaskan Banjir

Sumber: http://gorontalo.tribunnews.com/ 27 November 2011 

GORONTALO, TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah Warga yang tinggal di bantaran Danau Limboto, mulai mencemaskan ancaman banjir, mengingat tingginya curah hujan beberapa hari terakhir.

Salah satu warga desa Tabumela, Kabupaten Gorontalo, Ramla, Minggu (28/11/2011)mengatakan, meski hingga saat ini belum terjadi luapan danau, namun hal itu bisa terjadi sewaktu-waktu apabila hujan turun deras dalam sehari.

“Satu hari saja hujan deras mengguyur Gorontalo, maka sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) ke Danau Limboto akan meluap, dan menggenangi ratusan rumah penduduk,” kata dia.

Hal serupa dikemukakan Mustapa, warga kelurahan Pilolodaa, Kota Gorontalo, bahwa ancaman banjir sering terjadi di daerah itu. Biasanya luapan Danau Limboto yang merendam ratusan rumah penduduk di kelurahan tersebut, dikenal cukup lama hingga berbulan-bulan.

“Tahun 2010 lalu, luapan Danau Limboto bertahan hingga nyaris satu tahun,” kata dia.

Meski begitu, sebagian besar penduduk di bantaran Danau Limboto, memilih tetap tinggal di rumahnya yang tergenang, meski harus mendirikan panggung-panggung darurat. “Mau bagaimana lagi, kami terlanjur hidup turun temurun di tepi Danau Limboto,” katanya. (*/tribungorontalo.com)

Desember 2011

Warga Pesisir Danau Limboto Waspadai Banjir

Sumber: http://gorontalo.tribunnews.com/ 5 Desember 2011 

GORONTALO, TRIBUNGORONTALO.COM – Puluhan keluarga di pesisir Danau Limboto, Kabupaten Gorontalo, mulai waspada terhadap kemungkinan banjir menyusul hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (4/12) hingga Senin pagi.

Seorang warga sekitar Danau Limboto di Desa Tilote, Kabupaten Gorontalo Karim di Gorontalo, Senin, mengatakan, sejumlah desa di pesisir danau setempat memang menjadi langganan banjir karena wilayahnya rendah.

Selain itu, katanya, sejumlah sungai yang selama ini memasok air ke Danau Limboto sudah dangkal. Bila hujan turun selama beberapa hari alur sungai itu tidak bisa menampung air sehingga meluap dan merendam rumah warga.

“Jika hujan turun deras selama tiga hari berturut-turut, maka sudah dapat dipastikan puluhan rumah pasti terendam,” katanya.

Seorang warga Lekobalo Kota Barat, Kota Gorontalo Marto mengatakan, setelah hujan menguyur wilayah itu selama dua hari berturut-turut, banyak warga mulai bersiap-siap mengantisipasi banjir.

Dia menjelaskan, sebagian besar rumah di pesisir Danau Limboto akan terendam selama beberapa bulan bila hujan terus menerus menguyur wilayah itu, sebab sungai tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya untuk menampung air.
“Tahun lalu wilayah pesisir Danau Limboto terendam dengan banjir selama beberapa bulan,” katanya.

Ia mengatakan, selain waspada terhadap banjir, sejumlah warga juga waspada penyakit terutama gatal-gatal dan diare yang sering menimpa anak-anak.

Setelah hujan mengguyur Gorontalo sejak Minggu (4/12/2011) hingga Senin pagi, air sungai di sekitar Danau Limboto mulai naik dan mengakibatkan warga mulai waspada bencana.

Warga minta Pemerintah Provinsi Gorontalo menyiapkan bantuan antara lain obat-obatan, air bersih, dan posko penanggulangan bencana, sebab wilayah itu dipastikan mereka cukup lama terendam banjir.

Desa sekitar danau Limboto mulai tergenang

Sumber:http://www.antaranews.com/ 7 Desember 2011  

Gorontalo (ANTARA News) – Hujan yang turun selama beberapa hari terakhir mengakibatkan rumah-rumah warga di kawasan Danau Limboto, Gorontalo mulai kebanjiran.

Berdasarkan pantauan di Gorontalo, Rabu, wilayah Danau Limboto yang mulai terendam banjir yakni Desa Tualango, Dulomo, Tilote, Tabumela, Ilotidea, dan Bungalo, Kabupaten Gorontalo. Air juga menggenang di beberapa bagian u Kelurahan Lekobalo dan Dembe, Kota Gorontalo.

Sejumlah warga setempat mengatakan, banjir yang merendam rumah mereka karena danau itu tidak bisa lagi menampung air yang berasal dari sungai di daerah tersebut.

“Kolam Danau Limboto sudah dangkal sehingga tidak bisa lagi menampung debit air yang begitu banyak,” kata seorang warga Desa Tualango, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, di sekitar danau itu Rustam.

Dia menjelaskan, sejak Selasa (6/12) sore rumah warga setempat mulai kebanjiran, setelah hujan mengguyur selama beberapa hari terakhir.

Seorang warga setempat lainnya Adam mengatakan, sudah menjadi kebiasaan jika hujan turun selama beberapa hari, kawasan tersebut kebanjiran dari Danau Limboto.

Jika banjir terus menerjang wilayah tersebut, katanya, ketinggian air bisa mencapai satu hingga 1,5 meter.
(M031)  Editor: Aditia Maruli  , COPYRIGHT © 2011

Warga Danau Limboto Kebanjiran

Sumber:  http://www.108csr.com/7 Desember 2011

108CSR.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang turun selama beberapa hari terakhir mengakibatkan rumah-rumah warga di kawasan Danau Limboto, Gorontalo, kebanjiran. Beberapa desa yang terendam banjir itu masing-masing, Desa Tualango, Dulomo, Tilote, Tabumela, Ilotidea, dan Bungalo, di Kabupaten Gorontalo.

Bahkan, air juga menggenang di beberapa bagian Kelurahan Lekobalo dan Dembe, Kota Gorontalo. Sejumlah warga setempat mengatakan, banjir yang merendam rumah mereka karena danau itu tidak bisa lagi menampung air yang berasal dari sungai di daerah tersebut. “Kolam Danau Limboto sudah dangkal sehingga tidak bisa lagi menampung debit air yang begitu banyak,” kata Rustam, warga Desa Tualango, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Rabu (7/12).

Diakuinya, sejak Selasa (6/12) sore rumah warga setempat mulai kebanjiran, setelah hujan mengguyur selama beberapa hari terakhir. Seorang warga setempat lainnya Adam mengatakan, sudah menjadi kebiasaan jika hujan turun selama beberapa hari, kawasan tersebut kebanjiran dari Danau Limboto. Jika banjir terus menerjang wilayah tersebut, katanya, ketinggian air bisa mencapai satu hingga 1,5 meter. (ary/ant)

Pemerintah Sediakan Rp93 Miliar Selamatkan Danau Limboto

Sumber:   http://www.antara-sulawesiselatan.com/27 Desember 2011 

Gorontalo (ANTARA News) – Pemerintah pusat menyediakan dana sebesar Rp93 miliar untuk menyelamatkan Danau Limboto di Gorontalo.

Kepala Bidang Lingkungan Badan Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi Provinsi Gorontalo Rugaiya Biki, Selasa, mengatakan dana sebesar itu berasal dari APBN dan akan dicairkan pada 2012.

Menurutnya, skema penyelamatan danau terbesar di Gorontalo yang kritis itu antara lain dengan pengerukan sedimen, pembuatan sabuk hijau, serta evakuasi permukiman warga yang sudah masuk dalam kawasan.

“Pengerukan ditargetkan mencapai kedalaman 3,5 meter, sementara soal evakuasi permukiman perlu dilakukan secara cermat dan bijak karena berpotensi terjadi konflik,” kata dia.

Danau Limboto saat ini kondisinya cukup kritis, kedalaman rata- rata hanya mencapai 2, 5 meter, dan luas tersisa kurang lebih 3.000 hektare.

Padahal 1932 kedalaman Danau Limboto masih mencapai 30 meter, sekarang terus menyusut, dan 1961 kedalamannya berkurang menjadi 10 meter dengan luas yang tersisa 4.250 hektare.

“Hingga kini dari 23 anak sungai yang menjadi pemasok air ke Danau Limboto dari arah utara, barat, dan selatan, hanya satu sungai yang mengalir sepanjang tahun, yaitu Sungai Biyonga dengan wilayah daerah aliran yang kecil yakni 68 kilometer persegi.

“Kerusakan Danau Limboto juga diperparah dengan adanya penebangan liar dan perambahan hutan di daerah hulu,” katanya. (T.KR-SHS/E005)

Danau Limboto Menjanjikan

Sumber: http://regional.kompas.com/  28 Desember 2011 

GORONTALO, KOMPAS – Tanaman eceng gondok dan endapan lumpur yang berada di dasar Danau Limboto, Provinsi Gorontalo, menyimpan potensi ekonomi besar. Eceng gondok di permukaan danau seluas 2.100 hektar jika diolah menjadi pupuk organik bernilai Rp 200 miliar.

Badan Lingkungan Hidup, Riset, dan Teknologi Informasi Provinsi Gorontalo bahkan memperkirakan potensi ekonomi di Danau Limboto tidak hanya dari eceng gondok, tetapi juga dari endapan lumpur di dasar danau yang bernilai ekonomi jika dibuat batu bata. Namun, hingga kini potensi tersebut belum diberdayakan.

Kepala Bidang Lingkungan Hidup Balihristi Provinsi Gorontalo Rugaya Biki, Selasa (27/12), mengungkapkan, pihaknya sudah menghitung ada potensi ekonomi bernilai tinggi dari Danau Limboto.

Saat ini luasan eceng gondok mencapai 70 persen atau 2.100 hektar dari 3.000 hektar luas permukaan Danau Limboto. Jika seluruh eceng gondok itu dibuat pupuk organik, misalnya, akan ada potensi senilai Rp 200 miliar.

”Perhitungan kami, jika eceng gondok dibuat pupuk organik akan menghasilkan volume pupuk sekitar 1 juta meter kubik. Jika harga pupuk organik per meter kubiknya adalah Rp 200.000, maka akan ada potensi ekonomi senilai Rp 200 miliar,” ujarnya.

Selain eceng gondok, endapan dari dasar Danau Limboto juga berpotensi ekonomi yang bernilai tinggi. Selain bisa dibuat batu bata, endapan dasar danau juga bisa dibuat barang kerajinan, seperti tas, tikar, kursi, dan perlengkapan rumah tangga lainnya.

”Sayangnya, sampai sekarang potensi itu belum dimanfaatkan sama sekali,” kata Rugaya yang belum menghitung berapa nilai ekonomi dari potensi endapan lumpur tersebut.

Dangkal

Kendati menyimpan potensi ekonomi yang tinggi, pemulihan kondisi Danau Limboto mendesak dilakukan menyusul makin dangkalnya danau tersebut.

Pada tahun 1932 kedalamannya mencapai 14 meter, tetapi saat ini kedalaman danau tersebut hanya 2,5-3 meter. Luas permukaan danau juga menyusut dari 7.000 hektar di tahun 1932 menjadi kurang dari 3.000 hektar saat ini.

Dalam upaya memulihkan Danau Limboto, tahun 2012 Pemerintah Provinsi Gorontalo menganggarkan dana sekitar Rp 93 miliar untuk program pengerukan endapan lumpur dan pembersihan eceng gondok.

Perlu penghijauan

Aktivis lingkungan di Gorontalo, Verrianto Madjowa, mengatakan, yang perlu dilakukan dalam pemulihan Danau Limboto adalah program penghijauan di daerah hulu danau. Sebab, endapan lumpur di dasar danau terjadi akibat penggundulan hutan di wilayah hulu. Air yang mengalir menuju danau membawa tanah yang tererosi.

Untuk memaksimalkan potensi ekonomi di Danau Limboto, gerakan bersama antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat sekitar danau harus ada.

”Penanaman pohon bisa mencegah erosi tanah yang terbawa ke area danau yang menimbulkan endapan. Pemerintah bisa bekerja sama dengan masyarakat atau organisasi lingkungan yang ada di Gorontalo untuk pemulihan fungsi Danau Limboto,” kata Verrianto. (APO)

Revitalisasi Danau Limboto Gorontalo Telan Dana Rp 93,9 Miliar

Sumber:http://gorontalo.tribunnews.com/ 29 Desember 2011 

GORONTALO, TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Provinsi Gorontalo akan merevitalisasi Danau Limboto yang kondisinya sudah memprihatinkan karena pendangkalan. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Gorontalo, mengatakan, pada 2012 pemerintah provinsi setempat akan memperoleh dana revitalisasi Danau Limboto dari pemerintah pusat sebesar Rp600 miliar.

Pada tahap awal, katanya, dana revitalisasi akan dikucurkan sebesar Rp93,9 miliar. “Dana untuk penyelamatan Danau Limboto tersebut, berkat perjuangan para wakil rakyat di DPR RI,” kata Gusnar, Kamis (29/12/2011).

Menurutnya, seluruh komponen masyarakat harus peduli terhadap penyelamatan Danau Limboto Danau itu, selain aset untuk tempat wisata juga urat nadi kelestarian sungai di Gorontalo. “Kelestarian Danau Limboto berpengaruh bagi kelangsungan hidup masyarakat di daerah ini,” katanya.

Kondisi danau yang kebanggan masyarakat Gorontalo saat ini, katanya, sangat memprihatinkan karena setiap tahun telah terjadi pendangkalan. Bahkan, katanya, kedalamannya saat ini diperkirakan tinggal satu meter.

Ia menjelaskan, pendangkalan terjadi selain karena erosi dampak penggundulan hutan di pegunungan sekitar Danau Limboto, juga karena saat ini banyak tumbuhan liar menutupi danau.

“Areal Danau Limboto saat ini banyak ditutupi oleh tumbuhan liar berupa enceng gondok,” kata seorang warga setempat Koja.

Gusnar mengharapkan, dana revitalisasi Danau Limboto dari pemerintah itu berguna secara optimal mengatasi pendangkalan dan mendukung upaya masyarakat meningkatkan perekonomian. “Jika tidak diselamatkan, maka keberadaan Danau Limboto hanya tinggal kenangan lagi bagi penduduk Gorontalo,” katanya. (*/tribungorontalo.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: