Anice Bhadmurtiraka

Danau Limboto

Sumber:http://teweraut.multiply.com/photos/album/5/Danau_Limboto

Empat puluh tahun silam kedalaman danau ini 30 meter. Namun hari ini kedalamannya tinggal TIGA METER saja. Pndangkalan berjalan terus dengan pesatnya, dan dalam waktu singkat danau ini tinggal dalam kenangan.

danau limboto

vris wrote on Feb 19, ’08:

pemandangan yang indah….sayang kalau danau ini sampai hilang ditelan daratan….hiks!

jill2008 wrote on Feb 27, ’08:

Ai… memang photo tanah air ku ini indah sekali.
semoga tempat-2 yang indah ini membawa ilham yang indah pada yang memandangnya.
( Walaupun hanya melihat dari photo, tapi rasa damai sudah membuat saya tersenyum )

ebbie wrote on Apr 15, ’08

Dari Benteng Otanaha juga cakep view Danau Limboto, Sayang enceng gondok merajalela sampai mengalir ke laut..

sheravim wrote on Apr 23, ’08:

saya speechless liat foto ini. sungguh, saya berkomentar bukan karna basa basi atau membalas koment anda di foto saya. komposisi dan angle yang diambilnya tidak terkesan flat. great pic.

bobphotografer wrote on Jun 23, ’08:

beautiful…

kinyur wrote on Jul 9, ’08:

cantik sekali bu, warnanya unik, salam bu

ncc1701d wrote on Jul 10, ’08:

oohh…..indahnya !

teweraut wrote on Jul 22, ’08, edited on Jul 22, ’08:

“ebbie said
Dari Benteng Otanaha juga cakep view Danau Limboto, Sayang enceng gondok merajalela sampai mengalir ke laut..”

Salut, Bie! ternyata benar-benar, propinsi ini telah dikunjungi ya? Photo yang satu ini bukan dibidik dari Benteng Panipi atau kini lebih populer disebut Benteng Otanaha, melainkan dibidik dari masjid Ju panggola, Bie

teweraut wrote on Jul 22, ’08:

vris said
pemandangan yang indah….sayang kalau danau ini sampai hilang ditelan daratan….hiks!

Memang sangat disayangkan bila Danau Limboto ini kelak tinggal sebuah nama. Menyelamatkan danau Limboto harus melibatkan kaum cendekiawan yang benar-benar cerdas, peduli lingkungan, memiliki kepekaan pada anthropologi terapan sampai dengan teknologi terkini.

teweraut wrote on Jul 22, ’08

“sheravim said
saya speechless liat foto ini. sungguh, saya berkomentar bukan karna basa basi atau membalas koment anda di foto saya. komposisi dan angle yang diambilnya tidak terkesan flat. great pic.”

Terimakasih atas kunjungan ke situsku ya

teweraut wrote on Jul 22, ’08

“bobphotografer said
beautiful”

Terimakasih atas kunjungannya ke situsku ya.

teweraut wrote on Jul 22, ’08:

“kinyur said
cantik sekali bu, warnanya unik, salam bu”

Danau ini memang inspiratif. Hanya seorang Bung Karno yang menghargai keindahan danau ini, sehingga memerlukan beliau mendirikan semacam helipad dan rumah peristirahatan di tepi Danau Limboto ini.

teweraut wrote on Jul 22, ’08

ncc1701d said
oohh…..indahnya !

Danau ini indah dari setiap sudutmya, Mas.

akulahabstrak wrote on Aug 22, ’08:

sungguh ulah manusia kerap mendangkalkan keaslian alam..

utara19 wrote on Aug 23, ’08:

wah.. keren

otrad wrote on Sep 20, ’08:

sempat dulu lihat keindahan danau limboto di Televisi…..ad usaha dari PemDa setempat nggak untuk mengeruk kembali minimal menjaga kelestariaannya?…mungkin kalau satwa seiring perkembangan manusia pasti menyinkir atau punah itu sudah seleksi alam

ebbie wrote on Dec 10, ’08

“teweraut said
dibidik dari masjid Ju panggola, Bie”

i see Mam.. Masjid Ju Panggola kira-kira 500m dari Benteng Otanaha.

Di dalam Masjid ada makam Ju Pangola. Sempat bertemu dan ngobrol dengan Pak Marten, salah satu keluarga keturunan dari Ju Pangola. Seorang Raja Gorontalo yang wafat pada tahun 1689 bernama Ilato yang bergelar Ju Pangola (bapak tua) dan Ta’ Aulia (waliyulla).

teweraut wrote on Dec 12, ’08:

“otrad said
sempat dulu lihat keindahan danau limboto di Televisi…..ad usaha dari PemDa setempat nggak untuk mengeruk kembali minimal menjaga kelestariaannya?…mungkin kalau satwa seiring perkembangan manusia pasti menyinkir atau punah itu sudah seleksi alam”

Yaaahhhh… mestinya pemda dan seluruh masyarakat Gorontalo memahami betapa pentingnya merawat tanah uang dipijak. bermula dari pelestarian hutan lindung lebih ditertibkan. Kedua, adalah memberikan kesadaran pada para nelayan danau Limboto untuk tidak sembarang memb uat penangkaran ikan hulu-u yang menjadi salah satu sebab pendangkalan danau. Ketiga kepedulian aparat kakanwil perikanan dengan seluruh jajaran pemerintah untuk turut serta terjun melestarikan atau paling sedikit memelihara keberadaan danau ini.

biduk limboto

sheravim wrote on Apr 23, ’08:
keren banget

centang perenang

nelayan Limboto

cahaya sore

menanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: