5. Rencana Aksi

V. Rencana Aksi

a. Visi dan Misi Danau Limboto

Dalam rangka pengelolaan dan pelestarian Danau Limboto secara berkelanjutan di Provinsi Gorontalo, maka perlu ditetapkan Visi dan Misi. Visi dan Misi Danau Limboto adalah sebagai berikut:

Visi

Danau Limboto lestari tahun 2015

Misi

  • Mengembalikan dan mempertahankan fungsi-fungsi danau secara lestari untuk kesejahteraan rakyat.
  • Membangkitkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan danau.
  • Mewujudkan koherensi kebijakan pengelolaan danau.

b. Strategi

b.1. Lingkup Pengelolaan

Lingkup kesatuan wilayah ekosistem perairan danau meliputi badan air danau dan lingkungan di kawasan daerah tangkap airnya, sehingga sistem pengelolaan lingkungan perairan Danau Limboto harus merupakan bagian dari sistem pengelolaan Wilayah Sungai Limboto-Bolango-Bone. Sebagai contoh Dalam pengembangan konsep pengelolaan sumberdaya perikanan FAO menyarankan untuk membagi wilayah pengelolaan kawasan wilayah sungai kedalam tiga klaster, yaitu pengelolaan kawasan pedesaaan, pengelolaan kawasan sub DAS atau klaster orde sungai, serta pengelolaan DAS secara keseluruhan. Mengikuti konsep demikian pengelolaan lingkungan perairan danau dapat ditempatkan pada konteks pengelolaan kawasan pedesaan atau kawasan sub DAS, dimana keterlibatan masyaraakat lokal sangat diperlukan sebagai subjek sekaligus juga objek dari pengelolaan itu sendiri mengikuti aturan-aturan pengelolaan yang lebih luas di tingkat DAS secara keseluruhan.

Berdasarkan cara pandang perairan danau sebagai sumberdaya yang dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat umum secara berkelanjutan menempatkan kepentingan sektor-sektor sebagai matrik sasaran pengelolaan dengan sektor lingkungan sebagai faktor pengikatnya. Dengan demikian pengelolaan perairan danau juga harus meliputi upaya-upaya koordinasi untuk pencapaian sasaran-sasaran sektoral secara optimal dengan memperhatikan batasan daya dukung lingkungan perairan danau. Informasi dan pengetahuan mengenai ekosistem perairan danau, meliputi struktur komponen dan proses ekologi serta sosial ekonomi masyarakat sangat diperlukan, baik untuk menentukan batasan daya dukung lingkungan maupun untuk penetapan nilai kepentingan setiap sektor yang terlibat.

b.2. Kelembagaan

Strategi kelembagaan pada dasarnya untuk mendorong pengembangan kelembagaan pengelolaan perairan danau yang bersifat partisipatif. Peran pemerintah melalui departemen atau dinas, misalnya Dinas Pekerjaan Umum atau Balai Pengelola Wilayah Sungai sangat diharapkan untuk bertindak sebagai fasilitator pengembangan kelembagaan pengelolaan partisipatif tersebut. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Pembentukan forum untuk pertemuan-pertemuan koordinatif yang melibatkan semua pemangku kepentingan untuk penyusunan kerangka kelembagaan, meliputi visi, misi, tujuan, sasaran, serta strategi-strategi pengelolaan, termasuk di dalamnya program-pogram implementasi kebijakan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Pertemuan demikian juga harus menyepakati bentuk kelembagaan serta yang akan dibentuk beserta struktur organisasi di dalamnya;
  • Memperjuangkan aspek legal kesepakatan pengelolaan yang telah ditetapkan untuk dijadikan undang-undang, peraturan pemerintah, atau peraturan daerah yang bersifat mengikat;
  • Untuk implementasi kebijakan serta strategi pencapaian sasaran selanjutnya disusun master plan kawasan perairan danau. Penyusunan master plan juga memerlukan keterlibatan masyarakat, pemangku kepentingan, serta pemerintah, ditambah tenaga-tenaga ahli terkait yang dapat memberikan masukan-masukan informasi untuk pengambilan keputusan yang akurat. Suatu tim ad hoc perlu dibentuk untuk maksud tersebut, dan karena memerlukan dana yang cukup besar kegiatan penyusunan master plan kawasan danau ini sebaiknya difasilitasi oleh pemerintah. Penetapan zona-zona peruntukan yang telah disusun sebagai bagian laporan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi acuan utama dalam penyusunan master plan kawasan danau ini. Master plan selanjutnya harus digunakan sebagai dasar pengembangan kawasan perairan danau;
  • Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi peraturan-peraturan pengelolaan danau, pencerahan aspek fungsi lingkungan danau, informasi teknolgi penangkapan, pengolahan hasil tangkap, dan status terkini pasar, serta pelaksanaan insentif pembangunan masyarakat berbasis sumberdaya perairan danau yang berkelanjutan;
  • Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi lingkungan danau yang diintegrasikan dengan sistem  informasi lingkungan danau. Dana dan informasi tentang lingkungan danau, meliputi aspek biofisik dan sosial ekonomi masyarakat sangat penting untuk acuan dalam pengambilan keputusan pengelolaan danau. Demikian juga keterbukaan akses data dan informasi tersebut melalui suatu sistem informasi sangat penting untuk pemberdayaan masyarakat serta masukan-masukan ilmiah serta kepemerintahan yang baik.

c. Kelembagaan

Kecenderungan pengelolaan lingkungan perairan secara berkelanjutan yang populer saat ini adalah yang bersifat co-management atau partisipatif, yaitu sistem pengelolaan yang dilakukan oleh pemerintah yang bertindak sebagai fasilitator sementara prakarsa-prakarsa tindakan pengelolaan diserahkan kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan melalui mekanisme permusyawarahan. Beberapa hal yang penting diperhatikan dalam implementasi pengelolaan partisipatif tersebut, yaitu :

  • Keberadaan masyarakat lokal/nelayan berdasar kepentingan dan kapasitas yang dimiliki didorong untuk menjadi pelaku aktif dalam implementasi sistem pengelolaan, termasuk di dalamnya upaya pendanaan sistem pengelolaan sehingga dapat bersifat mandiri;
  • Mekanisme pemecahan konflik kepentingan melalui forum musyawarah dan pengembangan kriteria-kriteria pengelolaan sumberdaya perairan danau yang disepakati oleh semua fihak;
  • Keberadaan pemerintah untuk mengakomodasi dan fasilitas aspek legal sistem pengelolaan yang disepakati melalui pembentukan peraturan-peraturan pemerintah dan penegakan hukum, serta insentif atau bantuan lain.
  • Badan air danau merupakan bagian integral dari sistem aliran sungai secara keseluruhan, sehingga sistem pengelolaan perairan danau harus merupakan bagian dari kesatuan pengelolaan wilayah aliran sungai secara terpadu.

d. Program

Program penyelamatan Danau Limboto merupakan program yang sangat penting bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo, khususnya masyarakat di pesisir Danau Limboto. Danau Limboto merupakan sumberdaya alam yang sangat terkait dengan hajat hidup masyarakat. Secara ekologis danau merupakan habitat dari berbagai biota air, juga berfungsi sebagai pengendali banjir. Secara ekonomi Danau Limboto merupakan sumber mata pencaharian petani dan nelayan di sekitarnya, juga berfungsi sebagai sarana transportasi dan obyek wisata. Dalam upaya penyelamatan Danau Limboto perlu dilakukan kajian lingkungan eksternal dan internal sehingga upaya yang dilakukan tersebut efektif dalam mencapai sasaran. Kondisi dan karakteristik lingkungan eksternal dan internal perlu dianalisis sehingga dapat diketahui dampak penting ditimbulkan dan dapat ditetapkan rencana-rencana strategis yang mungkin dapat dilakukan.

d.1. Pendekatan

Pelaksanaan program dilakukan berdasarkan beberapa pendekatan yaitu:

  • Pendekatan ilmiah, dalam setiap kegiatan diterapkan inovasi teknologi untuk memecahkan masalah.
  • Pendekatan partisipatif, masyarakat terlibat langsung dalam pelaksanaan program dengan pengawalan dan pengawasan dari instansi terkait.
  • Pendekatan integratif dan koordinatif, program dilakukan secara terpadu oleh berbagai stakeholders.

d.2. Ruang Lingkup Kegiatan

Program penyelamatan Danau Limboto terdiri atas 4 sub program dengan 14 kegiatan. Rincian kegiatan disajikan pada Lampiran 1.

A. Program Penataan Kawasan Danau Limboto

1. Penetapan Zonasi Danau Limboto

Latar Belakang

  • Mengingat ekosistem danau memiliki multi fungsi dan manfaat, maka pengelolaan danau harus dilaksanakan secara terencana dan penuh kehati­hatian agar potensi danau dapat termanfaatkan secara optimal dan kegiatannya diprioritaskan pada kawasan danau yang memiliki potensi pemanfaatan tinggi serta kawasan yang telah mengalami degradasi, selain itu kegiatan pengelolaan danau juga harus diprioritaskan bagi kesejahteraan masyarakat.
  • Komunitas masyarakat yang sadar akan pentingnya suatu kawasan danau (khususnya bagi kehidupan manusia), serta mempunyai kemauan dan kemampuan untuk memanfaatkan danau secara bijaksana, akan memelihara keberadaan danau dengan berbagai fungsi dan nilai pentingnya. Berdasarkan pada prinsip ini maka danau dapat terjaga dengan sendirinya oleh komunitas masyarakat.
  • Pengelolaan demikian dapat terwujud apabila telah ada batasan yang jelas dan akurat peruntukan wilayah /zona bagi berbagai kepentingan tersebut, kejelasan zona meliputi batas daerah terluar danau dan bantaran danau, zona pemanfaatan/ budidaya/ areal penangkapan, zona konservasi/ lindung. Pengalaman menunjukkan bahwa pengelolaan danau yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan khususnya masyarakat lokal, dan kejelasan wilayah masing-masing lebih memberikan kepastian keberlanjutan pengelolaan danau

Tujuan : Tertatanya zonasi danau limboto

Ruang Lingkup Kegiatan :

1. Persiapan (pengupulan data yang meliputi data batasan danau limboto)

2. Sosialisasi penetapan zonasi danau limboto ke masayarakat

3. Pengukuran dan pemasangan batas danau dan zonasi pemanfatan

4. Evaluasi

Input: Dana untuk alokasi Sumber Daya Manusia, Tenaga Ahli, dan Teknologi.

Output: Zonasi danau limboto yang jelas dan akurat

Outcome: Peningkatan kesadaran masyarat di pesisir danau terhadap pelestarian lingkungan Danau Limboto

Benefit: Tumbuhnya partisipasi stakhoelder (pemerintah, swasta dan masyarakat) dalam Penyelamatan Danau Limboto.

Impact: Meningkatkan kualitas lingkungan danau.

2. Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan Danau Limboto

Latar Belakang

  • Danau adalah salah satu bentuk sumberdaya yang dikaruniakan oleh Sang Pencipta untuk menunjang kehidupan seluruh mahluk hidup di bumi ini, termasuk manusia. Oleh karenanya, adalah suatu kewajiban bagi kita semua untuk menjaga eksistensi danau beserta segala potensi yang ada di dalamnya sebagai salah satu usaha untuk menjamin kelangsungan hidup generasi kini dan mendatang.
  • Degradasi nilai dan fungsi dari suatu danau akan memberikan dampak negatif pada aspek sosial ekonomi terutama bagi masyarakat sekitarnya. Masyarakat sebagai pengguna danau akan mempunyai rasa memiliki, apabila mereka sadar dan peduli akan manfaat danau bagi kehidupan. Selama ini, pengelolaan danau masih dilakukan secara sektoral dan regional serta belum memiliki kejelasan mengenai peran dan pembagian tanggung jawab bagi masing-masing pemangku kepentingan. Evaluasi dari kegiatan seringkali didasarkan pada kepentingan masing-masing sektor sehingga tidak jarang menimbulkan konflik diantara para pengguna.
  • Danau dimanfaatkan oleh beragam pemangku kepentingan, akibatnya pengelolaan danau menjadi rawan konflik dan di beberapa tempat memicu rusaknya sumberdaya hayati. Oleh sebab itu pengelolaan danau harus dilakukan secara terpadu yang melibatkan semua pemangku kepentingan

Tujuan : Terbentukmya kelembagaan yang formal dalam pengelolaan dan  penyelamatan Danau Limboto.

Ruang Lingkup Kegiatan :

  1. Persiapan
  2. Pembentukan kelembagaan yang melibatkan seluruh stakholder
  3. Sosialisasi kelembagaan dan perannanya kepada masyarakat
  4. Evaluasi

Input: Dana untuk alokasi Sumber Daya Manusia, Tenaga Ahli, dan Teknologi.

Output: Lembaga Pengelola Danau Limboto

Outcome: Peningkatan kesadaran masyarat di pesisir danau terhadap pelestarian lingkungan Danau Limboto

Benefit: Tumbuhnya partisipasi stakhoelder (pemerintah, swasta dan masyarakat) dalam Penyelamatan Danau Limboto.

Impact: Meningkatkan kualitas lingkungan danau.

3. Penyusunan Sistem Informasi Manajemen Danau Limboto

Latar Belakang

  • Penanganan Danau Limboto masih bersifat parsial dan masih bersifat sektoral. Selama ini ternyata belum disadari bahwa penanganan Danau Limboto sebenarnya merupakan wewenang Pemerintah Provinsi karena berada pada 2 diwilayah administrasi yaitu Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo.
  • Program penanganan Danau Limboto sejak masih bergabung dengan Sulawesi Utara talah lama dilaksanakan bahkan bekerjasama dengan CIDA maupun JICA menyusun rencana action plan namun hasilnya belum tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat umum.
  • Disisi lain, masyarakat dengan caranya sendiri memanfaatkan Danau Limboto terlepas dari pengetahuan tentang kondisi kritis Danau Limboto. Demikian pula bagi nelayan dan petani yang bergantung hidupnya pada kekayaan ekosistem Danau Limboto, rupaya mereka juga belum sepenuhnya mengetahui dan menyadari apakah kegiatan yang mereka jalankan ramah lingkungan atau tidak.
  • Melalui program penyelamatan Danau Limboto yang di laksanakan Balitbangpedalda ini maka sebagai langkah awal disusun suatu sistem informasi manajemen Danau Limboto yang berisi data base lengkap latar belakang pembentukan, data kondisi Danau Limboto dari waktu ke waktu serta Manajemen Penanganan Danau Limboto.

Tujuan :

Tersedianya informasi yang mendukung keterpaduan manajemen pengelolaan Danau Limboto dan upaya penyelamatannya.

Ruang Lingkup Kegiatan :

  1. Penelusuran Pustaka.
  2. Pengumpulan Data – Data Hasil Penelitian dan Proyek Tentang Danau Limboto.
  3. Repro (cetak ulang) berbagai koleksi sejarah Gorontalo dan hasil kajian yang berkaitan dengan Danau Limboto.
  4. Penyewaan dan Perbaikan gedung ex. Pendaratan Bung Karno Sebagai Pusat Data dan Informasi Danau Limboto.
  5. Pembuatan Web Site Penyelamatan Danau Limboto.
  6. Biaya Up Date Data Lapangan.

Input: Dana untuk alokasi Sumber Daya Manusia, Tenaga Ahli, dan Teknologi.

Output: Data sejarah, hasil kajian Danau Limboto dari tahun ke tahun dalam bentuk hard copy dan soft copy

Outcome: Tersedianya data akurat tentang Danau Limboto dalam rangka rencana pengelolaan dan pemulihan lingkungan.

Benefit: Memiliki kelengkapan data dan sistem informasi yang memudahkan pengelolaan/ manajemen Danau Limboto secara efisien, efektif berbasis lingkungan serta

terpadu

Impact: Memudahkan sistem koordinasi dalam penanganan Danau Limboto.

B. Program Pemberdayaan Masyarakat

1. Sosialisasi Penanganan Danau Limboto

Latar Belakang

  • Penyelamatan Danau Limboto harus didukung oleh sosialisasi yang baik dimasyarakat. Selain tatap muka langsung, sosialisasi melalui meda yang dapat digunakan, diantaranya Radio, Televisi dan Koran, selama ini dimanfaatkan secara optimal, disamping bahan sosialisasi yang masih kurang.

Tujuan : Keterbukaan terhadap pengelolaan dan penyelamatan Danau Limboto.

Ruang Lingkup Kegiatan :

  1. Persiapan
  2. Pelaksanaan Sosialisasi
  3. Evaluasi

Input: Dana untuk alokasi Sumber Daya Manusia, Tenaga Ahli, dan Teknologi.

Output : Jumlah peserta yang ikut serta di wilayah hulu dan pesisir Danau Limboto (Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo).

Outcome: Peningkatan kesadaran masyarat di pesisir dan hulu danau terhadap pelestarian lingkungan Danau Limboto

Benefit: Tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam Penyelamatan Danau Limboto.

Impact: Meningkatkan kualitas SDM Lingkungan.

2. Pemberdayaan Masyarakat Wilayah Sub DAS Limboto dan Pesisir Danau Limboto.

Latar Belakang

  • Kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berada di hulu DAS Limboto dan Pesisir Danau Limboto berhubungan langsung dengan kondisi ekosistem Danau Limboto. Sebagian besar masyarakat di hulu DAS Limboto sangat bergantung pada pertanian dan perkebunan yang dilakukan secara tradisional dan tidak ramah lingkungan sehingga mengurangi daya dukung lahan, perbukitan di wilayah hulu DAS Limboto saat ini sebagian besar dalam kondisi kritis. Hal ini akan mempengaruhi pendapatan masyarakat petani diwilayah hulu DAS. Sebaliknya pada wilayah pesisir danau merupakan tanah yang subur yang berasal dari daerah hulu DAS Limboto sehingga mendorong masyarakat untuk memanfaatkannya.
  • Pada wilayah perairan Danau Limboto sendiri banyak tumbuh usaha budidaya perikanan air tawar yang berlangsung terus menerus.
  • Kegiatan–kegiatan tersebut berdampak pada degradasi catchman area dan degradasi danau. Perlu dicetuskan suatu solusi alternatif bagi kegiatan mereka agar tetap berjalan namun dilakukan secara ramah lingkungan.

Tujuan : Melahirkan inovasi masyarakat di hulu Sub DAS Limboto dan pesisir Danau Limboto dengan usaha yang ramah lingkungan.

Ruang Lingkup Kegiatan : Usulan program masyarakat terkait dengan penanganan Hulu Sub DAS Limboto, Pesisir dan wilayah perairan danau Limboto, meliputi :

  1. Kegiatan Persiapan
  2. Pemberian Bantuan Langsung
  3. Monitoring dan Evaluasi

Input : Dana untuk alokasi usulan masyarakat.

Output : Jumlah program usulan masyarakat yang terlaksana.

Outcome: Menumbuhkan cara berusaha masyarakat disekitar hulu, pesisir dan perairan Danau Limboto yang ramah lingkungan.

Benefit : Mengurangi laju degrasi hulu, pesisir dan perairan Danau Limboto dengan aktivitas usaha masyarakat yang tidak ramah lingkungan.

Impact : Meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan tidak merusak lingkungan hulu, pesisir dan perairan Danau Limboto.

C. Program Pemulihan Lingkungan Danau

1. Karakterisasi Sifat Fisik – Kimia Air & Keragaman Hayati Danau

Latar Belakang

  • Saat ini kualitas air danau limboto mengalami penurunan kualitas akibat limbah domestik, aktivitas budidaya yang dilakukan di dalam danau, sedimentasi danau akibat erosi di daerah hulu sungai. Danau limboto memiliki ekosistem tersendiri dan keanekaragaman hayati yang sampai pada kondisi kritis saat ini belum diidentifikasi secara pasti.

Tujuan: Mengetahui kualitas air melalui pengukuran parameter fisika dan kimia dan mikrobiologi air serta keanekaragaman hayati Danau Limboto.

Ruang Lingkup Kegiatan:

Meliputi pengukuran kualitas air Danau Limboto dengan ruang lingkup pekerjaan meliputi 16 titik sebagai berikut :

  1. Inlet : masuknya air sungai dan drainase yang masuk ke danau dengan jumlah titik 3 sungai sebagai lokasi sampling yang merupakan sungai sesaat (intermiten) dan 1 Sungai tetap (parenial) yaitu Biyonga.
  2. Outlet : keluarnya air danau menuju ke muara Teluk Tomini sebanyak 1 titik.
  3. Pertengahan Danau : sebanyak 1 titik
  4. Bagian tepi danau yang digunakan untuk budidaya sebanyak 10 titik.
  5. Identifikasi biota air yang ada di Danau Limboto serta eksosistemnya.

Parameter kualitas air yang akan di ukur meliputi 27 parameter dengan rincian pengukuran, 6 parameter fisik dan 19 parameter kimia dan 2 parameter mikrobiologi yang terdiri dari :

  1. Parameter Fisika : Temperatur, TDS, TSS, Kekeruhan, Hantaran Listrik, dan Warna.
  2. Parameter Kimia : pH, Besi, Kalsium, Magnesium, Alkalinitas, Klorida, Amonia, Nitrit, Nitrat, Posfat, Sulfat, CO2 terlarut, Salinitas, DO, BOD5, COD, Deterjen, Timbal dan Raksa.
  3. Parameter Mikrobiologi : Total Coliform dan Fecal Coliform.
  4. Identifikasi biota air yang ada di Danau Limboto serta eksosistemnya.

Input: Dana untuk alokasi Sumber Daya Manusia, Tenaga Ahli, dan Alat.

Output : Data kualitas air 27 parameter pada 16 titik lokasi yang tersebar di Danau Limboto dan data biota Danau Limboto serta ekosistemnya.

Outcome : Tersedianya data akurat kualitas air dan keanekaragaman hayati Danau Limboto dalam rangka rencana pengelolaan dan pemulihan lingkungan.

Benefit : Mengetahui baku mutu air Danau Limboto dan data keanekaragaman hayati terakhir.

Impact : Peningkatan kepedulian masyarakat terhadap kualitas air dan pelestarian keanekaragaman

2. Peningkatan Konservasi dan Pemulihan Kerusakan Zona Hulu dan Zona Penyangga

Latar Belakang

  • Kawasan kritis diwilayah DAS Limboto-Bone – Bolango yang terletak di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bulango dengan luas seluruhnya adalah 24.033 Ha (Data Lahan Kritis Balitbang 2004). Lahan kritis yang masuk dalam program Gerhan + 5 % dari luas lahan kritis tersebut, sebagian besar berada di Sub DAS Limboto.
  • Tanaman Jarak merupakan salah satu tanaman perkebunan yang dapat dijadikan alternatif tanaman penghijauan yang murah dan mudah dibudidayakan serta saat ini menghasilkan alternatif pengganti BBM solar sehingga kedepan akan bernilai ekonomis penting.

Tujuan : Konservasi lahan kritis pada Zona Hulu dan Penyangga Danau Limboto dengan tanaman Jarak yang memiliki prospek ekonomi tapi murah dan mudah dibudidayakan.

Ruang Lingkup Kegiatan

  1. Persiapan
  2. Pelaksanaan
  3. Monitoring dan Evaluasi

Input: Dana untuk alokasi konservasi.

Output : Luas lahan kritis yang ditanami pohon Jarak.

Outcome: Meningkatnya kualitas hulu dan penyangga danau.

Benefit : Mengembalikan fungsi Ekosistem Hulu & Penyangga

Impact : Mengembalikan fungsi ekosistem Danau Limboto.

3. Peningkatan Konservasi dan Pemulihan Kerusakan Daerah Hilir Danau Limboto yang melintasi Kota Gorontalo

Latar Belakang

  • Pengkayaan nutrin di perairan danau limboto telah menyebabkan tumbuh suburnya enceng gondok dan tumbuhan air lainnya. Hal ini merupakan salah satu penyebab penadangkan danau limboto itu sendiri, dan pada akhir-akhir ini tanaman enceng gondok telah mencemari peraiaran pantai indah Kota Gorontalo melalui outlet danau tersebut.
  • Kondisi ini jka tidak segera diatasi akan berdampak pada pencemaran lingkungan muara tersebut dan akan berdampak simultan baik bagi kehidupan biota perairan maupun pada masyarakat nelayan dipesisir pantai.

Tujuan: Konservasi daerah hilir melalui pembersihan tanaman pengganggu yang masuk ke outlet danau limboto

Ruang Lingkup Kegiatan:

  1. Persiapan
  2. Pelaksanaan
  3. Monitoring dan Evaluasi

Input : Dana untuk alokasi konservasi.

Output : Luas dan panjang outlet yang di kerjakan.

Outcome : Meningkatnya kualitas air daearah hilir danau limboto (outlet).

Benefit : Mengembalikan fungsi Ekosistem hilir danau limboto

Impact : Mengembalikan fungsi ekosistem Danau Limboto.

4. Penanggulangan Pencemaran Danau Limboto (Tumbuhan Pengganggu danau Limboto, sisa makanan ikan, limbah dari pabrik, dll)

Latar Belakang

  • Akibat eutrofikasi Danau Limboto banyak tumbuh tanaman pengganggu yang banyak menyerap air dan dapat mempercepat pendangkalan danau sehingga perlu dilakukan pengendalian secara bijak dan pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomis.

Tujuan : Mengurangi pendangkalan Danau Limboto.

Ruang Lingkup Kegiatan :

  1. Persiapan
  2. Pelaksanaan
  3. Monitoring dan Evaluasi

Input : Dana untuk pengendalian tanaman pengganggu perairan.

Output : Luas areal/tanaman pengganggu yang dibersihkan.

Outcome : Meningkatnya kualitas/ kuantitas perairan danau Limboto.

Benefit : Pengendalian keseimbangan ekosistem danau.

Impact : Mengembalikan fungsi ekosistem Danau Limboto.

5. Restocking Keanekaragaman Hayati Danau

Latar Belakang

  • Ketidakseimbangan ekosistem danau yang diakibatkan oleh proses degradasi lahan telah menyebabkan biota perairan danau semakin mengalami tekanan yang diketahui dari menipisnya unsur hara, penurunan kualitas air, dan penurunan volume danau. Sehingga perlu dilakukan restocking.

Tujuan : Konservasi lahan perairan Danau Limboto.

Ruang Lingkup Kegiatan :

  1. Persiapan
  2. Pelaksanaan
  3. Monitoring dan Evaluasi

Input : Dana untuk restocking.

Output : Jenis dan banyaknya jenis biota yang direstocking.

Outcome : Mengembalikan ketersediaan sumberaya hayati danau.

Benefit : Mengembalikan fungsi Ekonomis dan Lingkungan danau

Impact : Kelestarian sumber daya alami Danau Limboto

6. Pemanfaatan Enceng Gondok dan Sedimen Danau Limboto

Latar Belakang

  • Pemanfaatan enceng gondok dan sedimen danau limboto menjadi barang bernilai ekonomis menjadi perhatian bagi pemerintah. Hal tersebut antara lain menciptakan industri yang mengolahan enceng gondok dan sedimen menjadi bahan bangunan, juga peningkatan keterampilan bagi masyarakat sekitar danau dalam memanfaatkan limbah tersebut.

Tujuan : Mengurangi pendangkalan Danau Limboto.

Ruang Lingkup Kegiatan :

  1. Persiapan
  2. Pelaksanaan
  3. Monitoring dan Evaluasi

Input : Dana untuk pengadaan alat industri batako dan instalasi, persiapan SDM.

Output :Luas areal yang dikeruk/ diangkat sedimen.

Outcome :Meningkatnya kualitas/kuantitas perairan danau Limboto.

Benefit : Pengendalian keseimbangan ekosistem danau.

Impact : Mengembalikan fungsi ekosistem Danau Limboto.

D. Program Pengelolaan Lingkungan

1. Promosi Wisata Danau dan Iklan Layanan Pengelolaan Lingkungan Danau Yang Ramah Lingkungan

Latar Belakang :

  • Kawasan danau Limboto sebenarnya memiliki daya tarik wisata ekotirisme yang cukup eksotis, namun belum dimanfaatkan optimal selain kegiatan pemanfaatan lainnya. Setelah didahului oleh kegiatan yang bersifat pemulihan kondisi danau maka selanjutnya kegiatan ini dapat dilakukan.

Tujuan : Pemanfaatan fungsi daya tarik wisata Danau Limboto.

Ruang Lingkup Kegiatan

  1. Persiapan
  2. Pelaksanaan
  3. upervisi Dan Pelaporan

Input : Dana untuk alokasi untuk promosi dan pengadaan sarana dan prasaran wisata.

Output : Jumlah sarana dan prasarana wisata yang diadakan.

Outcome : Meningkatnya daya tarik wisata Danau Limboto.

Benefit : Mengurangi tekanan lingkungan Danau Limboto dengan kegiatan yang berwawasan ekoturisme.

Impact : Melestarikan fungsi ekosistem Danau Limboto.

e. Implementasi Pemulihan Danau Tahun  2004 – 2008

Dana APBD

Dana APBN

f. Target Penanganan Danau Limboto 2009 – 2014

g. Rencana Aksi Pemulihan Danau Tahun 2009

h. Rencana Aksi Pemulihan Danau Tahun 2010

i. Rencana Aksi Pemulihan Danau Tahun 2011

j. Rencana Aksi Pemulihan Danau Tahun 2012

DAFTAR PUSTAKA

Akuba Rustamrin, dkk. 2006. Master Plan Pengelolaan Danau Limboto, Kerjasama PSL Universitas Negeri Gorontalo, Balitbagpedalda Provinsi Gorontalo, dengan Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Anonim, 2002. Laporan Akhir Pra Studi Penanganan Hulu Kawasan Danau Limboto. Kerja Sama BAPPPEDA Provinsi Gorontalo.

Anonim, 2005. Kajian Evaluasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Provinsi Gorontalo. Balitbangpedalda Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan Pusat Survei Sumber Daya Alam Darat Bakosurtanal

Anonim, 2006. Kajian Ekohidrologi Sebagai Dasar Penetapan Pola Pengelolaan Danau Limboto Secara Terpadu, Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Bekerja Sama Dengan SKNVT PBPP Gorontalo Direktorat Sungai, Danau Dan Waduk Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum.

Hulinggi, Sophni. 2005. Analisis vegetasi Tumbuhan Air di Perairan Danau Limboto Kabupaten Gorontalo. Skripsi (tidak dipublikasikan). Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan IPA Universitas Negeri Gorontalo

Lamangantjo, Ch. 1991. Bibilo dan Pengaruhnya Terhadap ekosistem Perairan Danau Limboto. Skripsi (tidak dipublikasikan). Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan IPA Universitas Negeri Gorontalo

Puluhulawa, M. Rusdiyanto. 2001. Pemanfaatan Sumber Daya danau Limboto Menuju Pelaksanaan Otonomi daerah di Gorontalo Propinsi Sulawesi Utara. Karya Tulis (tidak Dipublikasikan). Program Pascasarjana UGM Yogyakarta.

Sahami, Femi. 2004. Eutrofikasi Salah Satu Penyebab Pendangkalan Danau Limboto. Dimuat dalam majalah Insan Cita Lembaga Penelitian Universitas Negeri Gorontalo.

Suleman, Hadijah. 2004. Pengaruh sampah Terhadap Kualitas Air Danau Limboto Wilayah Gorontalo (Suatu Penelitian di kelurahan Dembe I Kota Gorontalo dan kelurahan Dutulanaa Kabupaten Gorontalo). Skripsi (tidak dipublikasikan). Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan IPA Universitas Negeri Gorontalo

One Comment on “5. Rencana Aksi”


  1. Dengan hormat,

    Apabila melihat dari karakteristik mineral zeolite, mungkin bisa menjadi solusinya sebagai mana pengaplikasian di areal tambak. Adapun caranya :
    1. Ditabur langsung dalam bentuk powder 100 mesh di areal danau. (Untuk efektif, seluruh pelaku bisnis di wilayah danau melaksanakan.)
    2. Pencampuran dengan pakan, sehingga pakan yang tidak termakan akan ternetralisir dengan sendirinya.
    3. Cari inti permasalahan, selesaikan… jangan di jadikan project sapi perahan.

    terima kasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: