Desa-Desa di DAS Limboto

Desa-Desa di DAS Limboto

Ikhtiar penyelamatan Danau Limboto harus berbasis warga DAS Limboto. Mengapa? Karena air hujan yang jatuh di seluruh desa/kelurahan yang menjadi bagian   dari DAS Limboto berpotensi menjadi aliran permukaan (run off) yang mengalir menuju Danau Limboto. Aliran permukaan itu membawa sedimen (hasil erosi) yang berpotensi mendangkalkan danau, zat hara (menyebabkan eutrofikasi sehingga eceng gondok tumbuh subur), dan bahan pencemar (polutan) yang mencemari danau. Dan, debit run off yang tinggi berpotensi menimbulkan banjir di daerah sekitar danau.

Wikimapia

DAS Limboto. Sumber: Wikimapia

Karena itu pengendalian debit run off merupakan langkah strategis sebagai bagian dari penyelamatan Danau Limboto dan langkah itu harus melibatkan setiap pemilik persil lahan di DAS Limboto.  Persil lahan dapat berupa persil lahan kehutanan, persil lahan pertanian, perkebunan, permukiman, industri, lahan basah, dan sebagainya.

Setiap persil lahan setidaknya memiliki tiga karakteristik: yaitu (1) luasnya tertentu, (2) memiliki jenis pernggunaan tertentu, dan melekat  (3) hak kepemilikan (property right). Kepemilikan tiap persil itu dapat berupa kepemilikan oleh negara (state property), kepemilikan oleh individu/swasta (private property), kepemilikan bersama oleh komunitas  tertentu (communal property), dan persil-persil yang secara de facto termasuk open access. Di setiap desa / kelurahan, karakteristik persil-persil lahan yang ada itu tentu saja bisa berbeda-beda.

Mengapa identifikasi desa-desa di DAS Limboto ini penting? Itu karena ikhtiar pengendalian debit run off dari tiap persil lahan harus dilakukan dalam bentuk aksi kolektif lokal. Dan aksi kolektif  (collective action) akan efektif jika dilakukan pada level komunitas spasial (tinggal di satu lokasi tertentu), dimana komunitas itu pernah memiliki pengalaman bekerjasama di masa lalu (merupakan sat unit sosial).

Batas DAS Limboto, Propinsi Gorontalo

Untuk keperluan pengendalian debit run off dalam rangka penyelamatan Danau Limboto, maka aksi kolektif skala desa /kelurahan dapat dianggap memadai dalam upaya membangun kepedulian warga DAS Limboto untuk melakukan aksi kolektif lokal di tiap desa.  Tentu saja aksi kolektif skala RT/RW akan lebih efektif.

Aksi kolektif lokal merupakan manifestasi pengiplementasian keputusan bersama di tingkat lokal.  Dan keputusan bersama di tingkat lokal merupakan hasil dari rembug warga di tingkat lokal di tiap desa. Karena itu setelah mengidentifikasi desa-desa yang menjadi bagian dari DAS Limboto, yang harus dilakukan adalah fasilitasi rembug warga di tiap desa di DAS Limboto untuk menyepakati rencana aksi penyelamatan Danau Limboto di desa yang bersangkutan.

Tentu saja penyelamatan Danau Limboto tidak cukup hanya dengan pengendalian debit run off dari tiap persil lahan yang ada. Penyelamatan Danau Limboto juga berkaitan dengan pembersihan gulma air (eceng gondok) dan pengerukan sedimen Danau Limboto.  Untuk kepentingan ini, aksi kolektif lokal di tiap desa/kelurahan  yang berbatasan langsung   dengan Danau Limboto menjadi penting.  Karena itu perlu juga diinventarisir desa-desa/kelurahan-kelurahan yang berbatasan langsung dengan Danau Limboto.

Desa-Desa yang termasuk DAS Limboto

Menurut Kusmawati (2006) terdapat 70 desa / kelurahan di DAS Limboto yang seluas 91.004 ha, namun tidak disebutkan desa-desanya. Yang disebutkan hanyalah kecamatan.

Karena itu, metode untuk menginventarisir desa-desa / kelurahan-kelurahan ini hanyalah dengan memanfaatkan data sekunder yaitu kecamatan-kecamatan yang diidentifikasi berada di DAS Limboto dan desa-desa di tiap kecamatan itu.

Dalam Kusmawati (2006), dengan mengacu pada data dari RTL-RLKT Das Limboto 2003, kecamatan yang termasuk dalam wilayah DAS Limboto adalah:

Kemudian dengan mengacu pada data desa-desa yang diunduh dari Bank Data Provinsi  Gorontalo, data desa-desa per kecamatan dapat diperoleh. Tentu saja untuk memastikan apakah desa-desa itu termasuk DAS Limboo atau DAS tetangganya  diperlukan pengecekan lagi.

Tapi secara sementara, data-data desa tiap kecamatan ini bisa dijadikan rujukan awal.

I. DESA-DESA DAS LIMBOTO DI KABUPATEN GORONTALO

Desa-Desa di KECAMATAN BATUDAA

01 I L U T A

02 B U A

03 H U N T U

04 PAYUNGA

05 TABONGO TIMUR

06 TABONGO BARAT

07 LIMEHE BARAT

08 LIMEHE TIMUR

09 ILOMANGGA

10 MOTINELO

11 MOAHUDU

12 BARAKATI

Desa-Desa di KECAMATAN BONGOMEME

01 BONGOMEME

02 DUNGALIYO

03 PILOLALENGA

04 AMBARA

05 KALIYOSO

06 PANGADAA

07 DULAMAYO

08 BONGOHULAWA

09 UPOMELA

10 TOHUPO

11 BATU LORENG

12 MOLONIHU

13 MOLOPATODU

14 MOLAS

15 OTOPADE

16 BOTULAGOO / BATU LAYAR

Desa-Desa di KECAMATAN LIMBOTO

01 BIYONGA

02 BONGOHULAWA

03 BOLIHUANGGA

04 BULOTA

05 DUTULANAA

06 HUTUO

07 HEPUHULAWA

08 HUNGGALUWA

09 KAYU MERAH

10 KAYU BULAN

11 TENILO

12 MALAHU

Desa-Desa di  KECAMATAN LIMBOTO BARAT

01 HUIDU

02 PONE

03 TUNGGULO

04 YOSONEGORO

05 PADENGO

06 OMBULO

07 DAENAA

08 HUTABOHU

Desa-Desa di KECAMATAN PULUBALA

01 TRIDARMA

02 PONGONGAILA

03 PULUBALA

04 TOYIDITO

05 MOLALAHU

06 MOLAMAHU

07 BHAKTI

08 MULYONEGORO

09 PUNCAK

Desa-Desa di Kecamatan Telaga

01 TUALANGO

02 DULOMO

03 TILOTE

04 TABUMELA

05 ILOTIDEA

06 LAUWONU

07 TENGGELA

08 HUTADAA

09 BUHU

10 LUWOO

11 BULILA

12 BUNGGALO

13 BULOTA

14 MONGOLATO

15 LUHU

16 HULAWA

17 PILOHAYANGA

18 DULAMAYO SELATAN

Desa-Desa di Kecamatan Tibawa

01 ISIMU UTARA

02 ISIMU SELATAN

03 DATAHU

04 TOLOTIO

05 DUNGGALA

06 MOLOWAHU

07 REKSONEGORO

08 ILOMATA

09 ILOPONU

10 BUHU

11 LABANU

12 MOTILANGO

II. KELURAHAN-KELURAHAN DAS LIMBOTO DI KOTA GORONTALO

Kelurahan-Kelurahan di KOTA BARAT

01 DEMBE I

02 LEKOBALO

03 PILOLODAA

04 BULIIDE

05 TENILO

06 MOLOSIPAT W

07 BULADU

III. DESA-DESA DAS LIMBOTO DI KABUPATEN GORONTALO UTARA

Desa-Desa di KECAMATAN KWANDANG

01 PONTOLO

02 MOLINGKAPOTO

03 MOOTINELO

04 LEBOTO

05 BULALO

06 BUALEMO

07 POSSO

08 TITIDU

09 MOLUO

10 DAMBALO

11 MOLANTADU

12 TANJUNG KARANG

13 PONELO

IV. DESA-DESA/KELURAHAN-KELURAHAN YANG BERBATASAN LANGSUNG DENGAN DANAU LIMBOTO

01 …………………………….

02 …………………………..

ada yang mau bantu?

2 Comments on “Desa-Desa di DAS Limboto”

  1. joko suwarno Says:

    Aksi kolektif jangan hanya peran masyarakat saja, tetapi juga melibatkan peran stakeholders yang lain misalnya instansi pemerintah yang memberikan dampak negatif terhadap DAS maupun instansi yang memberikan perbaikan misalnya Rehabilitasi hutan dan lahan maupun instansi yang mampu menggerakkan koordinasi antar instansi pemerintah maupun perguruan tinggi dan LSM. Harus dipetakan dulu peran masing-masing, dan apa yang harus diperankan sesuai yang diharapkan untuk memenuhi kegiatan bagi penyelematan DAS Limboto. Bergerak secara bersama tetapi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing2. Semua pihak terkait harus berbuat sesuatu sesuai kapasitas dan fungsinya, dan mengurangi aktivitas yang membuat buruknya DAS. DAS harus dipandang sebagai satu sistem, sehingga semua komponen sistem harus diperankan. Tks.

    • prapedas Says:

      Makasih pak Joko, sudah mengunjungi blog ini dan memberikan komentar. Setuju bahwa seluruh stakeholder harus terlibat / dilibatkan. Gagasan yang ingin dikembangkan adalah menjadikan masyarakat – sebagai salah satu komponen stakeholder – sebagai pelaku utama untuk ikhtiar-ikhtiar perbaikan DAS dan Danau Limboto. Sedangkan stakeholder lainnya lainnya berperan sebagi fasilitator untuk aksi kolektif masyarakat di tingkat lokal. Seperti di India, pengorganisasian masyarakat itu dikemas dengan apa yang disebut sebagai watershed village committee (wvc). Perlu ada unsur stakeholder yang tugasnya menfasilitasi pembentukan dan penguatan semacam wfc tadi dan stakleholder lainnya menfasilitasi pelaksanaan rencana yang disusun oleh wvc-wvc tersebut. Betul bahwa seluruh stakeholder harus bergerak secara bersama-sama, tapi saya menempatkan peran stakeholder seperti itu, yaitu masyarakat sebagai pelaku utama dan karena itu harus terorganisir (seperti dalam bentuk wvc) dan masing-masing wvc punya rencana aksi, sedangkan peran stakeholder lain adalah menfasilitasi dan memonitor agar rencana-rencana wvc bisa terealisir.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: