1 Pendahuluan

Pedoman Pengelolaan Ekosistem Danau

Kementerian Negara Lingkungan Hidup, 2008

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Indonesia memiliki ekosistem darat yang menggenang diantaranya adalah danau. Danau-danau tersebut ada yang terbentuk secara alami (natural lake) dan ada yang terbentuk secara buatan (artificial lake). Danau buatan dikenal dengan sebutan waduk (reservoir). Morfometri atau bentuk dan struktur danau alami dan danau buatan memiliki banyak perbedaan. Perbedaan tersebut menyebabkan adanya perbedaan dalam karakteristik (fisika-kimia-biologi) perairannya. Karena itu, strategi pengelolaan danau alami dan danau buatan tidak bisa disamakan. Pedoman ekosistem danau membatasi bahasan hanya pada danau alami yang selanjutnya disebut danau. Danau kaya akan keragaman fungsi, hayati, dan sosial-budaya. Potensi yang dimilikinya sangat mendukung kehidupan manusia. Fungsi ekologinya selain sebagai penyimpan air (water conserver) adalah juga sebagai habitat kehidupan liar termasuk biota endemik, asli (indigenous) atau yang dilindungi. Perairan ini bermanfaat sebagai sumber bahan baku air minum, air keperluan permukiman, pertanian, industri, pembangkit listrik tenaga air, sarana transportasi, usaha perikanan, maupun pariwisata termasuk didalamnya kegiatan olah raga air. Selain nilai ekonomi, perairan danau juga memiliki nilai estetika, religi, dan tradisi.

Keadaan ekosistem perairan danau tersebut kini cenderung mengalami degradasi karena kurang kepedulian dan kesungguhan profesional dalam pengelolaannya. Banyak diantaranya terancam, baik dari segi kuantitas maupun kualitas airnya, juga dari segi kelangsungan hidup biotanya. Hal ini disebabkan terutama oleh meningkatnya kegiatan manusia di perairan maupun daerah tangkapan airnya. Danau akan sulit sekali dipulihkan kondisinya apabila tercemar dan rusak, perlu waktu yang lama untuk pemulihannya dengan biaya yang tidak sedikit. Dalam skala dunia, danau telah menjadi ”prioritas global” karena 90% air tawar di permukaan bumi tersimpan di danau dan waduk. Jumlah danau di Indonesia adalah 521 buah yang memiliki luas lebih dari 10 Ha, dengan jumlah luas 491.724 Ha (Tabel 1.1), tersebar di semua kepulauan terutama di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua (Nontji, 1996). Indonesia juga memiliki 3 dari 20 danau terdalam di dunia (> 400m).

Indonesia telah ikut menandatangani “Deklarasi Millenium” pada tahun 2000 di New York bersama dengan 147 (seratus empat puluh tujuh) pemimpin dunia lainnya. Pada penandatangan deklarasi ini, Indonesia sepakat untuk berupaya mengurangi jumlah penduduk miskin hingga 50%. Pengurangan kemiskinan ini diantaranya diupayakan melalui perbaikan pengelolaan lingkungan dan keadilan dalam pengalokasian sumberdaya alam. Salah satu Target Pembangunan Millenium (Millennium Development Goals, MDGs) adalah mengurangi hingga 50% di tahun 2015 proporsi penduduk yang tidak memiliki akses pada air bersih. Danau sebagai wadah penyimpan air yang besar dan mudah untuk diakses merupakan komponen penting yang harus diperhitungkan dalam upaya pencapaian target MDGs. Ekosistem danau memiliki peran penting dalam menjamin kualitas dan kuantitas ketersediaan air tawar.

Konferensi Sedunia Pembangunan Berkelanjutan (World Summit on Sustainable Development, WSSD) menyimpulkan bahwa area kunci yang perlu diprioritaskan dalam pembangunan berkelanjutan adalah ‘WEHAB’ (Water, Energy, Health, Agriculture and Biodiversity) atau Air, Energi, Kesehatan, Pertanian, dan Keanekaragaman hayati. Kelima tema ini memiliki dampak yang sangat besar pada kehidupan manusia, dalam interaksinya dengan alam serta keberlanjutan kehidupannya di masa datang. Sebagian besar penduduk dunia tidak memiliki akses pada air bersih dan lebih dari 3 juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit yang disebabkan karena mengkonsumsi air yang tidak bersih. Jika tidak ada tindakan nyata untuk menyelamatkan sumberdaya air tawar, maka pada tahun 2025 diperkirakan 2/3 (dua per-tiga) penduduk dunia di berbagai negara akan mengalami kekurangan air bersih. Perlu perbaikan dalam mengakses sumber air permukaan, efisiensi penggunaan air pada sektor pertanian dan pengendalian kerusakan daerah tangkapan air. Kapasitas ekosistem perairan darat di dunia untuk mendukung keanekaragaman hayati sudah sangat menurun. Hal ini ditandai dengan berkurangnya populasi berbagai spesies air tawar bahkan ada yang punah. Sekitar 20% spesies ikan air tawar dunia telah punah. Ketidakpedulian menjaga ketersediaan air tawar baik dari segi kualitas maupun kuantitas untuk menjaga ekosistem akuatik yang sehat akan berpengaruh pada menurunnya sumberdaya alam, keanekaragaman hayati akuatik dan kesehatan manusia. Pengelolaan dan konservasi yang efektif pada ekosistem perairan darat adalah sangat penting untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi manusia. Sumberdaya air yang sehat sangat diperlukan untuk menjaga ekosistem agar berfungsi dengan baik dan melestarikan keanekaragaman hayati.

Perlindungan terhadap danau telah dijadikan bahan pembicaraan dan diskusi dalam konferensi tingkat tinggi di seluruh dunia selama beberapa dasawarsa terakhir yaitu melalui The World Lakes Conference (Konferensi Danau Sedunia). Konferensi Danau Sedunia ke-9 pada tahun 2001 di Shiga, Jepang telah mendorong tersusunnya Visi Danau Dunia yang secara resmi diluncurkan pada The 3rd World Water Forum (Forum Air Sedunia ke 3) di Kyoto, Jepang pada tahun 2003. Visi Danau Dunia dikembangkan untuk mengajak umat manusia mengakui bahwa danau bukanlah semata-mata sebagai sumber air dan bahan pangan yang mudah didapatkan atau sebagai obyek wisata yang menarik saja, namun juga merupakan sistem perairan yang memiliki kompleksitas kehidupan biota dan keindahan hakiki, serta juga sebagai tempat lahirnya berbagai macam budaya, sejarah dan perkembangan kehidupan sosial. Visi Danau Dunia juga menekankan perlunya suatu pendekatan terpadu agar masalah-masalah yang menyangkut danau dapat dikenali dan ditangani secara komprehensif. Rencana pengelolaan danau yang terkonsep dengan baik dan berkelanjutan dari segi lingkungan belum dikenal di sebagian besar danau yang ada.

Menyadari pentingnya perairan danau sebagai suatu ekosistem penyangga kehidupan, perlu dilakukan tindakan nyata yang mengatur pemanfaatannya, dengan memperhatikan keragaman manfaat, keunikan hayati, serta peranan dalam tata kehidupan manusia beserta alam pada saat ini dan di masa mendatang.

Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan suatu pedoman pengelolaan ekosistem danau, pedoman yang memuat permasalahan dan solusinya sebagai acuan bagi pemangku kepentingan dalam memanfaatkan dan mengelola perairan danau secara bijaksana yaitu dengan memperhatikan keseimbangan ekosistem dan daya dukungnya.

1.2 Maksud, Tujuan dan Sasaran

a. Maksud penyusunan pedoman adalah untuk memberikan acuan pengelolaan ekosistem danau bagi berbagai instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengimplementasikan pemanfaatan, perlindungan dan pelestarian danau secara terpadu.

b. Tujuan penyusunan pedoman adalah untuk merumuskan pengelolaan danau secara terpadu dan berwawasan lingkungan serta berkelanjutan.

c. Sasaran penyusunan pedoman adalah terwujudnya pemulihan danau untuk kelestarian ekosistemnya, serta pengendalian pemanfaatannya agar fungsi danau berkelanjutan untuk masa kini dan masa depan.

Mengingat wujud, keadaan, dan lokasi perairan danau beraneka ragam, sehingga memerlukan penanganan yang berbeda, maka materi pedoman ini bertumpu pada langkah-langkah pengelolaan secara umum. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat dijadikan acuan baku dalam penyusunan petunjuk teknis berupa program tindak lanjut (action program) untuk danau tertentu sesuai dengan karakteristik, keunikan dan permasalahannya.

1.3  Pengertian Danau

Berbagai acuan yang mendefinisikan danau antara lain bersumber dari ILEC dan Konvensi Ramsar digunakan pada Pedoman ini, karena berkaitan dengan karakteristik danau serta sistem pengelolaannya.

1. Pengertian danau pada Konvensi Ramsar:

Danau adalah badan air alami, berumur tua, dalam, bertepian terjal, kolom air berstratifikasi, fluktuasi muka air kecil dengan dominasi plankton (Steep, sloped, deep, old natural water body with stratified water column, small yearly water level fluctuation, dominated by plankton).

2. Pengertian danau menurut UNEP-IETC/ILEC 2000 :

a. Danau merupakan suatu ekosistem perairan menggenang penampung air dengan inlet lebih banyak daripada outlet-nya. Danau dibedakan menjadi danau alam (natural lake) dan danau buatan (man made lake/artificial lake).

b. Danau alam adalah danau yang dibentuk secara alami, biasanya berbentuk mangkok (bowl-shape) yang lebih rendah dari permukaan tanah, yang terisi air dalam waktu lama, terbentuk akibat bencana alam besar seperti glasier, aktifitas gunung berapi atau gempa tektonik.

c. Danau buatan adalah waduk/bendungan yang dibentuk melalui pembangunan bendungan yang memotong aliran sungai. Waduk/Bendungan dapat pula dibangun pada saluran outlet danau alami, sebagai suatu tujuan untuk mengontrol tinggi muka air danau yang lebih baik.

3. Pengertian Danau dan Ekosistem Danau pada Pedoman ini

Sebagai bahan acuan, semua pengertian tersebut diatas saling melengkapi karena menggambarkan berbagai tipologi dan karakteristik danau. Namun demikian pemilihan salah satu pengertian tersebut menyebabkan polemik para ahli dan pemerhati danau, karena tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi alam Indonesia yang kaya dengan sumber daya air danau dengan berbagai tipologi dan karakteristiknya. Oleh karena itu, pada pedoman ini pengertian danau disesuaikan dengan kondisi di Indonesia dan bersifat umum sehingga memberikan kemudahan bagi para pengelola danau dan masyarakat pengguna danau untuk penafsiran peraturan perundangan dan berbagai pedoman pelaksanaannya. Pengertian danau dan ekosistem danau pada pedoman ini adalah sebagai berikut:

a. Danau adalah wadah air dan ekosistemnya yang terbentuk secara alamiah termasuk situ dan wadah air sejenis dengan sebutan istilah lokal

b. Ekosistem danau adalah ekosistem akuatik perairan danau dan ekosistem terestrial daerah tangkapan air danau.

One Comment on “1 Pendahuluan”

  1. ogie Says:

    daftar pustakanya siapa aj??????????


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: