Danau Limboto Butuh 14T

Danau Limboto Butuh 14T

Sumber: http://groups.yahoo.com/group/gorontalomaju2020/message/15480

Tuturuga, belimbingbotol , Feb 28, 2008 2:08 am:

Kira-kira untuk apa saja ya?
Ternyata selama ini nunggu duit….

=t=

Danau Limboto Butuh 14 Triliun

GORONTALO-Kondisi Danau limboto yang kini sangat memiriskan, akibat ulah tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab, nampaknya harus dibayar dengan mahal terkait upaya konservasi dan penyelamatan danau terbesar di Provinsi Gorontalo ini. Beberapa waktu lalu tim dari Departemen Lingkungan Hidup bekerjasama dengan tim lingkungan dari Canada telah melakukan survey terkait berapa total kebutuhan anggaran untuk penyelamatan danau yang dibutuhkan, dengan kondisi kritisnya saat ini.

Angka yang sangat mencengangkan kemudian keluar dari hasil hitung-hitungan para peneliti ini yakni mencapai Rp14 triliun rupiah. Sebuah angka yang tentnya tidak mungkin dipenuhi daerah bahkan oleh pemerintah pusat sekalipun. Dari data yang diperoleh dari Balihiristi Provinsi Gorontalo diperoleh dari 23 jumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) 20 diantaranya kondisinya sudah sangat rusak, bahkan sudah mulai mengering.

Kepada koran ini Kasubdin Pengelolaan Lingkungan Hidup Balihiristi Provinsi Gorontalo Rogaya Biki menegaskan, secara keseluruhan memang pemerintah daerah dan pusat, akan sangat mustahil bisa memulihkan kondisi danau seperti sedia kala. Namun demikian, berbagai upaya penyelamatan kondisi danau memang mesti dilakukan, diantaranya adalah proses perbaikan lingkungan aliran air yang ada di DAS. “Satu persatu kini DAS dengan alokasi dana yang ada kami upayakan diselamatkan, agar kelestarian danau bisa sedikit terjaga,” tandasnya.

Kegiatan yang dilakukan oleh Balihiristi Provinsi Gorontalo sendiri saat ini terkait penyelamatan danau diantaranya adalah kegiatan pemulihan lingkungan danau serta pemulihan tangkapan air Danau Limboto. “Kegiatan ini meliputi pembuatan sedimentrap di DAS Bionga dan Taluditi, pembuatan bak penampungan air, penanaman tanaman tumpang sari, tanaman jarak, coklat cengkih di desa otopade,” paparnya. Upaya lainnya yang dilakukan adalah penataan dan pemulihan lingkungan di Danau Limboto. “Kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan green bell,” paparnya lagi.

Sederet kegiatan yang kini digagas ini memang masih harus membutuhkan dukungan program kegiatan lainnya terkait upaya penyelamatan danau limboto dari kepunahan.

Sementara itu, luasan areal danau sendiri setiap tahunnya menyempit hingga 2 meter, akibat pendangkalan. Belum lagi populasi enceng gondok yang sulit ditekan. Semua pihak sendiri berharap kiranya penyelamatan danau limboto yang saat ini kian kritis bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh masyarakat, dan sebisa mungkin menghindarkan kebiasaan buruknya selama ini. (GP-66)

Taufik Polapa, ickydei, Feb 28, 2008 2:59 am:

Bung Tuturuga,

Dana 14 T itu merupakan Angka yang sangat Fantastis dan Bombastis, jika memang dana tersebut peruntukkan utk Danau LImboto, Lebik Baik utk Membangun InfraStruktur Lain yang lebih terasa langsung oleh masyarakat GTLO seperti PLTU dan Perbaikan Sarana Prasarana yang ada di Gtlo yang bisa menumbuhkan Para UKM lebih berkembang di Propinsi Gorontalo.

Wassalam
TP

Tuturuga, belimbingbotol , Feb 28, 2008 3:24 am:

Ini berita di GP. Seperti yang Ka Icky ada bilang angka 14T itu angka yang fantastis, tapi itu itung-itungannya orang pemerintah, pasti ada perinciannya…

Kalu nunggu terkumpul atau dapat APBN segini besar, kapan kita mulai menyentuh danau? Selama ini memang tidak ada gerakan nyata untuk menangani masalah danau ini.

Yang unik, jika hari ibur di tempat parkir dermaga Dembe I berderet mobil dan motor berplat merah, aku sempat tanya pedagang kaki lima di situ siapa pemilik kendaraan ini, ternyata para pemilik jaring apung yang memenuhi danau!

Beberapa waktu lalu aku sempat ngobrol dengan Dr Rignolda, Direktur Perkumpulan Kelola Manado, memang dibutuhkan dana besar untuk memperbaiki danau ini, sempat terlontar ide untuk membuat terowongan yang menghubungkan danau dan pantai yang akan mengalirkan sedimen ke laut. Yang dicari adalah tinggi elevasi permukaan laut dan danau.

Hal sederhana yang juga sempat terlontar adalah mengangkat lumpur/sedimen ke daerah sekitar danau yang tidak subur. Paling tidak dibuat lubang di daerah perbukitan tandus dengan ukuran tertentu lalu diisi dengan lumpur danau yang subur dan ditanami tanaman bernilai ekonomis. Paling tidak, harus ada yang memulai sebagai percontohan. Jika berhasil dan menghasilkan uang, maka masyarakat akan meniru. Lama kelamaan dasar danau akan terus dikeruk sebagai media tanam yang kaya unsur Hara.

Akhirnya, uang 14T ternyata sangat berlebih dan tidak perlu dihambur didanau.
Maaf jika ada salah

=t=

Mukti Syarif Rivai, sabhengah , Feb 28, 2008  4:09 am:

Jadi jangan heran kalau tahun ini atau tahun depan ada project untuk Danau Limboto yang nilainya milyaran setelah di “mark up”. Toh nilainya kecil aja dibandingkan dana yang sebenarnya di butuhkan…he..he… (jurus nggoreng harga project)
biasa itu boss………

Rahman Dako, Feb 28, 2008 4:23 am:

Tuturuga dan kawan-kawan,Bisa di-share siapa kawan dari pemerintah dan lembaga Kanada yang dimaksud? Bisa ndak kita dapat hasil penelitiannya?

Syukurlah kalo pemerintah sudah memulai memikirkan Danau Limboto secara agak serius. Beberapa waktu lalu, saya sempat melontarkan ide bahwa di Gorontalo perlu dilakukan moratorium logging (jeda tebang) dan konversi lahan terutama di hulu-hulu sungai yang bermuara ke Danau Limboto. Ini harus dimulai dengan keterlibatan yang sungguh-sungguh dari pemerintah yang ditopang oleh Peraturan Daerah atau semacamnya. Seharusnya pemerintah membuat aturan tentang penebangan kayu dan konversi lahan didaerah-daerah hulu yang bermuara di Gorontalo. Pendekatannya seharusnya menggunakan pendekatan bioregion, yang mengintegrasikan dari pendekatan ekologis, sosial dan budaya.

Saya pikir untuk memulainya, tidak sebesar 14T seperti angan-angan pemerintah. Japesda Gorontalo juga telah menginisiasi Draft Naskah Akademis untuk PERDA penyelamatan Danau Limboto sejak 3 tahun lalu, tapi hasilnya belum tau nasibnya karena pembahasannya dilakukan di DPR Provinsi. Inisiatif yang sama juga harusnya dilakukan di Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, Kab. Bone Bolango, dan sebagian kecil Kabupaten Gorontalo Utara. Kalo ini dilakukan dengan sungguh2, dan melibatkan semua pihak, saya pikir, perlahan-lahan Danau Limboto minimal bisa dipertahankan.

Kampanye yang sungguh2 ke masyarakat luas harus dilaksanakan untuk konsep jeda tebang dan jeda konversi lahan di titik2 kritis di Gorontalo. Media massa sungguh berperan penting dalam kampanye ini, agar pesan yang dimaksud bisa sampai kepada masyarakat luas dan menekan pengambil kebijakan, terutama para politisi, supaya tidak hanya berdebat mengenai proyek-proyeknya saja. Pihak universitas bisa menghasilkan penelitian2 brilian untuk pengembangan ekonomi alternatif masyarakat, usaha konservasi hutan, sungai dan danau, serta teknologi-teknologi sederhana bagi peningkatan ekonomi maupun konservasi. LSM-LSM bisa membantu dalam pendidikan lingkungan hidup, pengorganisasian masyarakat, dan analisis serta advokasi kebijakan.

Dengan kondisi dan keterbatasan sumberdaya yang ada saat ini, saya pikir kita sudah bisa memulainya. Kalau tidak demikian, kita hanya bisa berangan-angan dan berdebat tanpa ada hasilnya. Danau Limboto dan sekitarnya adalah fakta sejarah, pusat peradaban, dan sumber penghidupan Gorontalo. 80% orang Gorontalo dan daerah sekitarnya, tergantung pada ekosistem ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Salam,
AGA


iqbal makmur, kaizen_13,   Feb 28, 2008  6:24 am:

Masalah rekonstruksi danau Limboto sebenarnya sudah lama jadi wacana, malah sudah sampai pada tahap yang serius ketika JICA sudah pernah datang langsung membicarakannya dengan pemprov melalui mediasi teman2 yang punya link ke Jepang.

Tapi entah kenapa tiba2 sudah tidak terdengar lagi kelanjutannya, gone with the wind..

Menurut informasi yang saya dengar dari sumber yang dapat dipercaya, pihak pemprov tidak bisa memenuhi syarat-syarat yang diajukan pihak JICA diantaranya adalah masalah pembebasan lahan. Berdasarkan survey yang pernah kami lakukan beberapa tahun lalu, Lahan di sekitar danau Limboto sudah dikuasai oleh orang-orang penting. Sepertinya ada benarnya juga hasil pengamatan Bung Rosyid tentang plat merah yang diparkir di pesisir danau, wallahualam..Salam,
Iqbal,

Apa kabar Bung Rahman Dako?

Fadly Tantu, tantufadly_62,   Feb 28, 2008  3:03 pm:

Teman-teman Yth.

Jika ada teman-teman yang bisa memfasilitasi, saya berkeinginan untuk terlibat dalam program penyelamatan “Danau Limboto” untuk menjadi mitra Tim Kajian Pusat atau sekalian masuk dalam Tim Peneliti yang telah terbentuk.

Sebagai informasi kepada kawan-kawan, dalam 10 tahun terakhir ini saya terlibat intensif untuk kajian danau purba di bagian tengah Sulawesi “Kompleks Danau-Danau Malili” D.Matano, D.Towuti. D.Mahalona. D.Lantoa dan D.Masapi

Salam hormat,

Fadly Y.Tantu


iqbal makmur, kaizen_13,   Feb 29, 2008 12:00 am:

Bang Fadly, Coba searching ke Balitbang Pedalda Gorontalo atau Ke Lemlit UNG, mudah2an ada informasi yang bermanfaat. Saya apreciate skali dengan niat Bang Fadly, tapi sayang saya tidak di Gorontalo skr.Sukses buat sesepuh masjid Ulil Albab Serimpi,

Gambarimasyou,

Iqbal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: