Hendra Gunawan, dkk.

NILAI MANFAAT EKONOMI HIDROLOGIS DAERAH ALIRAN SUNGAI BAGI SEKTOR RUMAH TANGGA, PERTANIAN SAWAH, DAN PERIKANAN DARAT DI PROVINSI GORONTALO

(The Economical Value of Hydrological Function of Watersheds in Gorontalo Province for the Sectors of Household, Irrigated Rice Field, and Freshwater Fisheries in Gorontalo Province)

Penelitian Hutan dan Konservasi Alam VOI. ll N0. 2 I 135 – 147, 2005  

Oleh/By : Hendra Gunawan, Rahayu Supriadi, dan/and Maryatul Qiptiyah

ABSTRACT

Watersheds play significant role in waterbalance of a region. The supply and quality of the water of rivers, springs and ground water are influenced by the existence of forest that covered the watershed. Water management in Gorontalo Province has not considered the forest yet as an integral component.
Consequently, there are no appreciation to the forest service that provide hydrological function. This research was conducted to estimate the economical value of hydrological function of the watersheds in Gorontalo Province, especially for the household, irrigated rice field and fieshwater fisheries. Interviews with guided questions were conducted to gather data of water consumption of the households. Secondary data were collected from relevan institutions. This research found that hydrological function of the watersheds for household, irrigated rice field and freshwater fisheries valued approximately Rp 90 billion per anum. However; most of the users of the water are not conscious enough to appreciate the importance of the forest on the watersheds, so the deforestation seems to be continued. Although this province have not been suffered by drought, but flood disaster are happened every year as the impact of the deforestation on the watershed. It was recommended that the local government carry out an integrated management policy for optimizing and sustaining the water resources.

Key words : Hydrology, watershed, water; forest, Gorontalo

ABSTRAK

Daerah Aliran Sungai (DAS) memegang peranan penting dalam neraca air bagi suatu wilayah. Suplai dan kualitas air sungai, mata air, dan air tanah sangat dipengaruhi oleh keberadaan hutan di daerah aliran sungai. Pemanfaatan air di Provinsi Gorontalo sampai saat ini masih kurang memperhatikan hutan dan DAS sebagai satu kesatuan pengelolaan. Akibatnya tidak ada penghargaan terhadap jasa hutan yang diberikan melalui fungsi hidrologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menaksir nilai manfaat hidrologis DAS di Provinsi Gorontalo, khususnya untuk sektor rumah tangga, pertanian sawah, dan perikanan. Wawancara terstruktur dilakukan untuk mendapatkan data primer konsumsi air oleh penduduk. Data sekunder diperoleh dari berbagai instansi terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai manfaat hidrologis daerah aliran sungai di Provinsi Gorontalo untuk sektor rumah tangga, pertanian sawah, dan perikanan mencapai hampir Rp 90 milyar setahun. Masalahnya, baik masyarakat maupim instansi terkait belum sepenuhnya menyadari arti penting keberadaan hutan di DAS sehingga penggundulan hutan masih tenis berlangsung. Meskipun bencana kekeringan belmn melanda provinsi ini tetapi bencana banjir sering melanda setiap tahun akibat hilangnya hutan di DAS. Pembuatan kebijakan pengelolaan sumberdaya air yang terpadu sangat dianjurkan agar pemanfaatan air dapat lebih optimal dan lestari.

Kata kunci : Hidrologi, daerah aliran sungai, air, hutan, Gorontalo

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hutan memberikan manfaat yang dapat dinilai dengan uang (tangible) dan tidak
dapat dinilai dengan uang (intangible), namun manfaat intangible sampai saat ini masih belum dapat dinilai dengan sistem pasar. Akibatnya nilai kawasan hutan jauh lebih rendah dari yang sebenarnya (Ramdan, et al., 2003). Kontribusi hutan bagi perekonomian suatu daerah sampai saat ini masih diukur berdasarkan manfaat tangible saja, sementara manfaat intangible belum dihitung dalam pendapatan (account) daerah atau nasional.

Salah satu manfaat intangible dari hutan adalah manfaat hidrologis. Di Indonesia, sebagian besar air yang mengalir di sungai-sungai berasal dari Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berhutan. Dengan demikian, ketersediaan air, baik kuantitas maupun kualitasnya, secara langsung berkaitan dengan kualitas hutan (Ramdan, et al., 2003). Hutan di DAS membantu melindungi pasokan air dengan menstabilkan tanah di lereng-lereng bukit dan mengatur laju dan kecepatan aliran sungai (FWI/GFW, 2001).

Manfaat hidrologis suatu hutan sangat penting, karena air merupakan kebutuhan vital manusia dan keberadaannya tidak dapat disubstitusi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan nilai manfaat hidrologis dari hutan sangat signifikan, sebagai contoh Taman Nasional La Tigra seluas 7.500 ha di Honduras mendukung lebih dari 40 % persediaan air di Tegucigalpa (ibukota
Honduras) dan pengairan pertanian yang mampu menghasilkan keuntungan bersih US$ 500 per minggu (McNeely, 1’992). Di Indonesia, manfaat hidrologis Taman Nasional Gunung Gede Pangrango lebih dari Rp 4,341 milyar per tahun (Darusman, 1993 dalam Ramdan, et al., 2003). Contoh lain Gunung Ciremai memberikan manfaat hidrologis untuk sektor rumah tangga dan pertanian senilai Rp 33,5 trilyun (Ramdan, et al., 2003).

Lima belas DAS terbesar di Indonesia merupakan sumber air bagi lebih dari 16 juta orang (FWI/GFW, 2001). Namun, DAS ini kehilangan lebih dari 20 % tutupan hutannya antara tahun 1985 sampai 1997 (FWI/GFW, 2001). Penebangan hutan di daerah-daerah aliran sungai menyebabkan menurunnya kualitas air, sedimentasi, tururmya permukaan air tanah, keringnya mata air dan sumur, banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau.

Terjadinya krisis air di beberapa daerah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan bahwa kondisi hutan di DAS sudah semakin kritis. Untuk memberikan kesadaran kepada semua pihak agar lebih menghargai keberadaan hutan perlu dilakukan suatu kajian tentang nilai manfaat hidrologis dari hutan.

B. ‘Iujuan dan Manfaat

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi manfaat hidrologis DAS bagi sektor rumah tangga, pertanian sawah, dan perikanan darat di Provinsi Gorontalo.

Dari penelitian ini dapat diketahui kontribusi hutan berupa subsidi pengadaan air rumah tangga, pertanian sawah, dan perikanan darat di provinsi tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menyadarkan semua pihak  agar dapat lebih menghargai manfaat hutan, terutama manfaat hidrologis sehingga secara umum akan menumbuhkan partisipasi  m asyarakat dalam pengelolaan hutan.

II. METODOLOGI

A. Lokasi dan Waktu

Penelitian ini dilaksanakan di DAS Bone- Bolango-Limboto, Provinsi Gorontalo dari bulan Juni sampai Oktober 2003.

B. Cara Pengumpulan Data

Penilaian manfaat hidrologis untuk pertanian sawah didekati dari perubahan produksi (Turner et al., 1994), yaitu perubahan (selisih) produksi padi tanpa irigasi (tadah hujan) dan dengan irigasi. Untuk nilai manfaat air rumah tangga pedesaan menggunakan pendekatan biaya kesempatan (opportunity cost) (Turner et al., 1994) yaitu pendapatan yang dapat diperoleh pemerintah atau biaya yang harus dikeluarkan penduduk jika air yang digunakan harus dibayar.  Kuantiñkasinya menggunakan pendekatan biaya/harga pasar pengganti. Kedua nilai tersebut dapat dianggap sebagai nilai keberadaan  hutan di DAS. Untuk air yang digunakan sebagai bahan baku air minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dilakukan penghitungan nilai guna langsung (direct use value) (Swanson dan Barbier, 1992), yaitu didekati dari tarif air yang berlaku di daerah tersebut.

Wawancara terstruktur dengan responden sebanyak 90 responden (30  responden di hulu, 30 responden di bagian tengah, dan 30 responden di bagian hilir sungai] dilakukan untuk mendapatkan data konsumsi air langsung dari alam (irigasi,  mata air, dan sumur) untuk menaksir besarnya konsumsi air per rumah tangga per tahun. Sementara itu, , untuk konsumsi air bagi masyarakat yang memperoleh fasilitas air bersih dari PDAM digunakan data konsumsi air tiga bulan terakhir dari  30 responden. Penerimaan daerah dari sektor air melalui PDAM dilihat dari nilai Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten.

Data pendukung dikumpulkan dari instansi Dinas Kehutanan Provinsi dan Kabupaten, Balai Taman Nasional, Balai Konversi Sumber Daya Alam, Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten, Dinas Pengairan Kabupaten, Bappeda Kabupaten, PDAM setempat dan Badan Pusat Statistik Provinsi.

C. Analisis Data

Analisis data untuk kuantifikasi air sektor rumah tangga digunakan pendekatan biaya pengadaan air dengan formula berikut : BP =  I + OM + (WC) , dimana BP = Biaya Pengadaan sebagai nilai manfaat air bagi sektor rumah tangga (Rp);  I = Biaya Investasi (Rp): , OM = Biaya Operasional dan Perawatan [Rp/’tahun] dan WC = Biaya Pengadaan Air.

Untuk mengkuantifikasikan nilai air bagi sektor pertanian sawah, dikumpulkan data dan informasi sebagai berikut :

l. Luas lahan pertanian sawah responden
tpelai-ii) heririgasi teknis, non tel-mis, dan
tanpa irigasi.
2. Volume produksi padi per panen daii
frekuensi panen per tahun sawah
beririgasi dan tanpa irigasi.
3. Harga jiial padi aktual.
Nilai tilsntaat Elii:ii’ioii’il Htdrolegis dita [Hendra Guiiavraii_ dkk?
Unnik mendapatkan nilai ekonomi air
bagi sektor pertanian sawah digunakan
pendekatan nilai pasar {produkl:i vitas) dengan
rutiius : Ivl = B – A; dimana lid = Nilai Air
Irigasi per satuan luas per tahun; B =
Pendapatan per satuan luas per ta1’ii.n’i dengan
irigasi; di = Pendapatan per satuan luas per
tahun tanpa irigasi.
A. Letak dan Litas
Provinsi Gorontalo secara geografis
terletak di antara 12l”‘2.3’-lid”-‘tfi’ BT dan
antara t.i°l9′ dan l’ll.’i” LU. Provinsi ini
memiliki’ luas wilayah l2.2 1 5,-td krn* dengan
ketiiiggiari dari permukaan laut mulai dari [I
rn sampai l.tlüü m. Sampai tahun EDGE,
Provinsi Gorontalo hanya terdiri dari 2
kabupaten dan l kota, yaitu Kabupaten
Boalemo seluas ti.T3il’,2T km: I[55,l”il “itil,
Kabupaten Gorontalo seluas 5.-=tll,3i5 teru*
{±t~’-t,.’l-t) %}, dan Kota Gororitailii dengan luas
54,?? kin? (ü,53 ‘-Pa) (Provinsi Gorontalo
dalam Angka, Sttliltlai.
H. tiependutiukaii
Peiidiiduk Provinsi Gorontalo talntti Iflifll
berjumlah Fi5ll.’i’9H jiwa dan terdiri dari
224.364 KK atau rata-rata empat jiwa per
keluarga. Kepadatan penduduk di Kota
Gorontalo 2_l’IIt9 jiwa p-er kmi, Kabupaten
Boalemo 29 jivva per lerrii, dan Kabupaten
Gorontalo 96 jiwa per kmi [Provinsi
Gorontalo dalam Angka 2i]iII=l].
Sebagian besar penduduk Provinsi
tlioiontalo bekerja di sektor pertanian {5Ei,litt
%], sementara sektor lain yang eulrup
menonjol adalah perdagangan ( l3,2’9 °fii}, jasa
{_ll,T? %]i, dari industri (149 “3-‘ii-Il. Di
Kabupaten Boalemo sendiri penduduk yang
bermata penoabarian sebagai petani
meiieapai ‘I”{i,’i’fči *kit dari total _jumlah
penduduk. lli Kabupaten Gorontalo
pendiiduk yang memiliki mata peiioaltariati
petani 59,69 % dari total jumlali penduduk.
Sementara di Kota Gorontalo yang
merupakan ibukota provinsi 25,93 ‘iifti
piriidudukirya bekerja di sektorjasa. 23,03 ‘il-‘li
di sektor perdagangan, 12,55 % sektor
industri, dan sektor pertanian hanya 14,] l ‘Mi
[Gambar l].Page 4

_Q..,,………a’ pi;..,|1n..||nniaa| irma-.aa na. ‘t’nl. It Ha. 2 : 135-1-ti’. Etti]-5
C. Penggunaan Lahan
Peri ggunaan lahan di I-‘rtwinai ‘Goreintalo
yang paling luas adalah hutan negara yaitu
6?’.~’.Fitiü ha atau mencakup 55,31 “VB,
aedangkan pertanian sawah 2,51 %, kebun
dan ladang lLl._1|5 “fii, dan perkebunan 3,2? %
(Gambar 2).
D. Pembagian Daerah Aliran Sungai
ruas]
Frnyinsi Gorontalo terbagi ke dalam
delapan wilayah Daerah Aliran Sungai
-[DAS] |:_li_1r|gan luas Sekitar l.2[i’.ii’.2l4 lia,
yaitut
l. DAS Bone-Bolango-I .imbntn yang terdiri
dari Sub DAS Berne {l33.4B3 ha):
Hnlangn {52.EIS? hal, dan Limboto
[El l .üild lia).
2. DAS Paguyaman 835.314 hal.
3. DAS Rttntlangan [29] _ti-91
4. DAS Popayatn [l l .fiil-il ha).
5. DAS Tilamuta {9S.2t3S hal.
ei. DAS Haludaa-Hnne pantai [E’l’.l55 hal.
1′. DAS Sin-nalata [ñE.3S2. ha).
S. DAS Puan-Atinggrila {‘)9.il’2l
Kabupaten Gin-nntaln dilewati oleh 51
sungai yang teraeliar di ll kecamatan.
Kabupa ten Ftnalernn dilewati oleh 38 sungai
yang tersebar di lima keearnatan_ Semua
‘il Pu-lainlain-aan dan .
Gaim
sun gai di delapan DAS di Provinsi Gorontalo
memiliki peranan yang sangat penting bagi
masyarakat di sekitarnya, yaitu sebagai
number air rumah tangga. perikanan. dan
irigasi pertanian. Semua DAS merupakan
sumber air mrnah tangga, Sub DAS Eune
merupakan sumber irigasi teknis Alale,
PDAM Kata Gorontalo dan PDAM
Kabupaten Gnrnntaln. Pembangkit Lietrik
Tenaga Air (Pi.TA}. dan untuk wisata
pemandiani-lub DAS Limboto merupakan
sumber air PDAM wilayah perkataan
Limboto, irigasi teknis Eiynnga, Alo.
Molalahu. dan Pohu. Sementara Sub DAS
Enlangn menipakan sumber irigasi teleriis
Lnrnaya dan Pilr:-liayangga yang mampu
mengairi sawah ± 3.i]ili.’i ha. Semua DAS
kecuali DAS Bone Pantai dan Ftatudaa
Pantai merupakan sumber irigasi teknis yang
dapat mengairi sawah lebih dari -flü.{Iüü ha
{Suh BRI _KT it inrmitaln dan Limboto, l99?).
IV. HASIL UAN PEN! IIAIIASAN
A. Pemanfaatan Air untuk Pertanian
‘..:ia’n’ah
Luas sawali di I’rnyi.nsiGorentaln14.tllt-i
ha, di mana yang terluaa terdapat di
Kabupaten Gorontalo 1213.22? lia).
sedangkan di Kabupaten Boalemo 4359 ha
S umber .f.S’u nm;-j _ I’ rei’ i nsi Crorontal n dalam Angka , Ifllttl
Gambar (Figur-ai l. Komposisi penduduk menurut mata pencaharian di Provinsi Gorontalo
ffrimpraritarin rijfperifrie ir ri1’i-‘ei’il’n:I’rr-ri in Gnmnrfliu Pruvittrej
133Page 5

Nilai Maiilaal Ebunumi Hidrulugis il-ES . . tHendra Giaaiiian. dlik]
Pt|:irr||:|e|iiiiii Penggunaan Lahan di Provinsi Evamntala
k:
”si
5l1I1’I’lJ’=T|“-‘i`rJ1irr’«s*.t,i’ I Kabupaten Gate-n tahi dalam Angka, EUDI ; Kabupaten Boalemo dalam An gita, Etltlti:
Kuta Guruntala dalam Angka, Etti] I _
Liainbar i’“F:`gui-t=,I 2. K-:inipnsisi nengguaaaiilahan di Pruiiinsi Cmrnntalu fE.’anipnsi’a`aa aftand _____’g.=______
Grtrrtnfrlfri l”‘r(i1.’a’i|(:(rj ‘Riil-| HEHEF-xx
Lahan Sawah Menurut ..tenis Irlgastrigra
Sumber |”.’;num=.r,t -. Kabiipfiml Gümiitala dalam Angka. Eüütli tinta tinmntal-:i dalam Angka. IUI]-I;
Kabupaten Ba alanin dalam .-*ingi-@_ 2üüi]_
Gambar |’Ci”`t`g1ira,.l 3. Kunipuaiai luas sawali berdasarkan kategnri pengairannya di Provinsi Geirantale
i”C,’umpri.i’i’rifiii aj riba fields i_=-.ti’ei-ar based on i’m`gatt`un eufegarjy in Gflmnralri
daii Kata Gnrnntalii 1.032 ha. Berdasarkan
sistem pengairannya, sawah dapat
dikeluriipuld-:an menjadi lima kategori yaitu
(1) irigasi teknis, {2} irigasi setengah te it-nis,
(3-} irigasi sederhana, I-=l} irigasi des a. dan (5)
tadah hujan. Kümpnaisi luas sawali menurut
kategori tersebut dapat dilihat |iarln Gambar
3.
lini uk mengetahui nilai ekonomi air dari
hutan yan g digunakan untuk irigasi pertanian
didekati dengan eara menghitung selisih
produksi hasil pertanian antara yang beriii gssi
dengan yang tanpa irigasi. Selisih tersebut
dianggap sebagai subsidi dari hutan di Dfitš
sumber irigasi sawah tersebiit yang telah
diberikan kepada masyarakat yang
139Page 6

2-rt/-und Pbnrlilizl l’lu1.n|| dan lialszrrati Hal ldlfill. ll l\lt).2 I – ld-ll’. m
menggunakannya {petani}. Dalam hal ini,
biaya investasi untuk pembangunan
infrastrul-rtnr jaringan irigasi tidak dihitung
karena ketiadaan data.
Sawah beririgasi, baik teknis, setengah
teknis, maupun irigasi desa, uinuinnya dapat
dipanen dua kali atau lebih dalam setahun.
Sementara it1.ul1a|npir sebagian besar sawah
tanpa irigasi atau sawah tadah hujan hanya
dapat herprtitluksi sekali panen dalam
setahun. Dengan demikian, selisih ñekttensi
panen dapat dianggap sebagai hasil dari
keberadaan irigasi. Hasil perhitungan
perbedaan seeara hipntetis antara prnduksi
sawali beririgasi dan tanpa irigasi di Prnirinsi
ti-rirnntain disajikan pada ‘label l .
Dari Tabel l tampak bahwa subsidi dari
alam berupa air untuk irigasi sawah di
li abupalen Gerenktle dan Elealeme lebih dari
Rp ‘.-‘S milyar setahun. Fakta di lapangan
tttenunj ukknn bahwa di beberapa tempat,
sawah irigasi mampu menghasilkan panen
nga kali setahun. Oleh karena itu, nilai tambah
yang dihasilkan sebagai akibat adanya sarana
irigasi bisa lebih besar dari angka tersbut pada
Tabel l.
H. Pemanfaatan stir Untuk Rumah
Tangga
Perdassrkan indeks penggunaan air dari
DPU (Dinas Pekeij aan Umum] Prnyinsi
Crarentala, sungai-sungai di delapan DAS di
Tabel |”Ta-life) l. Selisih pruduksi padi antara
Provinsi lfierentaie memiliki indeks yang
berirariasi mulai dari kelas I sampai kelas V.
Indeks penggunaan air dihitunk dari nii-riri
seluruh kebutuhan air dalam DAS dengan
petensi persediaan air. Dengan demikian,
semakin tinggi nilainya maka berarti i-iurnh-er
air tersebut semakin banyak digunakan atau
dibutuhkan masyarakat.
.°-tungai-sungai yang memiliki indeks
penggunaan air kelas ‘tr’ adalah dari DAS-
DAS Balanga, Limbete, Buni: Pantai!
Eatudaa, dan Paguyarnan. DAS Dane dan
Pasnlfktinggela temiasuk kelas ll, sementara
selebihnya yaitu DAS-DAS Sumalata,
Tilamuta, Pnpayate, dan Randangaii terma-
suk kelas I. Kualitas air sungai dari delapan
DAS di Prnyinsi finrnlitaln termasuk dalam
kategnri kelas H yaitu air yang dapat
digunakan sebagai air baku untuk dialah
sebagai air minum dan keperluan rumah
tangga.
1. liunsu insi Larigsuiig
Pemanfaatan air seeara langsung dari
alam eleh masyarakat dapat dikelenipnkkan
berdasarkan asal sumbernya yaitu sungai,
mata air, sumur, dan pompa bnr. Iuinlali
pengguna air langsung dari alam di Priivinsi
Gercintale adalah l*]’El_9SD rumah tangga
dengan komposisi seperti pada Gambar 4.
Dari seluruh pengguna air sungai di
Pnzn-insi Ger-:mtale yang terbesar terdapat di
sawah beririgasi teknis dan tanpa irigasi di Preyirisi
Gnrenlale ftliijfereaees ef rise predarrrtea -beneren irrigrrrerf rice fleld dari rmr
irrfgured rr`ee_,|fielr..|’ in Grrrrmrulri Pmvi`nr:e,l
Frnduksi 1 Jt Produksi 27:
Luas Sawah – aneri tan a en den an
irigasi Pmdmjfims P mam P Pmlriânsifi usrgs gsssh ransi rsmssn
Hahtipaten fñltrenrel” Pr rf. _ _ _ (Pwd H. (Hodlfi. rfrieraalprtee ef akibat irigasi
D. . im. md. 1* e rerivrryj ar: er: I ros JI Hm, F rfldm. I
l ‘smm . *E [mi-i.”}1si]. lxiranest Exilarrarts “ll ” P“°’lflllJ_ I li- Itflfifffflfll
fieefieldj wmmm wak {Rp.”lnn]|*]- rrrrgsrtir;-uj
ilmi irrigarieaj Irrigation) mpi
___ _ ____ _ __ l_ten] [tuli]
aiirsiiistri 13.51 s ease sa.ssa,s«i 121.111,2s 1.a1s.sau,- s1.s1r.s4s.naa,-
Bnaletrln- 2.’i’frfi 49,15 13.563,33 1?.l3f|-,TS l.l]l2.5Dll,- 13.’l’3 F’. 5:l’l”.’l.I5flT,-
Keterangan .|”.rr~rrirrr.lrj : * Harga pada bulan Maret 2.003 (Pr-ie-e iri Mar-i;-.Ir 20-03)
lili)Page 7

Kabupaten Boalemo (mencapai 12,18 5-ii
pengguna air), sedangkan di Kabupaten
Guruntalu- hanya d~,H~ti- U/L dari aeliiruh
penggima air di kabupaten ini. Pengguna air
terbesar di Provinsi Gorontalo adalah melalui
siirntir’ yang ineneapiii ‘.”l],ll 1%. Penggiiiia
air melalui mata air hanya 3,3? ilii. Pengguna
air melalui pompa ber hanya 1,26 *I-ii,
sedangkan melalui I’Drf’i.llv1 14,99 °ri.i.
Penggunaan air sungai bagi keperluan
nimah tangga antara lain untuk mandi, euei,
minum, dan memasak. Masyarakat memper-
oleh air dari sungai tanpa mengeluarkan
biaya. Ilernikiaii pula tidak ada biaya yang
dikeluarkan untuk perijeriiiban atau pen gu-
lahan khusus. Air tersebut biasanya langsung
digunakan untuk. mandi, meneuei, memasak,
dan membuat air minum. Biaya yang
dikeluarkan hanyalah unt|.ik memliel i ember
dan pipa atau bambu untuk mengalirkan air
dari sungai ke dalam rumah. Pengeluaran
biaya untuk triiriurnan dalam pembelanjaan
harian umumn ya untuk pembelian mintiman
kemasan, sirop, teh, kopi, dan gula.
Untuk mengelahtii nilai ekunumj airyang
dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sungai
dan mata air digunakan asumsi dengan
pendekatan harga pasar setempat (tarif
PDAi’i*I]|. Untuk memperoleh air bersih,
masyarakat yang tidak dapat menggunakan
sungai dan iiiata air harus mengeluarkan
biaya antara Rp ?35,- {Kabupataii Hoaleniofi
I Pengguna Air Berdasarkan Sumbar Peng ada annya f.-‘*’=1*;-~_-
_i Di Provinsi Gorontalo liga* H’hhU?r;,`*
| /“gr ‘tfrf
Nilai
Manfaat Eknnnmi Hirlrnlngis. DPS . . [Hendra If-lui’t.tIiI.|a|’t, -lIlkk.}
sampai Rp 3111111,- (Kabupaten Gorontalo] per
meter kubik iintuk PDAM setempat. Rata-
ral:-1 konsumsi air pur rumahtangga pel’ hari
berkisar antara 132 liter (Kab upaten
Boalemo) sampai 515 li ter i’_1Cabi.ipateii
Goioiilale].
Di Kabupaten Goro ntalo terdapat 2.992
rumah tangga yang menggunakan air sungai
untuk minum, mandi, dan euei, sementara di
Kabupaten Bualemo jumlahnya meneapai
31.384 keluarga. Dengan menggunakan
asumsi harga yang sama dengan PDAM
setempat dan konsumsi yang sama untuk
masing-masing kabupaten maka diperoleh
nilai el-tonurni airsungai seperti rlisajikan pada
Tabel 2. Nilai ini merupakan subsidi dari alam
[hutan] kepada masyarakat karena mereka
rriendapatl-:an air tersebut tanpa membayar.
Dari Tabel 2 tampak bahwa untuk
Kabupaten tfkiruntalo nilai ekonomi air sungai
yang langsung dikunsiimsi oleh masyarakat
masih lebih rendah dari yang diperoleh melaliii
PDé’iJifI. Meskipun demikian, keeilnya nilai
ini bisa disebabkan oleh asumsi peniat-:aian
airyanghanya 515 liter perhari, padahal pada
kenyataannya ketika air tidak diberi harga.
masyarakat menggunakannya secara
berlebilian. Dengan demikian, nilai konsumsi
air sungai oleh masyarakat setempat diduga
lebih besar iilari asunisi tersebut, sehiiigga
nilai subsidi alamjuga lebih besar daripada
angka tersebut.
ii’ —
1..
‘i
– ..sar
i
LI ..I
I iiitljsiiiiiit *_ sangat @,;1-_.-
l sama _ ,- -‘ sasa sa., . dp
. 1-25% “=’f}’t gie*
‘ .illlllt .
Sumber |“.’i-‘ni.rn:’e,I : Hu n-‘ei Sosial liknnnmi Nasinrial [fiiisanaal Fmivirisi Gm-nntaln, lüül
Gambar .fi-‘i’gr.»r<=,l ft. Komposisi peiiggguria air langsung dari alain di Provinsi Gorontalo (Compositiee
nfi-.=arer mnrumprina _from natural sources ia Goroarnlafinuiaeej
141Page 8

;t……-rr main; uuutauiammniiuu int Il itu 2- 135 – 1fl?. ttua
Sebaliknya di Kabupaten Eualerno, uilai
ekunumi air sungai yang diberikan kepada
masyarakat hampir empat kali lipat da ri nilai
yang dihasilkan melalui PDAM setempat.
l-lal ini disebabkan sebagian besar
masyarakat di sepanjang sungai masih
menggunakan air sungai untuk kebutuhan
rumah tangganya karena kualitas aimya
masih baik dan selalu tersedia ftidak
mengalami kekeringan). Dari Tabel 2
tersebut tampak bahwa alam -[hutan] melalui
sungai telah rnetuberikan subsidi yang eukup
besar kepada masyarakat Kabupaten
l-lnalemn yaitu hampir Rp titlü juta setahun.
Di samping melalui sungai. alam juga
memberikan air melalui mata air. Jumlah
rumah tangga pemakai air dari mata airuul-:up
banyak yaitu 2.11? rumah tangga di
Tabel [Tahta] 2..
Kabupaten Eualemnn 23. l EF’. rumah tangga
di Kabupaten Gurentalu dan 235 rumah
tangga di Kuta Guruulalu. Dengan
menggunakan astunsi harga a ir dan kunsumsi
per hari yang sama dengan Tabel 2. maka
tliperuleb ni lai ekenumi air yang bersumber
dari mata air tsubsidi mata air] seperti
disajikan 1’iEtdaTal’.|el 3.
Dari Tabel 3 tampak bahwa nilai air yang
diperuleb melalui mata air eukup besar,
khtisusnya untuk liabupaten Liertimtale yang
mencapai nilai hampir Rp 3,5 milyar atau
hampir 313 kali lipat pendapatan yang
diperuleh melalui Pl’lr”~.|’y’l setempat.
Mfisldpun de1]1ikian,nilai-nilai tersielfilll t’r’E|.5ll’1
merupakan subsidi dari alam yang diberikan
kepada masyaraicat. Sebagaimana diketahui
bahwa hutan mampu menjaga suplai air
Subsidi alam dalam pengadaan air mmah tangga melalui air sungai di dna kahupanzn
Rumah “rišm ”
gt a T 1 it ‘tr
tangga Kunsunisi PDAM ‘Hax w::_i itil” Pendapaian
parutan perhari fiasmpa _ _ aan suara
Kabitpaten Sungai rfifljry “MEI setabun t”Tri-rrii river 1.- Hmflmafmm
|”EI:’.n’r|’ef.rJ’ IHHHMINE-__| Eflnsumšmflm MHFUJ, d|”Tnru.i s’i:.l.Isr.1i’y per PDAM)
-:gf river “s [lift ] FD.-Hr? üšgñgr J |[Rp}
afiro?________ RRI-W J ‘I’ ___ . _
finrnntalri 1.992 11515 SHU 3 55 1=l-fifil.il3C=.il’CIU.- 55 1.39? .IIS-ü[|’,f
Eealerne 183-1 13,282 TES 3155 5E?1Ei.±l-52.5 33.2 l5t1_tltš4_t]Itl[I|,-
Subsidi alum dalam pungatlau n air rumah tangga melalui mat’-1 air di Pret-‘itifii Gaiuutalü
(Harum subsidy far Piausehuffll’ tuarar .’5′ pmr.-ummeni’ nltmugit spn’ngs’ in Uürdñtdifi
Province)
Rumah “H _ f iiii H
mh mn angga 1-:amma Puara Ifilflfl’ Pendapatan
danufium pemakai pgr 11.11-i setempat “tahun Huruf J_ubü_My dari PDr’5tl’-‘I
_ _ mula air .|’I.lt:n`r{y |f1’;m-.gr _ . fffirütflejrülfl
fflismcfs _fi fl’fl’I SPFI-’13-‘I PE?
and rj! J ffimtreitrrid mnsumpfl-un) raflfinf days par yeflrj PDAM)
1” arip.-_.ag tr tai ;i Pasar; _wan mm tapi
__ _____ _ __ _.tuai _____ _____ _ (RW J’ .._ H“b“’“l’““ 2.1 iv aas: ass isu. | ss.ses.ss.- ssr .3ar_suu.-
Eualeine
““h“”`““°“ 13. : as as | s sae ass s.4a’r.ti11.a4e_- 1sa_tu4_ruu,-
Gnrentaln
F-‘Inta
Ummah ass asas sua ass 52u.a1s_sas.-
Jumlah 4_rru_1s2 505.31-
__Page 9

tanah agar tetap stabil sepanjang tahun, oleh
karena itu jika kondisi hutan tidak terjaga
keutuhannya maka persediaan air tanah pun
dapat terganggii, akibatnya subsidi tersebut
bisa berltutang atau hilang sekali.
Untuk mengetahui seberapa penting nilai
air dalam ekonomi masyarakat; dapat dilihat
dari jumlah uang yang dibelanjakan untuk
keperluan tersebut. Dari masyarakat
galon gan terendah dengan pengeluaran pet’
kapita kurang r,la.1’i Rp -=l-il.llil|J,- [tur bulan
sampai yang lebih dari Rp 5üU.üUü,- per
kapita per bulan menunjiikkan bahuta
pengeluaran uang untuk belanja makanan dan
minuman mencakup T’3,5l “fii dari seluruh
pengeluaran, sementara untuk belanja bukan
pangan I l ,dd “iii, Dari seluruh belanja
makanan dan minuman sebagian besar
dihelanjakan untuk beras (I l ,53 *Pit dari total
pengeluaran), siedangki’-in t.t.t’itt1lt keperluan
minuman hanya 5,ü2 %. ltii pun umumriya
menrpal-tan belanja bahan minuman seperti
teh, gula kopi, sirop, dan minuman kemasan.
2. Konsumsi Melalui Perusahaan
Daerah .air Minum (PDAM)
Semua sumber pengadaan bahan baku
air PDAM di Provinsi Gorontalo adalah
sungai. nii’ sungai tersebut disalurkan melalui
pipa ke instalasi pengolahan Pllflilyi untuk
ketnudian diolah inenjoeli air yang siap
digunakan oleli masyarakat. Karena kualitas
air sungai yang uniuninya masih bagus
[kualitas Hj maka pengolaltan yang elilakid-:an
oleh PDAM setempat pun eukup dengan
teknik sederhana yaitu hanya dengan sistem
SPC [Saringan Pasir Cepat) dan SPL
{Sari|tgan Pasir Lambat) serta penambahan
Nilai
|t1|anfnarEt;nnnmi Herotrigb Et.fi~..’=’i .. tilandra Gunaarsr. dkt.t
tau.-as, kapur, dan kaporit untuk sterilisasi dari
bakteri.
PDAM mulai beroperasi di -Kota
Gorontalo pada tahun 1934, seztnentara di kota
Limhntn {liabupate|t Gorontalo) sudah
beroperasi sejak tahun liifiltt. investasi yang
ditanamkan oleh PD.-‘shit antara lain meliputi
pernbuatan instalasi pengolahan, pipa r`rrtrr.ira
dari sungai ke instalasi, pipa distribusi ke
konsumen, mesin pompa, administrasi [gaji
pegawai, dan lain-lain], bahan-bahan
pengolah {pasir, tawas, kapur, dan kaporit)
dan biaya pemeliharaan. ‘I`ii:lak tersedia data
tentang investasi yang telah ditanamkan oleh
masing-masing PD.f`il”-‘I di Provinsi Gurun Lain.
Pengadaan bahan bakti airnya umumnya dan
sungai, yaitu Sungai Bone untuk PDAM
Kabupaten dan Kota Gorontalo, Sungai
tiiyonga untuk wilayah perkotaan Limboto.
Produksi air, volurrie terjual, jumlah konnamen,
dan pendapatan PDAM di masing-masing
daerah disajikan pada Tabel 4.
.lil-ca dibandingkan dengan nilai subsidi
yang diberikan oleh alam melalui
pemanfaatan air sungai dan mata air maka
pendapatan kotor dari produksi air bersih
PDAM yang hanya 1,51 ti milyar rupiah jauh
lebih keeil dari subsidi al am melalui air sungai
dan mata air yang sebesar 5,2l±l milyar
rupiah. Di samping itu, PDAM sebenarnya
juga mendapat subsidi dari hutan yang
menjaga kualitas air 1-aula kelas Fi sehingga
PDA.bl tidak perlu melakukan pengolahan
yang lebih mahal. Dengan kualitas air kelas
E, pengolahan sederhana [SPL tlan SPC)
sudah memenuhi syarat air baku rumah
tangga. Sebaliknya, jika air sungai telah
tereemar, atau menjadi kutur karena
‘|`abe1(‘fublf~,t4. t-‘reduksi air. volume terjual, jumlah konsumen. dan pendapatan IIDAM di Pi-ninnst
Gorontalo |fi+iarer,rirtin’uett’urt. rated water: .tot-:ti roarinneitr, and PDAM ii income in
Gorontalo Pro vi’nrr,i
Produksi air _ _ Jumlah konsutnrn
Keteraiigan |”Rem:.rrl’r,t: * Data Tahun 21100; *” Data Taliun fi]-Uli *;* _ H ___ _
143Page 10

jL..m.i-if Pniililianlliitiiii iiiiii liiii-ii.iIriiii.i illui ‘I-“dl ll lil-u. 2 I 115- HT, PIIIE-
hutannya rusak, maka Plfliiilirl akan
mengeluarkan biaya lebih banyak untuk
memjiernleh air bersih yang akan dijual ke
konsumen, aehin gga maigiit yang diperoleh
PD±’U’vl juga akan beirktirang atau biaya yang
harus dikeluarkan kensurnen menjadi lebih
banyak.
Dengan kualitas air yang baik,
pengelaliaii sistem SPL hanya memerlukan
pengurasan enain bulan sekali, tetapi jika air
sungai {i`iit:zi’rie PDAM] keruh akibat emai,
maka frekiiensi pengurasan akan menjadi
lebih sering bahkan sampai liga hari sekali,
dengan demi kian biaya pi’-adiilisi pun menjadi
lebih tinggi. Di sini tampak jelas peranan hutan
dalam pengadaan air bersih, yaihi di samping
sebagai penyuplai air juga sebagai penjaga
kualitas air. Kebemdaan hutan juga menjaga
agar suplai air tetap tersedia dan terdistribusi
sepanjang tahun tanpa mengalami
kekeringan. Meskipun demikian, belum ada
kentribusi dari PDAM dalam usaha
rehabilitasi dan pelestarian hutan.
C. Pemanfaatan Air untuk Perikanan
.air di alam dalam bentul-mya sebagai
badan sungai atau danau, _juga digunakan
sebagai sarana produksi dalam budidaya
perikanan air tawar. Hiirliilaya perikanan air
tawar yang niernan l`aatkan sungai atau dan au
menggunakan sistem karamba. jaring apung,
dan kelam atau empang. E-lurigai-sungai ini
eendiri juga merupakan lahan peneaharian
nelayan sungai yang menangkap ikan
menggunakan jala tangan (jala lempar). l`Iii
Fruyinsi Getentale terdapat 2.??Ei rumah
tangga yang bermata pencaharian sebagai
nelayan perikanan darat [air tawar), dengan
kernpe-sisi sebagaimana pada tianibar 5.
Dalam keseluruhan rui-nah tangga
nelayan di Kata ti-areiitaln maka nelayan
perairan darat menduduki komposisi 39,5 life
tnelayan laut = 64515 rumah tanggal, di
Kabupaten Gurentale 2’I’,4 “fa (nelayan laut
= 4.039), dan di Kabttpaten Ee-aiemn hanya
mencakup 6,9 % (nelayan laut = 4.322).
Perikanan air tawar terutama sangat
didukung eleh keberadaan sungai-sungai
besar dan danau di Preuinsi Gerentaln.
Dalam perikanan budidaya seperti tambak,
kelam, karamba, dan sawah juga ditupang
eleh adanya sumber air dari sungai dan
danau. Karamba dan jariiig apung banyak
dipasang di Danau Liinbiitii, sedangkan
Sungai Dene banyak diiiiaiifaatkari untuk
pemasangan karainba, kelam atau ernpang.
dan penangkapan ikan dengan jala tangan.
Dan sungaijuga banyak dialirkan air menuju
kelam ikan di kebun atau pekarangan nimah
penduduk di tepi sungai-sungai tersebut. Nilai
Jumlah Rumah Tangga yang Ealieija di Ealitar Perikanan Darat di
Pretfinal Eerenlale
_ _ _____ __ , _ _ _ _ E
$I]:| “-H_—_..-. _ …… ..__ ……..-_….— . .__ Li: _ …. |
@HU – — –
ieu ~ _ —
1Ij
.. ._ _
. – , ._ _ ….__
Hah G’U’U||lHiD l’°i«Hb- Eleelemu Rule Liierenlnlri
E Perikanari Llrnum
Stimbel f-‘iuiircesl : kabupaten Geieiitale diilamittiigka, Ztitil ; Kabupaten Beateirie dalam angka, 2t}t’H`i;
Kuta ‘Geruntale dalan-i angka, 2tIUI!
tianibar (Figure) 5. J iunlah nimali tangga yang bekeija di sektor perikanan darat di 1-‘rmfiusi Gere-iitzile
|”T:iru.i iyfhriariehnid .diar wuri; in,,i”re_iiiiuuier__fi_ti±<irfe_r .terror in Uumnraie F’n:ivi’nr:.e,lPage 11

iii
Nilai lrlanfaat Ekonomi Hidrologis D.-HE (Hendra Gunawan, rikki
Tabel |’TrbleJ 5. Nilai pre-tlukai perikanan air tawar di Provinsi Gorontalo tahun 2EI’i1l [Production ir
vrrilrre a_f_freshwrrrerfisilren’es in Gorontalo Pmt-‘r`rn:’e’}
Sumb-er fdoareej :Dinas tielauian dari Penkarian t.iorontalo{2[ltl t }a’aiam l’ro’-rinsi Gorontalo dalam angka., 1’_2tli1 I j
Keterangan i’li’enr|Ir-id’ I “‘ Karamba dipasang di sungai atau danau untuk me:|1il:i-esarl»:.a11 ikan -|’1l’rrs’.i.er,e:ir .-ri a .-.-tri-.-.rm
or lekefor raisingjirirj
produksi perikanan air tawar di Provinsi
Gorontalo meneapai lebih dari ?,3t;’i milyar
rupiah setahun (Tabel 5). Nilai ini dapat
dianggap sebagai nilai keberadaan air yang
digunakan untuk produksi tersebut.
D. Kontribusi Pemanfaatan Air bagi
Pendapatan llnniestik llaginnal
Itrato {PlJRB}
Pemarifaatan air yang sumbernya n1asih
sangat tergantung pada keberadaan hutan,
belum tampak memberikan kontribusi yang
sigrlifikan terhadap PDRB. Sumbangan dari
sub sektor air bersih -[melalui PDAM)
terhadap PDRB atas dasar harga berlaku
pada tahun 2ilil’l hanyalah 1,515-juta rupiah
[llllllii %]. Sementara itu, sub Sektor
kehutanan memberikan sumbangan sebesar
121,096 juta rupiah (d,IiE`-‘ ‘kafi dari hasil hutan
kayu log dari Kabupaten Gorontalo 5. (523.-‘HU
in”, kayu olahan dari Kota Gorontalo
2.133,14? mi’, dan dari Kabupaten Gorontalo
l.2ei’i’,3’Ettt in-1; rotan dari Kota Gorontalo
o.3ol.52ii ton. dan dari l<Iabupateri Gortmtalo
?il.i.ll.lE,i1l{l ton.
E. Implikasi Pengelolaan
Provinsi Gorontalo mem.iliki sumberdaya
alam yang relatif masih belum banyak
terganggu. l-`roirinsi ini iiiemilki kekayaan
sumberdaya air yang melimpah dengan
kualitas yang relatif masih baik (kualitas H).
Sebagai provinsi yang baru berdiri pada tahun
Eililü sebagai provinsi ke 31, diperlukan kerja
keras untuk membangun daerahnya sendiri.
Biasanya pemerintah daerah otonom akan
dengan segala upaya mengeksploitasi
sumberdaya alamnya guna membiayai
pembangunan daerahnya. Agar di masa
mendatang tidak menimbulkan bencana.
pemerintah daerah harus menyiapkan
berbagai kebijakan pemanfaatan sumber-
daya alam yang berpegang pada prinsip
kelestarian.
Untuk menganti sipasi kri sis air yang telah
melanda dunia saat ini, pemerintah Porvi nsi
Gorontalo perlu menyiapkan manajemen
sumberdaya air secara terpadu, mengingat
sumberdaya air terkait dengan berbagai
sektor pembangunan seperti kehutanan,
pertanian, perikanan, pemukiman dan
prasarana wilayah, perusahaan air minum,
dan lain-lain. Kemampuan pemerintah dalam
mengelola air merupakan kunei dalam
menghindari krisis air. Hal ini karena fakta
menunjukkan bahwa salali satu penyebab
krisis air global adalah kegagalan beberapa
negara berkembang untuk meregulasi,
mengatur, dan menjaga kelestarian air (Sinar
Harapan, 213 Agustus EDI] 1 1.
Dalam era otonomi daerah, sumberdaya
air di beberapa wilayah di Indonesia menjadi
sumber konflik antar daerah otonom.
Mesin pun di Provinsi Gorontalo bal ini belum
terjadi. tetapi ke depan perlu diantisipasi
dengan menyiapkan berbagai regulasi yang
145Page 12

jimat ilifiiiiiiii tin- fiiammua ati- ‘i’eI ll t-kl. 2 : IE-5 – I-it-T. EIIIEI
terpadu dan komprehensif. I-tukan saja
mengatur bagaimana air tersebut dapat
dimanfaatkan seeara adil da.n efisien, tetapi
juga harus dipikirkan bagaimana memelihara
hutan di daerah aliran sim gai agar dapat tetap
berfiirigsi sebagai penampung -:Ian penjaga
kualitas air.
Salah satu faktor penting dalam
menghadapi krisis air adalah rehabilitasi
DAS, karena menurut pengamatan,
penyebab kelangkaan sumber air adalah
kerusakan ekosisteiri Di’-HS. Heikurangnya
kawasan hutan yang berfungsi inenahan air
hujan dan meresapkannya ke tanah
menyebabkan air hujan ke laut. .T ika
kerusakan hutan terus berlauj ut dengan
tingkat seperti sekarang, maka seluruh
wilayah di Indonesia akan mengalami defisit
air seeara nyata pada tahun 2915. .agar
perkiraan tersebut tidak terjadi maka di
samping diperlukan usaha pelestanan hutan
dan konservasi siirnber-daya air, juga perlu
adanya pemantauan siimber air dari Ilvki-l
dalam skala lokal Eliompas, Jumat 29
ngustiis 2ttü3}.
BagiProv’n1si Gorontalo, masalah krusial
yang dihadapi saat ini sehubungan dengan
pengelolaan air adalah banjir. nda dua
penyebab utaiua terjadinya banjir, yakni
luapan air dari Sungai Bone dan Sungai
Bolango serta pendangkalan Dannii I .imliom
sehingga tidak dapat menampung luapaii air
hujan. Akibat meluapnya Sungai Bolango
pada tahun 2991, sedikitnya 29.999 jiwa
warga Kota dan Kabupaten Gorontalo
terpaksa mengungsi. Di Kota Gorontalo,
warga yang men gengsi sekitar ?.tlI]t`t j iwa dan
sekitar 22.500 jiwa dievakuasi ke berbagai
tempat yang bebas dari terjangan air
(Kornpas, S Pebruari End 1).
l’v’1enu_riit World Wide Fund for hkirtttre
{WWF} yang dikutip Suara Pembaruan, 24
September Zütllli, lebih dari l,5 miliar
penduduk dunia saat ini mengalami kesulitan
untuk memperoleh air tawar dan jika pula
manajemen air tidak l’.iii,:rul2s±l’t, paling tidak 3,5
miliar penduduk dunia akan hidup dalam
kesulitan air dalam 29 tahun mendatang.
Penggunaan air tawar di hidonesia didominasi
uiinik kebutuhan pertanian sekitar Td 93.
ilisan ya adalah untuk kebutuhan industri 1 1
146
‘iii dan domestik 3 %. Mengingat betapa
pentingnya air bagi sektor pertanian,
khususnya dalam produksi padi yang
iiierupakan makanan pokok masyarakat
lndonesia, maka krisis ait’ juga akan
menimbulkan krisis pangan.
Provinsi Gorontalo telah memetik
pelajaran berharga tentang kegagalan
pengelolaan air yaitu kasus pendangkalan
Danau Liintiotii akibat penggandutan hutan
di daerah tangkapan airnya. Pada tahun 1934
luas Danau Limboto sekitar ‘Httltl ha dengan
kedalanian l4 meter, namun karena kondisi
hutan di daerah tangkapan airnya rusak maka
terjadi pendangkalan yang terus menerus
sebagai akibat dari sedimentasi lumpurhasil
erosi di daerah DAS-nya. Sedimentasi yang
terakumulasi di Danau Limboto menyebab-
kan penyenipitan dan pendang-kalan danau
tersebut sehingga pada tahun 1993 luasnya
tinggal 3.ü22,5 ha dan kedalamannya hanya
1,3 meter.
li’. ICEHHPIPULAN Unri Su’l.lUi.l”i
A. Kesimpulan
1. Pemanfaatan sumberdaya alam berupa
air dari hutan umumnya beluni
terkuantifikasikan dan belum masuk
dalam pendapatan daerah Pro’-‘i1’1Si
Gorontalo. Satu-satunya pendapatan
daerah yang berasal dari pemanfaatan
sir adalah melalui PDAM, namun
nilainya pun sangat keeil dibandingkan
de ngan sektor lain yaitu pada tahun Elilüi
hanya 1,516 juta rupiah (ü,’ElE %}.
Demikian juga sumbangan dari Selflnr
basil hutan, baik kayu m.anpim non kayu
pada tahun ltlül hanya l2l,t]9ti juta
rupiah -[d,39 93).
1. Nilai ekonomi air di Provinsi Gorontalo
sebagian besar masih dalam beiituk
subsidi alam kepada masyarakat, karena
mereka memperolehnya tanpa
membayar. Total koiitribusi hutan di DAS
bagi pengadaan air untuk sektor rumah
tangga, pertanian sawah, dan perikanan
air tawar melalui pendekatan iiilai pasar
dan nilai guna langsung di Provinsi
Gorontalo mencapai lebih dari 89,334
milyar rupiah setahun.Page 13

iii
B. Sa ran
l. Pemerintah Provinsi dan masyarakat
Gorontalo henis belajar dari pengalaman
yang telah terjadi seperti pendangkalan
Danau Limboto dan banjir besar akibat
meluapnya Sungai Bone dan Bolango
yang disebabkan oleh gundulnjra hutan
di bulu dan aliran sungai.
2. Ke depan semua eleinen petnerintahan
dan masyarakat harus lebih ttietighargtti
keberadaan hutan sebagai penjaga dan
penjreirnbang suplai air sehingga dapat
dipetik nianfaatnjra sepanjang tahun dan
terhindar dari bencana banjir, kekeringan,
dan kel-rurangan pangan.
3. Perlu penelitian lebih lanjut tentang nilai
ekonomi hutan di DAS, berdasarkan
luxugian yang ditanggung masyarakat
akibat banjir yang disebabkan oleh
hilangnya hutan di Di-*i S.
DAFTAR PUSTA KA
Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo.
lütllia Provinsi Gorontalo dalam Angka
tahun Eüül. Badan Pusat Statistik
Provinsi Gorontalo. Gorontalo.
Ztltllb.
Survei Sosial Ekonomi Nasional
(SUSENAS) Provinsi Gorontalo Etltl 1.
Badan Pusat Statistik Provinsi
tiornntalo. Gomntalo.
_ ____ __ . lütlle.
Produk Domestik Regional Bruto
Provinsi Gi:-rr:-ntrtlit Tahun BUDI _ Hadarl
Pusat Statistik Provinisi Gorontalo.
Gorontalo.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Boalemo.
2t`tt`tI. Kabupaten Boalemo dalam
an,-._-.ini tahun oorio. anaan Pusat
Statistik Kabupaten Boalemo.
Boalemo.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Gorontalo.
2-Iilül. Kabupaten Gorontalo dalam
Angka tahun Iülfll. Badan Pusat
Statistik Kabupaten Gorontalo.
Liorotttalo.
Badan Pusat Statistik Kota Gorontalo. 2tltl2.
Kota Gorontalo dalam Angka tahun
2001. Badan Pusat Statistik Kota
Gorontalo. Llorontalo.
Hilsi trhinfaat Ekonomi Hidrologis DAS tHenr:tra Gunawan. dttttii
Forest Wateb Indonesia (FWD 8.: Global
Forest Wateh {GFW]. 2[t[Il. Potret
Keadaan Hutan Indonesia. FWI-Bogor
dan GFW Washington DL’.
Kompas. Eüllll. Gorontalo Dilanda Banjir,
29.ü’CItl’ Warga Mengungsi. Kompas E
Pebruari 21101. Diakses dari http:r’r”
wwunkompas.eomrkonipas-oetakr
ti iü2r`t.`rEr’daera1ir“ goro19.ht:i-ri.
Koinpas. ltlüli-. Tanpa Perbaikan Lingkung-
an, Indonesia Ilaftsit Air 2tll5.
Kompas. Jumat 29 agustus Ztltlfl.
Diakses dari http:f.”www.kum-
paseorai’.
Me`Neel3r. J..-ti. 15192. Ekonomi dan
Keanekaragaman Hayati. Yayasan
UI:-or Indonesia. Jakarta.
Ramdan. I-I.. “Yusran, dan D. Darusman.
2tJ=t.t3. Pengelolaan Sumber Daya Alam
dari Otonomi Daerah: Perspektif
Kebijakan dan Valuasi Ekonomi.
Iilqaprint, I atinangor. Bandung.
Sinar Harapan. Ztltll. Stop Perusakan
Lingkungan Hidup: Krisis .air Meng-
anealn. Sinar Harapan Edisi 3391,
Senin, 20 Agustus Eüül. diakses dari
http:i’i’www.terranet.or.idi’
goto_b-e.rita.pl’ip.id=lS2S.
Suara Pembaruan. 2ütl3. Benarkah
lndonesia Krisis niii’ Tawar. Suara
Pembaruan, 24 September Etlttfl-_
Diakses dari l1ttp:Hwww.suara
pe|nbaruan.oomrl~lewsi’2üIII3i’tl’]Ii’24i’
‘|.ing;kunar’l_.ing_fl2.btml.
Sub BRLKT Gorontalo Limboto. l*}9?.
Laporan Seoriog. llrtitan Dr“’tSr’Sub
DAS Prioritas Wilayah Kerja Sub
BRLKT Gorontalo Limboto. Sub
BRLKT Gorontalo Limboto. Limboto.
Swanson, TM. dan E.B. Barbier. IFJ92.
Eeunoinie for The Wildst Wildlife,
“Fr’ildlands,Diire1’sit”_r and Development.
Barthsean Publication Limited.
London.
Tumor, R.K., D. Pearee, dan I. Haternan.
1994. Environmental Eoonoi-nie an
Elementary Introduction. Ilari-‘ester
Wheatsheaf. New York.
14?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: