6 Kesimpulan dan Saran

MODEL PENGENDALIAN PENCEMARAN PERAIRAN DI DANAU MANINJAU SUMATERA BARAT

MARGANOF

SEKOLAH PASCASARJANA, INSTITUT PERTANIAN BOGOR, BOGOR, 2007

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

  1. Parameter kualitas perairan danau yang telah melampui baku mutu air kelas 1 berdasarkan PP No. 82 tahun 2001 yang peruntukannya sebagai sumber air baku air minum adalah TSS, COD, BOD5, nitrit dan fosfat. Berdasarkan indeks mutu lingkungan perairan (IMLP), maka mutu perairan Danau Maninjau termasuk kualitas sedang atau tercemar ringan.
  2. Model pengendalian pencemaran perairan di Danau Maninjau yang dibangun dapat menggambarkan perilaku sistem nyata, yang tersusun dalam lima submodel, yaitu sub-model limbah (1) penduduk, (2) hotel, (3) peternakan, (4) pertanian dan (5) KJA. Ada dua faktor yang memiliki pengaruh dan ketergantungan antar faktor yang tinggi terhadap kinerja sistem, yaitu 1) pengolahan lahan; 2) dukungan pemerintah daerah, serta tiga faktor yang memiliki pengaruh tinggi terhadap kinerja sistem namun ketergantungan antar faktor rendah, yaitu: 1) jumlah KJA; 2) pertumbuhan penduduk; dan 3) persepsi masyarakat.
  3. Kebijakan yang dapat diterapkan untuk menekan beban limbah agar sesuai dengan baku mutu air yang diperuntukan sebagai sumber air baku air minum berdasarkan prioritas adalah: 1) meningkatkan persepsi dan pengetahuan masyarakat tentang dampak pencemaran perairan danau, 2) mengurangi laju pertumbuhan KJA; dan 3) menekan laju pertumbuhan penduduk; dan 4) mengupayakan pembangunan instalasi pengolahan limbah rumah tangga (tengki septik) di sekitar perairan danau.
  4. Pengendalian pencemaran Danau Maninjau dapat dilakukan dengan strategi optimistik, namun perlu didukung oleh beberapa kebijakan berupa (1) dukungan pemerintah untuk membangun fasilitas pengolahan limbah cair penduduk dan pengadaan pakan yang rendah kandungan fosfornya serta infrastruktur penunjang lainnya, (2) peningkatan kesadaran, kepedulian serta tanggungjawab masyarakat terhadap lingkungan dan (3) menyusun rencana strategis daerah khusus bidang pengelolaan sumberdaya alam dalam rangka pengendalian pencemaran perairan danau dan peningkatan sanitasi lingkungan.

6.2. Saran

  1. Model pengendalian pencemaran perairan danau yang dihasilkan dapat diaplikasikan pada perairan danau lain dengan melakukan penyesuaian atau perubahan pada beberapa variabel tertentu yang disesuaikan dengan kondisi Ā eksisting perairan danau tersebut.
  2. Dalam pelaksanaan pengendalian pencemaran perairan danau yang lebih efektif, pemerintah perlu melibatkan semua pelaku yang berkepentingan atau terkait dengan keberadaan danau.
  3. Penelitian ini belum menelusuri dampak dari pencemaran perairan danau terhadap penurunan ekonomi masyarakat dan institusi terkait. Oleh karena itu dipandang perlu penelitian lanjutan untuk mengetahui kerugian ekonomi akibat pencemaran secara akurat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: