4 Kebijakan Pengelolaan

Pedoman Pengelolaan Ekosistem Danau

Kementerian Negara Lingkungan Hidup, 2008

BAB IV KEBIJAKAN PENGELOLAAN EKOSISTEM DANAU

4.1. Visi dan Misi

Visi: Melestarikan fungsi ekosistem danau untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang

Misi: Melakukan tindakan konservasi dan pemanfaatan yang bijak atas danau dan daerah tangkapan airnya melalui kegiatan inventarisasi, penelitian dan kajian ekosistem danau serta mengikutsertakan peran aktif masyarakat setempat dan meningkatkan kapasitas kelembagaan dengan kerjasama, koordinasi dan keterpaduan antar pemangku kepentingan.

Visi dan Misi pengelolaan ekosistem danau tersebut perlu dijadikan tekad dan landasan semua stakeholder pengelola dan pemanfaat danau, yaitu masyarakat, instansi serta aparat pemerintah dan pemerintah daerah, agar kelestarian ekosistem danau dapat memberi manfaat secara berkelanjutan bagi kepentingan dan kesejahteraan penduduk pada masa kini dan masa yang akan datang

4.2. Landasan Peraturan Perundangan

4.2.1. Peraturan Perundangan Tentang Lingkungan Hidup

Danau adalah unsur lingkungan hidup yang diatur pengelolaannya dalam UU N0.23 tahun 1997. Kelestarian ekosistem danau sangat diperlukan untuk kesinambungan fungsi lingkungan hidup danau, yaitu sebagai habitat makhluk hidup pada perairannya serta manfaat sumber daya airnya bagi kehidupan manusia. Pemanfaatan danau sebagai sumber daya alam dan sumber energi terbarukan perlu seimbang dan tidak mengganggu ekosistemnya.

Danau memiliki ukuran dan keterbatasan daya dukungnya bagi makhluk hidup, sehingga tidak boleh menampung beban pencemaran lingkungan yang melebihi daya tampungnya yang merupakan karakteristik dari danau tersebut. Setiap pemanfaatan dan kegiatan pada perairan danau atau menggunakan sumber daya air danau perlu memperhatikan karakteristik danau tersebut, agar tidak terjadi kerusakan lingkungan.

Beban lingkungan berasal dari daerah tangkapan air danau, dan dari atas perairan danau, serta dari hilir danau yang mengambil air yang mengganggu keseimbangannya. Oleh karena itu tanggung jawab menjaga kelestarian danau perlu dipikul bersama oleh semua stakeholder yang berkepentingan dan berkaitan dengan danau, yaitu Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Pengusaha dan Masyarakat.

Pelestarian lingkungan hidup memerlukan baku mutu lingkungan dan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, sebagai landasan hukum dan landasan operasional perizinan dan pengawasan kegiatan atau pemanfaatan air pada danau tersebut dan kegiatan lain pada daerah tangkapan air danau.

PP No.82/2001 yang mengatur pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air, menentukan Kriteria Kelas Kualitas Air sebagai bahan penyusunan Baku Mutu Air Danau serta penyusunan Daya Tampung Beban Pencemaran Air.

4.2.2. Peraturan Perundangan Tentang Sumber Daya Air

Undang-Undang No.7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air mengatur ketentuan tentang Konservasi Sumber Daya Air, Pendaya Gunaan Sumber Daya Air dan Pengendalian Daya Rusak Air.

Konservasi sumber daya air sangat diperlukan sebagai upaya yang menjamin ketersediaan kuantitas dan kualitas air memenuhi keperluan makhluk hidup (manusia, flora dan fauna) secara berkesinambungan, serta upaya pengendalian bencana alam yang terjadi atau diakibatkan sumber daya air tersebut.

Sumber daya air mempunyai fungsi sosial, lingkungan hidup, dan ekonomi. Oleh karena itu pemanfaatannya perlu dikelola secara selaras dan seimbang sehingga tetap terjaga dan terjamin kelestariannya. Pemanfaatan yang berlebihan pada suatu sektor kegiatan tidak boleh mengganggu fungsi yang lainnya.

Konservasi sumber daya air dilakukan untuk menjaga kelangsungan daya dukung, daya tampung dan fungsi sumber daya air tersebut, antara lain dengan cara pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemarannya. Penyelenggaraan kegiatan tersebut oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah perlu dilakukan sinkronisasi yang terkoordinasi dengan baik.

Pengelolaan sumber daya air termasuk danau, bersifat multidimensi tergantung pada keberadaannya dan kepentingannya, yaitu:

  • Berada pada tanggung jawab sektoral dan lintas sektoral
  • Berada pada wilayah atau beberapa wilayah administrasi pemerintahan, yaitu provinsi, kabupaten dan kota
  • Berada pada wilayah tata pengairan, yaitu wilayah sungai
  • Berada pada wilayah ekosistem sumber daya air, baik ekosistem akuatik (pada danau) maupun ekosistem terestrial (pada daerah tangkapan air danau)
  • Kepentingan dan peran serta masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya air dan tanggung jawab konservasinya.

Perlindungan dan pelestarian sumber daya air danau dilakukan pada perairan danau tersebut, pada lahan danau dan lahan sempadannya, serta pada air, lahan dan hutan yang berada pada daerah tangkapan airnya. Sedangkan pengaturan konservasi sumber daya air danau yang berada di dalam kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam, kawasan hutan, dan kawasan pantai diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4.2.3. Koordinasi dan Kelembagaan Pengelolaan Lingkungan Danau

Perairan danau sebagai sumberdaya air ada yang membentang melewati beberapa provinsi, kabupaten, dan kota, serta dikelola oleh berbagai instansi sektoral dan masyarakat yang beragam. Tidak mungkin pemerintah daerah, instansi, maupun kelompok individu yang berperan atau mempunyai tanggung jawab tunggal terhadap seluruh aspek pengelolaan perairan danau serta perilaku masyarakat sekitarnya.

Mengembangkan dan melaksanakan upaya pengelolaan danau yang berkelanjutan harus melibatkan semua pihak terkait. Semua anggota masyarakat dan pemangku kepentingan yang ingin berperan secara sungguh-sungguh dalam proses ini harus diajak untuk berbagi informasi, dalam perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan dalam rangka membantu mencari jalan dan kemudahan untuk mengatasi masalah yang membebani danau. Selain instansi pemerintah, keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain seperti organisasi non-pemerintah, pemerintah daerah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan serta penelitian, perlu diorganisir secara sungguh-sungguh. Perencanaan dan pengelolaan danau secara berkelanjutan memerlukan pendekatan multi-disiplin, termasuk didalamnya ilmu-ilmu di bidang fisika, kimia, biologi dan sosial, serta pertimbangan-pertimbangan aspek sosio-ekonomi, kelembagaan, politik, teknologi, sejarah dan budaya. Rumusan kebijakan dan keputusan mengenai pengelolaan danau dapat terlaksana secara efektif jika kebijakan dan keputusan tersebut dilandasi oleh data dan informasi terkini, akurat dan ditunjang dengan pengalaman-pengalaman yang ada relevansinya.

Perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan untuk pengelolaan danau harus didasarkan pada penelitian ilmiah yang baik dan informasi yang dapat diandalkan. Kerjasama antara para pemangku kepentingan yang beragam ini merupakan suatu yang esensial demi keberhasilan upaya pengelolaan danau. Selama ini pemanfaatan perairan danau lebih mengedepankan faktor ekonomi daripada faktor keseimbangan lingkungan, akibatnya terjadi kerusakan lingkungan. Untuk mencegah kerusakan lingkungan, program kegiatan harus ditingkatkan agar seimbang hingga berbentuk pemanfaatan yang bertanggung jawab. Peraturan perundangan yang ada dapat dijadikan landasan kordinasi dan kerjasama antar instansi dan masyarakat.

4.2.4. Peran Serta dan Organisasi Masyarakat

Pengelolaan ekosistem danau dalam dekade terakhir sudah mengalami perubahan paradigma, yaitu perubahan dari sistem yang hanya berorientasi pada upaya untuk memaksimalkan pemanfaatan sumberdaya ke arah pendekatan yang bersifat kolaboratif dan partisipasif dari semua pemangku kepentingan dalam rangka pengelolaan sumberdaya yang lestari dan berkelanjutan. Hal ini disebabkan karena sifat sumberdaya perairan darat, khususnya di ekosistem danau yang beragam dan bersifat multi-fungsi serta kegiatannya beragam, maka penggunaan pola pengelolaan konvensional dan bersifat “top-down” dalam pemanfaatannya sudah tidak realistik dan layak. Pengelolaan sumberdaya berbasis masyarakat sebagai pengelolaan yang ’bottom-up’, terpadu, desentralistik dan partisipatif dilakukan untuk menangani isu-isu yang mempengaruhi lingkungan sumberdaya melalui partisipasi aktif dan nyata dari masyarakat. Berbasis masyarakat berarti pengguna sumberdaya utama (masyarakat) menjadi pengelola sumberdaya mereka, sehingga dapat memperkuat rasa kepemilikan dan tanggung jawab mereka terhadap sumberdaya mereka sendiri.

Pendekatan ”pengelolaan bersama” (co-management) semakin sering digunakan untuk pengelolaan sumberdaya alam. Pengelolaan bersama merupakan suatu pengaturan kemitraan dalam tanggung jawab dan kewenangan antara pelaku kunci atau pemangku kepentingan dalam pengelolaan sumberdaya alam yaitu masyarakat lokal dan pemerintah. Selain itu berbagai LSM, proyek-proyek pengembangan atau badan-badan lain dapat berperan dalam pengelolaan. Bantuan teknis dan pendanaan dapat ditopang/dianggarkan oleh lembaga/instansi pemerintah, perguruan tinggi, swasta, ataupun melalui swadaya dan usaha masyarakat. Pengelolaan bersama menggunakan kemampuan dan minat masyarakat di tingkat lokal yang dikombinasikan dengan kemampuan pemerintah dalam menyediakan kebijakan serta perangkat hukum yang diperlukan atau bantuan lainnya. Hubungan ideal kemitraan tersebut tergantung pada kapasitas para pemangku kepentingan dan sifat alami sumberdaya danau yang dikelola.

Pengelolaan bersama mencakup spektrum penataan pengelolaan yang luas dengan berbagai tanggung jawab dan kewenangan dari pemerintah dan masyarakat lokal. Pengelolaan bersama yang bersifat konsultatif (consultative co-management) yaitu pemerintah berkonsultasi dengan masyarakat tetapi keputusan ada di tangan pemerintah). Pengelolaan bersama yang kooperatif (cooperative co-management) yaitu pemerintah dan masyarakat lokal bekerjasama secara setara dalam pengambilan keputusan. Pengelolaan bersama yang didelegasikan (delegated co-management) yaitu masyarakat lokal mempunyai kewenangan pengelolaan dan memberitahukan keputusannya kepada pemerintah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: